• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Lahan Dipaksa untuk Tol, Warga Sumedang Mengadu ke Ketua DPD RI

Senin, 21/3/22 | 09:53 WIB
in Berita
0
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menerima sejumlah warga asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang mengadu terkait lahan yang diambil paksa dengan dalih pembangunan jalan tol. (Foto : dpd)

JAKARTA, AmanMakmur.com — Sejumlah warga asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengadu kepada Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, terkait lahan yang diambil paksa dengan dalih pembangunan jalan tol.

Yang menjadi masalah, hingga kini proses pembayaran belum sepenuhnya rampung. Padahal, lahan yang awalnya disiapkan untuk pembangunan jalan tol tersebut tak jadi digunakan untuk membangun jalan tol.

“Lahan kami tak jadi dibangun jalan tol. Jalan tol malah dialihkan ke lokasi lainnya. Ini berproses mulai tahun 2008,” kata salah seorang perwakilan warga, Yayat, saat audiensi dengan Ketua DPD RI di kediaman Ketua DPD RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (20/3).

LihatJuga

Retret Ketua DPRD, Prof Djohermansyah Djohan: Integritas Tidak Dapat Dibentuk Secara Instan

Retret Ketua DPRD, Prof Djohermansyah Djohan: Integritas Tidak Dapat Dibentuk Secara Instan

Kamis, 16/4/26 | 21:39 WIB
10
Ketua DPRD Padang Pariaman Aprinaldi Ikuti Retret Lemhannas di Magelang

Ketua DPRD Padang Pariaman Aprinaldi Ikuti Retret Lemhannas di Magelang

Kamis, 16/4/26 | 11:55 WIB
10
KAI Divre II Sumbar Lakukan Medical Check Up Rutin bagi Pekerja

KAI Divre II Sumbar Lakukan Medical Check Up Rutin bagi Pekerja

Kamis, 16/4/26 | 10:31 WIB
7

Pada kesempatan itu, Yayat didampingi sejumlah rekannya di antaranya Deden Hidayat, Dudi Abdullah, Tommy dan Darmawan.

Dikatakan, awalnya warga sama sekali tak berencana menjual lahan mereka. Namun, tiba-tiba ada tim tujuh yang disebut-sebut menjadi kuasa warga dan menjual lahan milik mereka yang akan dibangun jalan tol.

“Kami tak pernah menguasakan kepada tim tujuh, tapi tiba-tiba lahan kami diperjualbelikan. Ada pembayaran paksa. Bilamana tak diambil, barang hilang dan uang hilang,” kata Yayat.

Tentu saja hal tersebut membuat bingung seluruh warga, termasuk Yayat. Mau tidak mau, sebanyak 400 KK merelakan lahan mereka daripada tak mendapatkan apapun.

“Luasannya 61 hektare. Kurang lebih seluruhnya Rp46 miliar untuk 400 KK. Paling tinggi lahan dibayar seharga Rp1,260 juta. Ada yang dibayar Rp900 ribu, ada juga Rp750 ribu. Lahan saya seluas 822 meter dibayar Rp10 juta,” katanya.

Pada saat pemberkasan, Yayat melanjutkan, oleh Panitia Perluasan Tanah (P2T) warga diminta tanda tangan namun tak diperkenankan membaca isi surat yang ditandatanganinya tersebut.

“Pada saat pembayaran, kami dicicil, sampai ada yang selama setahun. Katanya jangan banyak-banyak pegang uang, nanti dirampok,” jelasnya.

Sialnya, setiap kali pembayaran diberikan, uang mereka masih dipotong oleh Tim Tujuh dengan alasan operasional.

Yayat bersama warga sudah menempuh berbagai cara untuk memperjuangkan hak mereka. Namun hingga kini perjuangan mereka nihil.

“Sudah melapor ke Pemda, ke Polda Jabar juga. Namun selama tiga tahun tak ada perkembangan. Kami warga juga sudah menemui Komnas HAM,” katanya.

Yayat bersama rekan-rekannya berharap Ketua DPD RI dapat menyelesaikan masalah yang mereka hadapi tersebut.

