• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Perang Bawa Dampak Buruk bagi Perempuan dan Anak, Edriana Puji Tawaran Proposal Damai Rusia-Ukraina Menhan Prabowo Subianto

Selasa, 13/6/23 | 15:57 WIB
in Berita
0
Edriana, SH, MA, Aktivis Perempuan dan Wakil Ketua Umum Perempuan Indonesia (PIRA). (Foto : Dok)

JAKARTA, AmanMakmur — Aktivis Perempuan dan Wakil Ketua Umum Perempuan Indonesia (PIRA) Edriana, SH, MA menilai bahwa proposal perdamaian Rusia-Ukraina yang ditawarkan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto di forum internasional bukti bahwa ia sosok yang pemberani dan punya sikap yang jelas.

Menurut Edriana, karena perang yang tidak kunjung usai telah memberikan dampak buruk terhadap kemanusiaan, terutama nasib anak-anak dan kaum perempuan.

Menhan Prabowo Subianto, sebut Edriana, mengusulkan rencana perdamaian untuk perang di Ukraina saat berbicara di International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue ke-20 di Singapura, Sabtu 3 Juni 2023 lalu.

LihatJuga

Lantik Pemuda Parlemen Indonesia, DPD RI Dorong Pemuda Berkontribusi Aktif pada Pembangunan Daerah

Lantik Pemuda Parlemen Indonesia, DPD RI Dorong Pemuda Berkontribusi Aktif pada Pembangunan Daerah

Senin, 27/4/26 | 15:52 WIB
7
Pemkab Agam Peringati Hari Otonomi Daerah ke-30, Ketua DPRD Jadi Inspektur Upacara

Pemkab Agam Peringati Hari Otonomi Daerah ke-30, Ketua DPRD Jadi Inspektur Upacara

Senin, 27/4/26 | 15:39 WIB
7
NU Matangkan Persiapan Muktamar ke-35 pada Bulan Agustus 2026

NU Matangkan Persiapan Muktamar ke-35 pada Bulan Agustus 2026

Senin, 27/4/26 | 13:27 WIB
7

“Salah satunya menyerukan agar kedua pasukan mundur dan membuat zona demiliterisasi dan mengundang keterlibatan PBB untuk terlibat dalam resolusi konflik di wilayah yang disengketakan,” ujar Edriana, dalam keterangan persnya, Selasa (13/6/2023).

Perang atas alasan apapun harus diakhiri jika kita ingin hidup damai. Perang tidak sekadar adu gengsi siapa yang harus menang atau kalah. Namun, kemanusiaan harus diletakkan di atas segalanya.

“Banyak anak-anak yang menjadi korban dalam setiap perang, mulai dari korban fisik, trauma mental akibat setiap hari harus melihat kekerasan di sekitarnya, harus terhenti sekolahnya dan kehilangan waktu bermain dengan keluarga dan temannya. Begitu juga banyaknya perempuan yang menjadi korban dari kekejaman perang,” ungkap Edriana.

Hal tersebut lah yang dikemukakan oleh Menhan Prabowo sebagai alasan agar segera mengakhiri perang Rusia dan Ukrania.

Sikap berani yang dipilih oleh Prabowo dengan menawarkan proposal damai konflik Rusia-Ukraina, dalam pandangan Edriana sebagai bukti bahwa Prabowo peduli dengan nasib anak-anak dan kaum perempuan yang selalu menjadi korban kemanusiaan di wilayah perang.

Edriana juga mengungkapkan bahwa perempuan tidak hanya terdampak secara fisik saja, tetapi juga secara psikologis karena menyaksikan orang-orang terkasihnya yang harus pergi ke medan perang dan tidak ada kepastian apakah akan kembali pulang dalam keadaan hidup, cacat atau mati.

“Perang dengan alasan apapun — apakah karena agama, etnisitas atau perebutan sumber daya dan kuasa — yang berkepanjangan bahkan menyebabkan perempuan menjadi korban pelampiasan nafsu laki-laki yang sedang berperang, merupakan pengingkaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” tukas Edriana.

Perempuan dipersonifikasikan sebagai simbol dari harga diri sebuah bangsa, maka kata Edriana, perempuan menjadi korban perkosaan sebagai penaklukan dari simbol kehormatan dari negara yang sedang berperang. Perkosaan terhadap perempuan dipandang sebagai penaklukan terhadap bangsa yang diperangi atau bangsa yang dijajah.

Terjadi perkosaan masal terhadap perempuan untuk menunjukkan bahwa negara “lawan” telah gagal dalam melindungi para perempuannya. Perkosaan terhadap perempuan — anak perempuan, saudara perempuan, istri bahkan ibu dari para pihak yang berperang dianggap sebagai penaklukan terhadap lawan.

“Di era perang dunia kedua kita mengenal Jugun Ianfu, perempuan-perempuan dijadikan budak seksual oleh penjajah pada masa penjajahan Jepang di Indonesia. Jugun Ianfu terkenal sebagai perempuan yang menjadi korban sebagai budak seksual tentata Jepang di negara-negara Jajahannya termasuk Indonesia, dimana puluhan ribu perempuan yang dipaksa menjadi Jugus Ianfu di Indonesia,” bebernya.

