
Oleh: Isa Kurniawan
BERDASARKAN SK Nomor 580 Tahun 2024, KPU (Komisi Pemilihan Umum) Padang telah menetapkan Calon Terpilih Anggota DPRD Padang dalam Pemilu 2024 lalu.
Pada penetapan tersebut; PKS dengan 7 kursi, Gerindra (7), NasDem (7), Golkar (5), PAN (5), Demokrat (4), PKB (4 ), PDIP (3), PPP (2), dan Ummat (1).
Ada 10 parpol yang mengisi 45 kursi DPRD Padang periode 2024-2029 tersebut.
Disampaikan KPU Padang, bahwa tahapan Pemilu 2024 sudah menuju akhir, dimana tinggal menunggu pelantikan Anggota DPRD Padang Terpilih pada bulan Agustus 2024 mendatang.
Saat ini, KPU Padang telah masuk pula ke tahapan Pilkada Serentak 2024, yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang.
****
Dengan telah resminya komposisi kursi DPRD Padang Periode 2024-2029, maka para pihak yang akan ikut Pilkada Padang 2024, sudah bisa mengancar-ancar koalisi untuk mengusung pasangan bakal calon Walikota-Wakil Walikota Padang Periode 2025-2030.
Syarat pengajuan pasangan calon, yakni 20% dari kursi DPRD Padang. Jadi minimal itu pasangan calon didukung oleh 20%x45 kursi, sebanyak 9 kursi.
Atau, 25% dari suara sah parpol atau gabungan parpol pada Pemilu 2024. Dan hanya berlaku untuk parpol yang mendapatkan perolehan kursi di DPRD Padang, sesuai dengan ketentuan Pasal 40 ayat (3) UU 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.
Kemudian ada jalur perseorangan (independen), yang sudah dimulai pada 5 Mei 2024 ini prosesnya.
Pada Pilkada Padang 2024 ini, untuk calon independen wajib mendapatkan minimal 49.964 dukungan.
Jumlah tersebut ditetapkan KPU Padang sesuai dengan ketentuan minimal 7,5 persen dari DPT (Daftar Pemilih Tetap) Kota Padang pada Pemilu 2024, yang berjumlah 666.178 pemilih.
Melihat gelagatnya saat ini, agak lemah yang mau ikut jalur independen.
****
Pada Pilkada Padang 2013, diikuti oleh 10 pasang calon. Di antaranya; 7 independen dan 3 dari gabungan partai politik. Ini tercatat sebagai pilkada yang diikuti paling banyak calon independennya.
7 pasang calon independen tersebut; Ibrahim-Nardi Gusman, Kandris-Indra Dwipa, Indra Jaya-Yefri Hendri Darmi dan Desril Ayunda-James Heliward. Lalu, Asnawi Bahar-Surya Budhi, Maigus Nasir-Armalis dan Syamsuar Syam-Mawardi Nur.
Kemudian 3 pasang dari gabungan parpol; Emma Yohana-Wahyu Iramana Putra (Golkar dan PBB), Mahyeldi-Emzalmi (PKS dan PPP) dan Muhammad Iclas El Qudsi-Januardi Sumka (PAN-Demokrat).
Terjadi 2 putaran, bertarung antara; Mahyedi-Emzalmi dengan Desri Ayunda-James Heliward. Akhirnya dimenangkan oleh pasangan Mahyeldi-Emzalmi.
Sementara pada Pilkada Padang 2018, hanya diikuti 2 pasang calon; Mahyeldi-Hendri Septa (PKS dan PAN), dan Emzalmi-Desri Ayunda (koalisi besar yang terdiri dari 12 parpol, yakni; Golkar, NasDem, PDI-P, Gerindra, Demokrat, Hanura, PKB, PPP, PBB, dan Perindo).
Akhirnya pertarungan dimenangkan oleh pasangan Mahyeldi-Hendri Septa.
Di kedua pilkada tersebut, adakalanya banyak pasangan calon (2013), dan ada pula cuma dua pasang calon, head to head (2018).
****
Pada Pilkada Padang 2024 mendatang, dengan mencermati perolehan/komposisi kursi DPRD Padang, maka dalam pandangan saya, terbuka peluang untuk 4 pasangan calon maju bertarung —setelah melihat para bakal calon yang muncul.
Yang bisa leading membangun poros koalisi, yakni; PKS (7), Gerindra (7), NasDem (7), serta PAN (5) / Golkar (5).
Masing-masing poros bisa berkoalisi dengan; PKB (4), Demokrat (4), PDIP (3), PPP (2), dan/atau Ummat (1).
Poros PKS (7), bisa berkoalisi dengan PPP (2), dengan Bakal Calon Walikota-nya Khairul Ikhwan (kader PKS/mantan Anggota DPRD Padang)
Poros NasDem (7), bisa berkoalisi dengan PKB (4), dan Ummat (1). Karena sama-sama berkoalisi sewaktu Pilpres. Bakal Calon Walikota-nya; Fadly Amran (Ketua DPW NasDem Sumbar/mantan Walikota Padang Panjang)
Poros Gerindra (7), bisa berkoalisi dengan Golkar (5), dengan Bakal Calon Walikota-nya Ekos Albar (dicalonkan Golkar/SK DPP/mantan Wakil Walikota Padang)
Dan Poros PAN (5), berkoalisi dengan Demokrat (4), dan PDIP (3). Dengan Bakal Calon Walikota-nya Hendri Septa (Ketua DPD PAN Padang/mantan Walikota Padang).
Bagi yang berpendapat lain, silahkan mengotak-atiknya. Apakah itu koalisinya, maupun Bakal Calon Walikota-nya.
Karena, sebagaimana diketahui, politik itu adalah seni dari segala kemungkinan.
Kenudian bagaimana dengan pasangan Bakal Calon Wakil Walikota-nya, dan kemungkinan untuk menang? Akan diulas lebih lanjut dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. *)
Penulis adalah Pengamat Abal-abal /
Warga Padang