“Kami yakin Pak LaNyalla yang dapat menyelesaikan permasalahan kami. Untuk itu kami datang ke sini,” kata Yayat diamini rekan-rekannya.

Menanggapi aspirasi warga tersebut, Ketua DPD RI langsung gerak cepat. Ia langsung mengagendakan peninjauan ke lokasi dan langsung bertemu warga serta stakeholder terkait lainnya.

“Besok saya langsung agendakan kunjungan kerja untuk menggali informasi lebih detail ke warga dan stakeholder terkait lainnya. Hasil kunjungan kerja akan kami teruskan kepada Presiden dan Kementerian terkait,” tegas LaNyalla.

Ia mengaku prihatin atas apa yang menimpa warga. Dalam catatan LaNyalla, apa yang dialami warga di Sumedang ini bukan satu-satunya kasus sengketa antara masyarakat dan negara dalam hal pembangunan jalan tol.

“Tentu kita prihatin dengan peristiwa ini. Tak semestinya hal ini terjadi. Keberpihakan negara itu harus kepada rakyat. Saya perlu tegaskan, kita butuh pembangunan. Tapi bukan pembangunan yang menyingkirkan rakyat, menggusur mereka dan menjauhkan mereka dari akar budayanya,” tegas LaNyalla.

(Rel/dpd)

Post Views: 279
ShareSendShare
Previous Post

Tentang Jaminan Produk Halal, Gus Hilmy: Sudahi Perdebatan Logo, Cermati Prosesnya

Next Post

DPD Siap Jadi Palang Pintu Hadang Penundaan Pemilu, LaNyalla: Tak Ada Urusan dengan Oligarki

Next Post
DPD Siap Jadi Palang Pintu Hadang Penundaan Pemilu, LaNyalla: Tak Ada Urusan dengan Oligarki

DPD Siap Jadi Palang Pintu Hadang Penundaan Pemilu, LaNyalla: Tak Ada Urusan dengan Oligarki

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,147)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,347)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (8,973)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,631)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,610)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,920)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,029)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,454)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,386)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,479)

Berita Lainnya

Setelah Diklat Dasar, 29 Kader GP Ansor Koto Tangah Dibaiat

Setelah Diklat Dasar, 29 Kader GP Ansor Koto Tangah Dibaiat

Senin, 13/3/23 | 14:36 WIB
14

Suasana Upacara Pembaiatan Diklat Dasar Terbadu (DTD) GP Ansor PAC Koto Tangah. (Foto : Alf) PADANG, AmanMakmur ---Deburan ombak Samudra...

Sultan B Najamudin Doakan yang Terbaik atas Hilangnya Kapal Selam Nanggala 402

Sultan B Najamudin Doakan yang Terbaik atas Hilangnya Kapal Selam Nanggala 402

Sabtu, 24/4/21 | 01:47 WIB
69

BENGKULU, AmanMakmur.com ---Kurang lebih sudah selama tiga hari, sejak Rabu (21/4), Kapal Selam Nanggala 402 kehilangan kontak dan selama itu...

Peresmian 17 Stadion, Bentuk Dukungan Kementerian PU untuk Sepakbola Indonesia Mendunia

Peresmian 17 Stadion, Bentuk Dukungan Kementerian PU untuk Sepakbola Indonesia Mendunia

Selasa, 18/3/25 | 09:54 WIB
8

Presiden Prabowo resmikan 17 stadion di seluruh Indonesia. (Foto : pu) JAKARTA, AmanMakmur ---Menteri PU (Pekerjaan Umum) Dody Hanggodo mendampingi...

Melihat Keunikan Budaya Minangkabau dari Sisi Bundo Kanduang

Melihat Keunikan Budaya Minangkabau dari Sisi Bundo Kanduang

Rabu, 09/6/21 | 11:54 WIB
11

Suci Angraini, Magister Ilmu Politik Fisip Unand. (Foto : dok) SEJAK tahun 1970-an kajian tentang budaya Minangkabau telah menarik banyak...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.