
JAWA TENGAH, AmanMakmur–-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Padang Pariaman Aprinaldi, mengikuti Retret Nasional yang digelar oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Akademi Militer Lembah Tidar, Magelang, Jawa Tengah,15-19 April 2026.
Kegiatan yang diikuti 478 dari 557 Ketua DPRD dari seluruh Indonesia ini, menjadi bagian dari Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan legislatif daerah dalam menghadapi tantangan nasional dan global.
Retret tersebut, dibuka oleh Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily, yang menekankan pentingnya pembekalan nilai-nilai kebangsaan bagi para pimpinan daerah. Ia menyebut, kegiatan itu tidak sebatas pelatihan formal. Melainkan proses internalisasi untuk membentuk negarawan yang berintegritas, serta memiliki visi yang sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Hari pertama pelaksanaan, 15 April, bertepatan dengan hari kelahiran Aprinaldi, yang lahir pada 15 April 1983. Momen tersebut menjadi refleksi personal sekaligus simbolik bagi dirinya dalam menjalani proses pembelajaran kepemimpinan di lingkungan militer yang dikenal dengan disiplin tinggi.
“Bagi saya, ini adalah momentum memperbarui komitmen sebagai pelayan rakyat. Bertepatan dengan hari lahir saya, saya memaknainya sebagai pengingat bahwa kepemimpinan harus terus ditempa, bukan hanya secara politik, tetapi juga secara karakter dan integritas,” kata Aprinaldi saat dihubungi, Kamis (16/4/2026).
Suami dari Yona Ariska ini menambahkan, bahwa pengalaman mengikuti retret di Akmil membawa kembali ingatannya pada masa muda, ketika disiplin menjadi fondasi utama perjalanan organisasinya.
Aprinaldi diketahui memiliki rekam jejak panjang dalam dunia kepemimpinan sejak usia dini, mulai dari Ketua OSIS saat SMP hingga SMA, Ketua BEM di Universitas Negeri Padang (UNP), hingga Ketua DKC Pramuka Padang Pariaman (Kota Pariaman belum Otonomi Daerah) saat masih duduk di bangku SMA.
“Lingkungan seperti ini mengingatkan saya pada proses panjang yang telah saya lalui, dari OSIS, Pramuka, hingga organisasi kepemudaan. Disiplin adalah kunci. Tanpa itu, kepemimpinan hanya menjadi simbol tanpa substansi,” ujarnya.
Di samping itu, Aprinaldi juga pernah menjabat sebagai Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Sumbar, serta Ketua KONI Padang Pariaman, yang semakin memperkaya pengalamannya dalam memimpin organisasi dengan latar belakang yang beragam.
Menurut ayah tiga anak ini, retret memberikan ruang untuk menyelaraskan perspektif antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam menghadapi dinamika geopolitik global dan tantangan pembangunan ke depan.
Agenda retret mencakup pembekalan empat konsensus kebangsaan, penguatan integritas, serta sinkronisasi kebijakan Nasional dan Daerah. Pada hari kedua, peserta mendapatkan materi terkait visi kebangsaan dan arah kebijakan strategis nasional. Hari ketiga difokuskan pada pendalaman kepemimpinan dan pembangunan karakter, sementara hari keempat diarahkan pada penyelarasan program Pusat dan Daerah.

Sejumlah pejabat tinggi negara dijadwalkan memberikan materi, antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Ketua KPK Setyo Budiyanto.
Dikutip dari berbagai sumber media, dari sisi penyelenggaraan, Pemerintah Kota Magelang menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Walikota Magelang Damar Prasetyono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan infrastruktur, layanan kesehatan, serta pengamanan untuk memastikan kelancaran kegiatan.
Aprinaldi menilai, retret ini penting sebagai ruang konsolidasi nasional bagi para pimpinan DPRD. Ia menegaskan bahwa hasil dari kegiatan ini akan diterjemahkan dalam kebijakan konkret di daerah.
“Yang paling penting bagaimana kita mengimplementasikannya di daerah. Saya ingin memastikan bahwa Padang Pariaman mampu bergerak sejalan dengan arah kebijakan nasional, tanpa kehilangan karakter dan budaya yang menjadi kekuatan kita,” ujarnya.
Ia juga menekankan, pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan daerah. Termasuk sinergi antara legislatif, eksekutif dan masyarakat.
“Kepemimpinan ke depan tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi yang kuat. Dan forum seperti ini, menjadi tempat strategis untuk membangun kesamaan visi,” kata Aprinaldi.
Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan menutup kegiatan Retret pada 19 April 2026. Penyampaian rangkuman hasil pembelajaran dan komitmen tindak lanjut dari seluruh peserta saat penutupan, diharapkan menjadi landasan penguatan tata kelola Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia.
(OLP/AS)










