• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Songsong Indonesia Emas 2045, LaNyalla Minta Anak Muda Persiapkan Diri

Sabtu, 27/11/21 | 00:20 WIB
in Berita
0
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti hadir secara virtual dalam acara Indonesia Youth Festival 2021 Melompat Maju yang bertema “Menyongsong Indonesia Emas 2045”, Jumat (26/11), dari Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar). (Foto : dpd)

SIJUNJUNG, AmanMakmur.com —Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menegaskan bahwa generasi muda Indonesia harus mempersiapkan diri dalam menyambut Indonesia Emas di tahun 2045.

Hal itu dikatakan oleh LaNyalla secara virtual dalam acara Indonesia Youth Festival 2021 Melompat Maju yang bertema “Menyongsong Indonesia Emas 2045”, Jumat (26/11), dari Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar).

“Peran pemuda dan mahasiswa menjadi sangat penting, karena merekalah yang akan menjadi garda terdepan dalam menyukseskan Indonesia Emas ini agar dapat meraih bonus demografi,” ujar LaNyalla.

LihatJuga

Bupati Annisa Suci Ramadhani Siapkan Bonus Rp1 Miliar untuk Atlet Dharmasraya Peraih Medali di Porprov XVI Sumbar

Bupati Annisa Suci Ramadhani Siapkan Bonus Rp1 Miliar untuk Atlet Dharmasraya Peraih Medali di Porprov XVI Sumbar

Jumat, 02/10/26 | 20:22 WIB
6
Pemkab Mentawai Dukung Penguatan UMKM Terdampak Bencana, 85 Pelaku Usaha Ikuti Program Kementerian UMKM

Pemkab Mentawai Dukung Penguatan UMKM Terdampak Bencana, 85 Pelaku Usaha Ikuti Program Kementerian UMKM

Jumat, 02/10/26 | 20:00 WIB
6
DPD RI Dorong RUU Daerah Kepulauan Perkuat Konektivitas dan Hak Masyarakat Adat

DPD RI Dorong RUU Daerah Kepulauan Perkuat Konektivitas dan Hak Masyarakat Adat

Jumat, 02/10/26 | 19:52 WIB
3

Indonesia Emas, atau Indonesia Tahun 2045 yang dimaksud LaNyalla adalah pada tahun 2045, ada beberapa momentum penting bagi bangsa Indonesia. Pertama, usia Republik Indonesia genap 100 tahun. Kedua, pada tahun itu terjadi ledakan jumlah penduduk usia produktif. Ketiga, pada tahun itu, jika sesuai rencana, Indonesia termasuk dalam negara berpenghasilan tinggi dan masuk dalam urutan negara 5 besar di dunia.

“Untuk menghadapi hal itu, Indonesia harus mempersiapkannya dengan matang,” ucapnya.

Lanjut LaNyalla, pemerintah sebenarnya telah menyusun roadmap menuju Indonesia 2045, dengan 4 pokok pembangunan prioritas. Pertama, pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, pembangunan ekonomi berkelanjutan. Ketiga, pemerataan pembangunan di luar Jawa dan keempat yakni pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.

Keempat prioritas itu dirangkum dalam satu kalimat, yaitu; “Indonesia 2045: Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur”.

“Namun situasi global terkadang membuat sesuatu tak berjalan sesuai rencana. Seperti misalnya turbulensi akibat pandemi Covid-19 yang tidak pernah kita duga. Sehingga beberapa rencana menjadi gagal dan terhambat,” tukasnya.

Saat ini pun, menurut LaNyalla, Indonesia belum mendekati pada visi besar “Indonesia 2045: Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur”.

“Hari ini kita melihat
sendiri ketimpangan penguasaan kekayaan, dimana kurang dari 2 persen penduduk Indonesia menguasai hampir separo kekayaan Indonesia. Jika ini dibiarkan, tentu akan sulit untuk mewujudkan 4 kata dalam visi Indonesia Emas 2045 itu,” tegasnya.

Oleh karena itu, ditambahkannya, arah perjalanan bangsa harus dikoreksi. Dengan tujuan, agar roadmap yang telah disusun pemerintah dapat terwujud, dan Indonesia ke depan lebih baik.

“Kami, di DPD RI memandang, koreksi yang bisa dilakukan adalah dengan meninjau ulang Amandemen Konstitusi di tahun 1999 hingga 2002 lalu. Karena hasilnya membuat Indonesia menjadi negara liberal kapitalistik,” lanjutnya.

Bila tidak ada koreksi, katanya, bonus demografi tahun 2045, dimana pada penduduk usia produktif berusia antara 15 hingga 64 tahun mencapai 71 persen tidak akan tertangani dengan baik.

“Jangan sampai terjadi, saat kita memasuki era ledakan jumlah penduduk usia produktif, tetapi lapangan pekerjaan tidak mampu menyerap. Jika hal itu terjadi, bukan bonus demografi yang kita dapatkan tetapi bencana demografi,” ujar Senator asal Jawa Timur itu.

