• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Pansus DPD RI Desak Pemerintah Segera Selesaikan Masalah Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer

Rabu, 10/11/21 | 13:46 WIB
in Berita
0
Suasana Rapat Kerja Gabungan secara virtual antara Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer DPD RI dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian PAN-RB, dan Badan Kepegawaian Negara RI untuk membahas penyelesaian permasalahan guru dan tenaga kependidikan honorer. (Foto : dpd)

JAKARTA, AmanMakmur.com —Panitia Khusus (Pansus) Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer DPD RI menggelar Rapat Kerja Gabungan secara virtual dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian PAN-RB, dan Badan Kepegawaian Negara RI untuk membahas penyelesaian permasalahan guru dan tenaga kependidikan honorer.

Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer DPD RI pun mendesak pemerintah mengeluarkan langkah nyata terkait penyelesaian masalah guru-guru dan tenaga pendidik honorer, karena selama ini permasalahan guru honorer, mulai dari tunjangan, hak, ataupun pengangkatan belum terselesaikan.

“Tunda dulu pembangunan infrastruktur, berhentikan dulu menambah anggaran APBN untuk kereta api cepat. Berhenti menyebut-nyebut dulu tentang pemindahan ibu kota. Prioritaskan ini. Saya kira ini menjadi kebijakan umum yang perlu kita sikapi secara bersama,” ucap Ketua Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer DPD RI, Tamsil Linrung dalam rapat yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri Suhajar Diantoro, Kepala BKN RI Bima Haria Wibisana, Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN-RB, dan Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata.

LihatJuga

Lantik Pemuda Parlemen Indonesia, DPD RI Dorong Pemuda Berkontribusi Aktif pada Pembangunan Daerah

Lantik Pemuda Parlemen Indonesia, DPD RI Dorong Pemuda Berkontribusi Aktif pada Pembangunan Daerah

Senin, 27/4/26 | 15:52 WIB
7
Pemkab Agam Peringati Hari Otonomi Daerah ke-30, Ketua DPRD Jadi Inspektur Upacara

Pemkab Agam Peringati Hari Otonomi Daerah ke-30, Ketua DPRD Jadi Inspektur Upacara

Senin, 27/4/26 | 15:39 WIB
7
NU Matangkan Persiapan Muktamar ke-35 pada Bulan Agustus 2026

NU Matangkan Persiapan Muktamar ke-35 pada Bulan Agustus 2026

Senin, 27/4/26 | 13:27 WIB
7

Persoalan lain yang dihadapi guru dan tenaga kependidikan honorer, lanjut Tamsil, adalah penataan dan pemberian kepastian hukum. Menurutnya tenaga pendidik honorer belum memperoleh kepastian hukum, padahal salah satu alasan dilakukannya perubahan UU ASN adalah adanya perlakuan yang tidak adil terhadap tenaga honorer.

“Komnas HAM telah menyampaikan pendapat bahwa Negara sesungguhnya berpotensi melakukan pelanggaran HAM atas pembiaran terhadap guru-guru honorer yang tidak mendapatkan kepastian sebagaimana janji Negara untuk mengangkatnya sebagai ASN,” ucap Tamsil yang merupakan Anggota DPD RI dari Sulawesi Selatan ini.

Terkait dengan permasalahan anggaran dalam pengangkatan guru honorer, Anggota DPD RI dari Provinsi Maluku, Novita Anakotta mengatakan bahwa di UU APBN Pasal 11 ayat 21, telah diatur terkait 25% alokasi APBN untuk pemulihan ekonomi dan pengembangan SDM dengan nilai kurang lebih 19,6 triliun. Tetapi pemerintah justru lebih memprioritaskan agenda-agenda yang lain dengan nilai anggaran yang jauh lebih besar.

