• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Surat Terbuka untuk Menaker RI dari Presiden Internasional ACIKITA: Setop Pengiriman Anak Bangsa Jadi Tenaga Buruh Kasar dan Kuli ke Jepang

Selasa, 02/7/24 | 12:59 WIB
in Opini
0
Jumiarti Agus, Presiden Internasional ACIKITA, dan Alumni Tokyo Institute of Technology. (Foto : Dok)

Surat Terbuka untuk Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia (Menaker RI) dari Presiden Internasional ACIKITA Jepang

Setop Pengiriman Anak Bangsa Jadi Tenaga Buruh Kasar dan Kuli ke Jepang, Berkaryalah pada Jalur Profesional

Assalamu’alaikum Wr Wb

LihatJuga

193th Padang Pariaman, Menuju Bangkit Lebih Kuat

193th Padang Pariaman, Menuju Bangkit Lebih Kuat

Senin, 12/1/26 | 15:06 WIB
6
PNS dan Mobil Dinas

PNS dan Mobil Dinas

Rabu, 09/4/25 | 16:10 WIB
14
Katanya Biang Demokrasi?

Katanya Biang Demokrasi?

Senin, 07/4/25 | 12:06 WIB
25

Kepada Yth.
Ibu Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia (Menaker RI), dan pihak terkait lainnya di Indonesia.

Dengan ini kami berharap agar pengiriman anak bangsa jadi tenaga buruh kasar dan kuli ke Jepang dapat dihentikan (disetop), karena ditenggarai menimbulkan banyak masalah, di antaranya masalah sosial dan kriminal.

Dan lagi, ini menjerumuskan anak bangsa, menjatuhkan harkat dan martabat bangsa Indonesia di Jepang.

Orangtua, dan para pendidik, terutama di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), diminta untuk setop mengirimkan anak/siswa menjadi tenaga buruh kasar dan kuli ke Jepang.

Bila akan bekerja, ambillah jalur profesional dan lakukan perjuangan yang tepat.

Kami tinggal di Jepang 34 tahun (Bapak Prihardi Kahar, sebagai Profesor di Kobe University), dan saya Jumiarti Agus, 24 tahun, sangat mengetahui beragam kriminal dan perbuatan yang dilakukan oleh tenaga muda jalur buruh ini.

Ada yang mencencang temannya, dan memasukkan ke dalam kopor, ditinggalkan di bandara.

Kemudian, ada banyak kasus yang menikahi perempuan janda Jepang, dengan tujuan mendapatkan visa tinggal di Jepang, kemudian perlahan rekening tabungan dipindahkan. Nanti pulang ke Indonesia menikahi kekasihnya dan meninggalkan wanita Jepang.

Kini di Kobe mosque, imam tidak mudah untuk menikahkan para tenaga kerja asal Indonesia dengan muslimah (muallaf Jepang).

Beberapa kasus, setelah punya satu anak, sudah ada uang, wanita Jepang ditinggalkan.

Sahabat saya muslimah Jepang mengalaminya. Tapi pemerintah Jepang punya kebijakan melindungi dan membiayai biaya hidup para warganya dan warga asing dengan visa tinggal di Jepang, setiap bulan 160 ribu yen.

Masih banyak kasus lain, misalnya lari dari tempat kerja, tergiling mesin dan kecelakaan kerja lainnya.

Minimnya penguasaan bahasa Jepang yang mereka miliki, mengakibatkan susah berkomunikasi bila ada masalah yang dihadapi.

Mestinya berada di negeri orang, berkaryalah pada jalur profesional, bisa membantu saudara sebangsa untuk sukses dalam studi dan karir, mengharumkan nama besar bangsa Indonesia. Bukan menjadi orang orang buronan, pelaku kriminal dan kejahatan.

Mereka jangan lagi dijuluki pahlawan devisa, karena kalau berpergian jauh naik shinkansen mereka tidak bayar full harga tiket, hanya butuh beberapa ribu saja. Nanti setelah masuk shinkansen dan sampai di tempat tujuan ada temannya sesama tenaga kerja yang akan mengakali dan membantu agar dia bisa keluar stasiun.

Saya menuliskan hal ini dengan nawaitu baik. Manusia adalah kalifah di muka bumi, Allah menuntun kita dengan panduan Alquran dan hadist, kita di dunia seharusnya patuh dengan aturan-aturan Allah, karena goal hidup setiap muslim adalah go to jannah (syurga Allah).

Kalau mau ke LN (Luar Negeri), khususnya Jepang, jangan memilih jalur buruh atau kuli. Sebaiknya memilih jalur profesional. Caranya ambillah sekolah bahasa Jepang, hingga level N1, kemudian bisa melanjutkan studi ke sekolah kejuruan. Setelahnya bisa bekerja di tempat yang terhormat.

