• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo: Saya Sebenarnya Penyair Dadakan, Tulis Puisi dalam Satu Jam

Kamis, 26/12/24 | 17:57 WIB
in Sastra
0
Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI sedang baca puisi. (Foto : Lasman S)

JAKARTA,  AmanMakmur —-“Saya ini sebenarnya penyair dadakan. Pertama kali nulis puisi pada usia 12 tahun, itupun dalam bahasa Inggris karena lama di luar negeri. Baru jelang usia 23 tahun balik ke Indonesia,” cerita Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ketika “didaulat” untuk baca puisi di hadapan para penyair dan undangan yang tergabung dalam Komunitas Sastra TISI (Taman Inspirasi Sastra Indonesia) bertempat di Aula Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin, Lantai 4 Gedung Panjang Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Selasa (24/12/2024).

Saat menjadi salah satu narasumber pada acara peluncuran (launching) dan diskusi sastra buku antologi puisi bersama berjudul “Ibu, Aku Anakmu” –merupakan produksi TISI ke-13 ini- yang juga dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo mengaku langsung menulis puisi jam 24.00 WIB, dan baru selesai pukul 01.00 WIB jelang dinihari. Jadi tulis puisi selesai dalam satu jam.

“Ditodong Bung Octa (Ketua TISI-red) untuk nulis puisi.Jam 24.00 WIB saya langsung nulis puisi, pas jelang deadline jam satu pagi selesai dua puisi, langsung dikirim ke Bung Octa,” akuinya.

LihatJuga

“Jejak Dari Dunia Yang Tak Terlihat”, Novel Horor Penulis Muda Faaiz yang Mulai Jadi Perbincangan

“Jejak Dari Dunia Yang Tak Terlihat”, Novel Horor Penulis Muda Faaiz yang Mulai Jadi Perbincangan

Minggu, 24/5/26 | 13:46 WIB
44
Sastra, Teknologi dan Kegelisahan Zaman

Sastra, Teknologi dan Kegelisahan Zaman

Sabtu, 09/5/26 | 23:39 WIB
6
Sastra, Teknologi dan Kegelisahan Zaman

Sastra, Teknologi dan Kegelisahan Zaman

Sabtu, 09/5/26 | 23:12 WIB
19

Octavianus Masheka-nama lengkap Bung Octa-sebagai kurator buku antologi puisi bersama tersebut akhirnya memasukkan 2 puisi karya Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo berjudul “Warisan Luka, Balutan Cinta” dan “Berkah, Berkah Tanggungjawab Duniaku Menantikan Kehadiranmu”, ke dalam buku antologi puisi bersama “Ibu, Aku Anakmu” pada halaman 146-150.

“Alhamdulilah, sebetulnya sejak tahun 2021 saya kebetulan sebagai Ketua Umum Tunas Indonesia Raya punya kebiasaan atau budaya menulis pantun. Bahkan beberapa kali dalam memberikan kata sambutan saya tulis dalam bentuk puisi,” ucapnya.

Sarah -panggilan akrabnya- sangat mengapresiasi kepada Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) yang tiap tahun meluncurkan buku antologi puisi terutama saat ada perayaan nasional seperti Hari Pahlawan dan Hari Ibu.

“Saya sangat mengapresiasi teman-teman TISI. Sebagai pencinta dan pelaku industri budaya kalau kita mau berjuang masing-masing atau sendiri-sendiri lebih susah. Namun, dengan TISI kita bareng-bareng kumpul bersama, akan lebih mudah. Saya senang kerjasama dengan TISI karena ini merupakan edukasi melalui karya sastra seperti kumpulan antologi puisi ini,” kilahnya.

Sementara ketika memberikan prolog berupa kata sambutan pada buku antologi puisi bersama, “Ibu, Aku Anakmu”, Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo mengatakan puisi memiliki kekuatan untuk menyampaikan emosi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata biasa.

“Melalui buku antologi puisi bersama ini kita diajak untuk menyelami beragam perspektif dan pengalaman tentang ibu dari para penyair yang berasal dari berbagai latar belakang. Mereka menyatukan suara, harapan, kenangan, dan penghormatan, bahkan mungkin kepedihan maupun penyelesaian dalam bait-bait yang penuh makna,” ujarnya.

Buku antologi puisi ini, lanjutnya, tidak hanya menjadi pengingat akan jasa seorang ibu dalam membentuk karakter bangsa. Kumpulan puisi ini juga cerminan peran seorang ibu dalam membentuk karakter bangsa.

Kumpulan puisi ini juga mengingatkan bahwa kita semua memiliki tanggungjawab untuk mendukung para ibu dan memastikan bahwa mereka mendapat penghormatan yang layak atas peran besar yang mereka emban.

“Saya percaya 96 penyair membaca ibu tidak hanya akan menjadi bacaan yang indah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus menghargai dan menyayangi sosok ibu, baik sebagai seorang anak maupun sebagai orangtua. Semoga buku antologi puisi ini memberikan kehangatan, pelajaran, dan kebijaksanaan bagi siapa pun yang membacanya,” pungkasnya.

(Lasman Simanjuntak)

Post Views: 211
ShareSendShare
Previous Post

Bupati Eka Putra Apresiasi Semangat Gotong Royong Masyarakat Galogandang Lakukan Pengecoran Jalan

Next Post

Refleksi Sastra Akhir Tahun: Puisi Dwi Bahasa Pilihan Terbaik Karya Pulo Lasman Simanjuntak Menutup Akhir Tahun 2024

Next Post
Refleksi Sastra Akhir Tahun: Puisi Dwi Bahasa Pilihan Terbaik Karya Pulo Lasman Simanjuntak Menutup Akhir Tahun 2024

Refleksi Sastra Akhir Tahun: Puisi Dwi Bahasa Pilihan Terbaik Karya Pulo Lasman Simanjuntak Menutup Akhir Tahun 2024

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,211)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,404)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,045)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,690)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,671)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,995)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,084)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,525)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,461)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,528)

Berita Lainnya

Nevi Zuairina Minta Holding UMi Mampu Tekan Rentenir

Nevi Zuairina Minta Holding UMi Mampu Tekan Rentenir

Senin, 27/9/21 | 05:28 WIB
11

Anggota DPR RI Komisi VI II, Hj Nevi Zuairina. (Foto : nzvoice) JAKARTA, AmanMakmur.com--- Anggota DPR RI Komisi VI II,...

Jangan Sampai Masuk Ramadan Persoalan Minyak Goreng Belum Juga Selesai

Jangan Sampai Masuk Ramadan Persoalan Minyak Goreng Belum Juga Selesai

Jumat, 11/3/22 | 11:13 WIB
25

Anggota DPD RI Fahira Idris. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur com ---Sampai saat ini persoalan minyak goreng belum juga selesai....

Inilah Testimoni Orisinil Senator Millenial Tentang LaNyalla

Inilah Testimoni Orisinil Senator Millenial Tentang LaNyalla

Senin, 24/6/24 | 15:28 WIB
7

Senator Paul Finsen Mayor Mananwir dari dapil Papua Barat Daya dan Dinda Rembulan dari dapil Kepulauan Bangka Belitung sedang memberikan...

Soal Capres Jalur Non Partai, Semua Senator Dukung LaNyalla

Soal Capres Jalur Non Partai, Semua Senator Dukung LaNyalla

Sabtu, 04/12/21 | 04:02 WIB
17

Ketua bersama Wakil Ketua DPD RI. (Dari kanan) Sultan B. Najamudin, Nono Sampono, Ketua DPD RI, Mahyudin, dalam acara Press...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.