
AGAM, AmanMakmur-— Rangkaian kegiatan Gerakan Masyarakat Adat dalam Pelestarian Hutan dan Cegah Bencana (Gema Lencana) yang berbasis kearifan lokal di Nagari Lasi, terus digalakkan. Kali ini Kerapatan Adat Nagari Lasi memberikan pembekalan kepada anak yatim piatu, tentang tata cara membibitkan tanaman.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (24/1/2026) di Panti Anak Yatim Piatu Jorong Lasi Mudo Nagari Lasi Kecamatan Canduang Kabupaten Agam itu, dihadiri oleh Ketua KAN Lasi AKBP Dr Jamalul Ihsan Datuak Sati, Kapalo Jorong Lasi Mudo yang juga Bendahara KAN Lasi, Edi Muhardi, Ketua Bidang Pembinaan Seni KAN Lasi, Pado Kayo Bakri dan Pengurus Yayasan Anak Yatim Piatu Nagari Lasi serta anak yatim piatu di Nagari Lasi.

Sebagaimana disampaikan oleh Ketua KAN Jamalul Datuak Sati, materinya mulai dari teori sampai praktek. Kemudian, anak yatim piatu tersebut juga diberikan bibit Jengkol (jariang) dari Ikatan Keluarga Ampek Angkek Tjanduang (IKAT) Kota Padang, masing-masing 1 batang untuk ditanam di tanah kaum.
“Kegiatan ini, merupakan rangkaian gerakan masyarakat adat yang berbasiskan kearifan lokal di Nagari Lasi. Insyaallah dengan dukungan dari berbagai pihak, kegiatan ini akan tetap berlanjut sesuai kesepakatan ‘buek arek’ yang telah kami sepakati bersama”, ujar Datuak Sati.
Ditambahkan Datuak Sati, bahwa kegiatan ini di samping mengajarkan sedari dini mengenai kepedulian terhadap lingkungan hidup. Juga sebagai sarana untuk mendidik anak-anak belajar menanam, guna menabung untuk masa depan mereka.

“Kalau kita sudah mulai mengajarkan kepada anak-anak tentang pentingnya budaya menanam, insyaallah ini akan menjadi tabungan mereka bila sudah dewasa nanti. Karena itu, kami dari KAN memberi nama ‘Kayu Kacio Keluarga’“, tambahnya.
Diketahui, bahwa Yayasan yatim dan piatu panti Nagari Lasi yang berdiri sejak mei 2019 ini, memiliki anak asuh yatim dan piatu sebanyak 52 orang. Pola yang digunakan yayasan, anak yatim tetap tinggal di rumah orang tua dengan ayah atau ibunya. Bagi anak yang yatim piatu, akan tinggal bersama dengan mamak atau eteknya.
(AS)