Kami di ACIKITA Foundation, ada Sekolah Persiapan Lanjut Studi ke Jepang (kurikulum design by ACIKITA), nantinya mereka bisa menjadi orang hebat di berbagai bidang.

Untuk menamatkan kurikulum PTU membutuhkan pendidikan 1-2 tahun sebelum masuk universitas atau sekolah kejuruan. Metode ini bisa diadopsi oleh sekolah-sekolah SMK, bukan mengirimkan anak muridnya ke luar negeri dengan jalur menjadi buruh. Sehingga mereka nantinya bisa bekerja sebagai profesional yang punya jenjang karir.

Demikianlah surat terbuka ini kami sampaikan, semoga pesan penting ini sampai kepada Ibu Menteri Tenaga Kerja RI secepat mungkin.

Terimakasih
Wassalamu’alaikum Wr Wb

Jumiarti Agus
(Alumni Tokyo Institute of Technology), dan Presiden Internasional ACIKITA (www.acikita.org)

Sekilas ACIKITA

ACIKITA adalah organisasi yang didirikan oleh anak bangsa yang berkarya (akademisi) di Tokyo Institute of Technology pada tahun 2006 dengan tujuan untuk memajukan Indonesia melalui perjuangan pada bidang pendidikan, karena pendidikan adalah akar kemajuan bangsa.

Visi ACIKITA itu; “Berjuang bersama membangun bangsa melalui bidang pendidikan untuk memutus rantai masalah bangsa.”

Salah satu fokus perjuangan di ACIKITA adalah mencetak generasi Habibie, maknanya generasi masa depan bangsa yang mempunyai keahlian spesifik, cinta tanah air, dan punya moral yang baik.

Dan untuk mencapai tujuan ini maka sejak 2018, ACIKITA membuka Sekolah Persiapan Lanjut Studi ke Jepang (PTU-ACIKITA/ School of Preparation to Enter University in Japan).

Program ini dibuat karena terdapatnya perbedaan sistem pendidikan di Indonesia dengan di Jepang, sehingga para pelaku pendidikan/orangtua siswa tidak memahami bagaimana seluk-beluk untuk bisa diterima seleksi beasiswa Jepang dan masuk universitas di Jepang.

ACIKITA telah mendesign kurikulum khusus untuk siswa dan mahasiswa Indonesia yang ingin lanjut studi S1/S2/S3 ke universitas di Jepang. Dimana, generasi muda Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri, dapat bergabung menjadi murid PTU ACIKITA.

(Putrie)

Post Views: 590
ShareSendShare
Previous Post

UU Pemasyarakatan Belum Berhasil Benahi Masalah Lapas

Next Post

KADE untuk Tanah Datar

Next Post
KADE untuk Tanah Datar

KADE untuk Tanah Datar

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,060)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,262)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (8,890)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,560)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,533)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,833)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (6,952)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,382)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,296)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,423)

Berita Lainnya

Gubernur Sumbar Mahyeldi Lepas Studi Tiru PJKIP ke Bali

Gubernur Sumbar Mahyeldi Lepas Studi Tiru PJKIP ke Bali

Rabu, 23/11/22 | 07:10 WIB
11

PJKIP dan KI Sumbar berfoto bersama dengan Gubernur Sumbar Mahyeldi. (Foto : pjkip) PADANG, AmanMakmur.com --- Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan...

Muhayatul Puji Kejuaraan Karate MGKC Open 2021 se-Pessel

Muhayatul Puji Kejuaraan Karate MGKC Open 2021 se-Pessel

Minggu, 28/3/21 | 09:08 WIB
23

PESISIR SELATAN, AmanMakmur.com ---Mandeh Goju Karate Club (MGKC) menggelar kejuaraan karate tingkat SD, SMP dan SMA sederajat se-Kabupaten Pesisir Selatan...

Mahyudin Minta Lahan APL Diberikan ke Masyarakat Bukan Perusahan

Mahyudin Minta Lahan APL Diberikan ke Masyarakat Bukan Perusahan

Jumat, 24/12/21 | 13:02 WIB
32

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin menghadiri acara pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) Kutai Timur. (Foto...

Senator Emma Yohanna Dukung Keberadaan Kampung Literasi Air Terbit Panti Pasaman

Senator Emma Yohanna Dukung Keberadaan Kampung Literasi Air Terbit Panti Pasaman

Selasa, 12/10/21 | 12:10 WIB
30

Anggota DPD RI Hj Emma Yohanna menghadiri Pencanangan Kampung Literasi Air Terbit yang berlokasi di Nagari Panti, Kabupaten Pasaman, Provinsi...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.