Dicontohkan Edriana bahwa kasus yang sama terdengar dari negara-negara yang juga pernah mengalami perang, seperti Bosni-Herzegovina dan Serbia. Perang etnis dimana keluar istilah pembersihan etnis dengan jalan memperkosa perempuan-perempuannya.

Sementara Prabowo juga mengambil contoh pengalaman negara-negara Asia yang banyak sekali menjadi korban penjajahan seperti perang Vietnam-AS, perang di Kamboja, begitupun perang yang terjadi di Timur Tengah. Bahkan pengalaman Indonesia yang mengalami berkali-kali di jajah. Pengalaman kita (Indonesia) yang berkali-kali menjadi korban dari perang berdarah.

Dalam semua perang tersebut perempuan dan anak menjadi korban kekejaman dari perang berdarah yang berkepanjangan. Masyarakat sipil yang harus kehilangan kehidupannya karena harus mengungsi jauh dari tanah kehidupannya.

“Bagaimana perkembangan mental anak keluarga yang harus hidup di tempat pengungsian. Mereka setiap hari harus khawatir dengan nasib anak-anaknya yang selalu berpindah-pindah agar tidak tertangkap musuh, pada sisi lain mereka juga dijadikan budak seksual”, ungkap Edriana.

Perang jelas tidak menguntungkan bagi masa depan suatu negara. Perang telah menghancurkan peradaban umat manusia. Mereka tidak hanya kehilangan infrastruktur, negara tersebut harus kehilangan generasi terbaik yang meninggal dalam perang atau ketakutan hidup dan anak-anak harus kehilangan harapan mewujudkan cita-citanya.

“Dulu ingin jadi dokter, ilmuan, pengusaha, dan lainnya. Mereka akhirnya hanya berpikir bagaimana caranya untuk ikut berperang membantu orang tua mereka atau menyelamatkan ibu dan kakak perempuan mereka yang ditahan oleh musuh,” kata Edriana lagi.

Itulah keprihatinan yang dikemukakan oleh Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Republik Indonesia sebagai dampak dari perang. Prabowo dalam setiap pidatonya selalu menyampaikan filsafat hidup, yaitu: seribu kawan terlalu sedikit dan satu musuh erlalu banyak.

“Perang itu hanya menguntungkan orang yang memiliki bisnis senjata atau negara yang mempunyai bisnis senjata, tetapi tidak untuk dua negara yang sedang berperang. Negara mereka hancur baik untuk peradaban manusia maupun infrastruktur, lalu mereka harus menunda kemajuan sumber daya manusia bangsanya untuk pulih dari ketakutan dan kembali dengan cita-cita awalnya”, tutup Edriana.

(Rel/adr)

Post Views: 501
ShareSendShare
Previous Post

Kritisi PP Eksploitasi Pasir Laut, Sultan: Pasir Diekspor Ikan Diimpor

Next Post

Lepas JCH, Leonardy Puji Layanan Embarkasi Padang Sangat Ramah Lansia

Next Post
Lepas JCH, Leonardy Puji Layanan Embarkasi Padang Sangat Ramah Lansia

Lepas JCH, Leonardy Puji Layanan Embarkasi Padang Sangat Ramah Lansia

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,155)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,357)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (8,988)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,638)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,622)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,932)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,041)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,463)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,404)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,483)

Berita Lainnya

Peringati Hari Guru Nasional, Senator Agita Nurfianti Sekaligus Sosialisasi Empat Pilar MPR pada Guru dan Siswa

Peringati Hari Guru Nasional, Senator Agita Nurfianti Sekaligus Sosialisasi Empat Pilar MPR pada Guru dan Siswa

Senin, 25/11/24 | 21:58 WIB
11

Anggota DPD RI Agita Nurfianti berfoto bersama dengan peserta acara Sosialisasi Empat Pilar di SMP Pasundan 12 Bandung. (Foto :...

KNPI Jatim Dukung Upaya Ketua DPD RI Perjuangkan Presidential Threshold Nol Persen

KNPI Jatim Dukung Upaya Ketua DPD RI Perjuangkan Presidential Threshold Nol Persen

Minggu, 13/2/22 | 11:36 WIB
12

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam sebuah acara. (Foto : dpd) JAWA TIMUR, AmanMakmur.com --- Upaya Ketua DPD...

SBY Simak Twit Denny Indrayana Soal Sistem Pemilu Jelang Putusan MK

SBY Simak Twit Denny Indrayana Soal Sistem Pemilu Jelang Putusan MK

Senin, 29/5/23 | 11:57 WIB
34

Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto : Dok) JAKARTA, AmanMakmur ---Buncah twit di-share Prof Denny Indrayana soal sistem...

Hadiri HUT ke-77 Bhayangkara, LaNyalla Harap Polri Tingkatkan Pelayanan

Hadiri HUT ke-77 Bhayangkara, LaNyalla Harap Polri Tingkatkan Pelayanan

Sabtu, 01/7/23 | 21:49 WIB
3

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti bersalaman dengan Presiden RI Jokowi saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.