PADANG, AmanMakmur.com — Anggota DPR RI asal Sumatera Barat II Hj Nevi Zuairina pada Konferensi Internasional yang digelar Universitas Andalas (Unand), Padang, bekerjasama dengan berbagai lembaga termasuk Kementerian BUMN bicara tentang betapa pentingnya perguruan tinggi berperan mewujudkan pertumbuhan wirausaha nasional.
Legislator PKS ini mengatakan, universitas merupakan tempat sumber daya manusia (SDM) yang sangat mumpuni dan berkualitas dalam mempersiapkan diri untuk terjun di berbagai sektor mulai dari ilmu pengetahuan hingga kewirausahaan.
“Masalah yang umumnya dihadapi oleh negara berkembang seperti Indonesia adalah tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran, rendahnya tingkat kesejahteraan dan pendidikan, mahalnya harga pangan dan kesehatan. Cara untuk mengatasi masalah-masalah tersebut salah satunya diperlukan peran kewirausahaan dalam perekonomian Indonesia yang diampu oleh SDM berkualitas lulusan perguruan tinggi”, urai Nevi, melalui keterangan persnya, Jumat (9/9/2022).
Politisi perempuan Sumbar yang saat ini duduk di Komisi VI DPR RI ini menjelaskan, lapangan kerja baru yang diwujudkan oleh lulusan perguruan tinggi, diharapkan dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat. Bila kondisi ini dapat diwujudkan, akan membantu perputaran perekonomian di Indonesia.
Nevi menambahkan, untuk mendorong perwujudan kewirausahaan, pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan seperti program pelatihan, dukungan akses pembiayaan yang murah hingga pendampingan untuk UMKM naik kelas.
“Pembiayaan selama ini menjadi tantangan yang kerap ditemui pelaku UMKM. Oleh sebab itu pemerintah menyediakan akses dana murah seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan suku bunga relatif kecil yakni 3%. Sementara untuk koperasi tersedia pendanaan khusus dari LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) yang merupakan BLU (Badan Layanan Umum) di bawah koordinasi Kemenkop UKM”, terang Nevi.
Nevi yang juga anggota Banggar (Badan Anggaran) DPR RI ini menerangkan, target penambahan wirausaha baru hingga 1,5 juta tidaklah mudah. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama dan sinergi dengan berbagai pihak termasuk dengan perguruan tinggi. Sehingga, menurutnya, Semua pihak perlu mendorong peningkatan wirausaha di Indonesia sehingga di tahun 2022, rasio kewirausahaan dapat meningkat menjadi 3,75%.
“Saya berharap, kita semua berharap, jumlah wirausahawan muda di Indonesia makin meningkat dipasok oleh perguruan tinggi. Jika ini terealisasi, maka akan banyak terbuka lapangan kerja, dan berdampak pada perbaikan ekonomi Indonesia”, tutup Nevi Zuairina.
(Rel/nzcenter)