Selain itu, yang harus dilakukan Indonesia adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, terutama kualitas para pemuda dan para mahasiswa.

“Karena pemuda dan mahasiswa sebagai bagian dari stakeholders generasi terdidik, memiliki peran dan fungsi yang sangat besar dalam aspek moral, sosial dan intelektual,” tegasnya.

Pemuda dan mahasiswa, juga merupakan kelompok masyarakat yang dianggap sudah dewasa, dalam memilih kehidupannya sendiri. Pemuda dan mahasiswa telah memiliki kesadaran ideologi sebagai bagian dari stakeholder bangsa.

“Artinya tongkat estafet peralihan suatu peradaban terletak di pundak mereka. Karena itu, baik buruknya nasib umat kelak, bergantung pada kondisi pemuda dan mahasiswa sekarang ini,” paparnya.

LaNyalla menyarankan agar negara menyiapkan roadmap dalam
penyiapan infrastruktur pendidikan di Indonesia lewat tiga tahapan terukur. Yaitu; Tahap Pertama, dimulai dari sekarang hingga tahun 2025 dengan fokus pembangunan pendidikan pada peningkatan kapasitas satuan pendidikan.

Tahap kedua, 2026 hingga 2035, pembangunan pendidikan direncanakan sebagai tahap mewujudkan manusia Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan di segala bidang, dengan struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif. Untuk mencapai tujuan pendidikan tahap kedua ini pemerintah harus memprioritaskan Penguatan Pendidikan Karakter.

“Tahap ketiga, di tahun 2036 hingga 2045, pembangunan pendidikan diarahkan pada meningkatnya taraf pendidikan rakyat Indonesia yang mampu menciptakan Sumber Daya Manusia unggul dan berdaya saing internasional,” beber dia lagi.

Dengan begitu, kata LaNyalla, di tahun 2045, usia produktif Indonesia yang melimpah mampu mengubah tantangan menjadi peluang di tengah era Disrupsi dan percepatan teknologi di segala bidang. Sehingga bonus demografi benar-benar menjadi berkah bagi Indonesia, sekaligus kita benar-benar mampu menghadirkan Generasi Emas di tahun 2045.

“Orang-orang muda harus menjadi ujung tombak dalam proses perjuangan, pembaharuan dan pembangunan bangsa. Pemuda dan mahasiswa sebagai salah satu aktor intelektual, sudah seharusnya mampu membawa bangsa ini bertransformasi menuju ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

(Rel/dpd)

Post Views: 292
ShareSendShare
Previous Post

Mahyudin Harap Al-Hidayah Turut Membentuk Karakter Bangsa

Next Post

Masih Ada Badan Publik Anggap KIP sebagai Momok

Next Post
Masih Ada Badan Publik Anggap KIP sebagai Momok

Masih Ada Badan Publik Anggap KIP sebagai Momok

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,395)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,589)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,224)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,880)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,838)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,209)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,238)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,699)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,667)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,681)

Berita Lainnya

Prof Djohermansyah Djohan: Kebijakan MBG Perlu Dikembalikan pada Prinsip Efisiensi, Prioritas dan Otonomi Daerah

Prof Djohermansyah Djohan: Kebijakan MBG Perlu Dikembalikan pada Prinsip Efisiensi, Prioritas dan Otonomi Daerah

Rabu, 10/6/26 | 13:47 WIB
5

Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof Dr Djohermansyah Djohan, MA. (Foto : Dok) JAKARTA,  AmanMakmur --- Program Makan...

Isu Panas Otonomi Daerah Pasca Pilkada Serentak

Isu Panas Otonomi Daerah Pasca Pilkada Serentak

Senin, 27/1/25 | 18:18 WIB
20

Djohermansyah Djohan, Guru Besar IPDN, pendiri Institut Otonomi Daerah, penulis Buku Koki Otonomi: Resep Memajukan Pemda. (Foto : Dok) Oleh:...

Bupati Mentawai Teken Kesepakatan Bersama dengan Kejari Terkait Penanganan Hukum Perdata dan TUN

Bupati Mentawai Teken Kesepakatan Bersama dengan Kejari Terkait Penanganan Hukum Perdata dan TUN

Rabu, 21/1/26 | 20:34 WIB
8

Pemkab Kepulauan Mentawai teken kerjasama dengan Kejari Kepulauan Mentawai. (Foto : Koimnfo) KEPULAUAN MENTAWAI, AmanMakmur ---Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana,...

Nevi Zuairina Minta RNI Mampu Sebagai Off Taker Produk Petani dan Nelayan

Nevi Zuairina Minta RNI Mampu Sebagai Off Taker Produk Petani dan Nelayan

Jumat, 16/6/23 | 07:20 WIB
15

Anggota Komisi VI DPR RI Hj Nevi Zuairina. (Foto : nzcenter) JAKARTA, AmanMakmur--- Anggota Komisi VI DPR RI Hj Nevi...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.