“Kereta api dialokasikan Rp27,7 triliun, penyertaan modal BUMN Rp55 triliun, infrastruktur Rp417 triliun. Berarti ini angka yang sangat kecil untuk seseorang yang berprofesi menghasilkan SDM yang kompeten,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPD RI dari Nusa Tenggara Barat, Evi Apita Maya dan Anggota DPD RI dari Nusa Tenggara Timur, Angelius Wake Kako berpendapat harus ada kebijakan khusus dari pemerintah terkait pengangkatan guru honorer. Menurut keduanya, tidak etis jika guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun tidak diangkat karena tidak lulus tes seleksi.

“Kami tentu di Pansus akan mendorong ini sampai ke Presiden Joko Widodo agar bisa mengeluarkan sebuah instruksi untuk nasib teman-teman guru dan tenaga kependidikan honorer ini,” ucap Angelius.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Negara RI Bima Haria mengatakan bahwa saat ini skor pendidikan Indonesia berada di peringkat 10 terbawah. Dia mengatakan, guru honorer saat ini sudah masuk dalam sistem pendidikan Indonesia. Jika guru honorer tersebut diangkat menjadi ASN, maka tidak ada perubahan sama sekali terhadap skor pendidikan tersebut.

“Apakah kita lebih memfokuskan meningkatkan kualitas pendidikan atau pengangkatan tenaga honorer. Karena ini akan menjadi debat yang tidak berkesudahan. Saya kira perlu mengambil jalan tengah, kalau kita ingin menampung tenaga honorer menjadi ASN, perlu ditingkatkan kompetensinya, karena kebanyakan dari mereka belum memenuhi kualifikasi minimum sebagai guru. Masih banyak dari mereka yang di bawah S-1,” kata Bima.

(Rel/dpd)

Post Views: 264
ShareSendShare
Previous Post

Ditampilkan Google Doodle, Ketua DPD RI Ajak Generasi Milenial Kenali Sosok Ismail Marzuki

Next Post

Ketua DPD RI Sambut Positif Bantuan Hukum Bagi Pelaku UMK

Next Post
Ketua DPD RI Sambut Positif Bantuan Hukum Bagi Pelaku UMK

Ketua DPD RI Sambut Positif Bantuan Hukum Bagi Pelaku UMK

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,155)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,357)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (8,988)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,638)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,622)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,932)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,041)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,463)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,404)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,483)

Berita Lainnya

Muhayatul: Nelayan Tarusan Pessel Butuh Cold Storage

Muhayatul: Nelayan Tarusan Pessel Butuh Cold Storage

Jumat, 19/3/21 | 13:12 WIB
43

PESISIR SELATAN, AmanMakmur.com ---Anggota DPRD Sumbar Muhayatul, Jumat (19/3), menjemput aspirasi dan mendengarkan persoalan nelayan di Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan...

Perang Bawa Dampak Buruk bagi Perempuan dan Anak, Edriana Puji Tawaran Proposal Damai Rusia-Ukraina Menhan Prabowo Subianto

Perang Bawa Dampak Buruk bagi Perempuan dan Anak, Edriana Puji Tawaran Proposal Damai Rusia-Ukraina Menhan Prabowo Subianto

Selasa, 13/6/23 | 15:57 WIB
17

Edriana, SH, MA, Aktivis Perempuan dan Wakil Ketua Umum Perempuan Indonesia (PIRA). (Foto : Dok) JAKARTA, AmanMakmur --- Aktivis Perempuan...

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin Ajak Unmul Siapkan SDM Andal

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin Ajak Unmul Siapkan SDM Andal

Rabu, 27/10/21 | 12:50 WIB
8

Waka DPD RI Mahyudin berkunjung ke Universitas Mulawarman (Unmul). (Foto : dpd) KALIMANTAN TIMUR, AmanMakmur.com ---Wakil Ketua (Waka) DPD RI...

Ketua DPD Minta Imigrasi Deportasi WN India yang Eksodus ke RI Hindari Corona

Ketua DPD Minta Imigrasi Deportasi WN India yang Eksodus ke RI Hindari Corona

Jumat, 23/4/21 | 12:08 WIB
8

JAWA TIMUR, AmanMakmur.com ---Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap fenomena Warga Negara (WN) India yang eksodus ke Indonesia untuk menghindari 'tsunami' Covid-19...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.