• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Abraham Liyanto: BUMDes di NTT Lebih Banyak Habiskan Dana Desa

Kamis, 09/2/23 | 19:10 WIB
in Berita
0
Anggota DPD RI dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Abraham Liyanto. (Foto : dpd)

NUSA TENGGARA TIMUR, AmanMakmur — Anggota DPD RI dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Abraham Liyanto menilai kehadiran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di NTT belum memberikan hasil apa-apa bagi peningkatan kas dana desa. Malah banyak BUMDes dibentuk hanya untuk habiskan dana desa yang dikucurkan pemerintah.

“Yang berhasil mungkin tidak sampai 10 persen. Sisanya, tidak ada yang efektif meningkatkan perekonomian desa. Sangat jauh dari tujuan BUMDes dibentuk yaitu untuk meningkatkan ekonomi desa,” kata Abraham di Kupang, Kamis (9/2/2023).

Dia melihat kehadiran BUMDes belum efektif karena asal dibentuk. Pembentukannya hanya memenuhi aturan. Dalam pengelolaan dan manajemen sama sekali tidak profesional.

LihatJuga

Raker DMI Ranting Kelurahan Surang Gadang Dibuka oleh Sekjen MUI Pusat Amirsyah Tambunan

Raker DMI Ranting Kelurahan Surang Gadang Dibuka oleh Sekjen MUI Pusat Amirsyah Tambunan

Minggu, 31/5/26 | 19:53 WIB
10
Pemkab Padang Pariaman Raih Opini WTP ke-13 Kali dari BPK RI Provinsi Sumbar

Pemkab Padang Pariaman Raih Opini WTP ke-13 Kali dari BPK RI Provinsi Sumbar

Sabtu, 30/5/26 | 22:05 WIB
6
Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana Lantik dan Serahkan SK ASN

Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana Lantik dan Serahkan SK ASN

Sabtu, 30/5/26 | 21:57 WIB
6

“Temuan kami di lapangan, banyak BUMDes yang tidak punya laporan kinerja. Tidak jelas uang yang dialokasikan untuk BUMDes mau beli apa. Dananya sudah keluar dari kas desa dan habis dananya. Tapi tidak ada hasilnya,” ujar pemilik Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang ini.

Dia menyebut rata-rata BUMDes di NTT menerima dana Rp 200-300 juta per desa. Tiap desa rata-rata telah alokasikan anggaran untuk BUMDes selama 3 tahun terakhir. Itu artinya kucuran dana untuk BUMDes sudah mencapai Rp 600-900 juta per desa dalam 3 tahun terakhir.

“Di NTT, ada 3.030 desa, dikalikan Rp 600-900 juta berarti ada Rp 1,818 triliun hingga Rp 2,727 triliun dari dana desa telah disetor ke BUMDes. Dana itu hilang begitu saja karena BUMDes tidak jalan. Ini sungguh menyedihkan,” tutur senator yang sudah tiga periode ini.

Selain pengelolaan yang tidak profesional, Abraham juga melihat persoalan yang sering muncul dalam pengelolaan BUMDes adalah seringnya ganti pengurus. Kondisi itu menyebabkan laporan keuangan antara pengurus lama dengan pengurus baru tidak nyambung atau tidak jelas.

“Pergantian pengurus sering terjadi karena ketidakcocokan dengan kepala desa,” tegas Abraham.

Ketua Dewan Pembina Kadin Provinsi NTT ini mengakui ada sekitar 10 persen BUMDes yang berjalan baik. Tinggal bagaimana caranya agar yang 10 persen ini bisa diikuti oleh BUMDes-BUMDes lainnya.

Dia mengusulkan BUMDes yang telah terbentuk bisa kerjasama dengan dunia usaha dan kampus. Dunia usaha membantu menerima dan memasarkan hasil usaha BUMDes. Sementara kampus membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengurus BUMDes.

“Jika jalan sendiri, apalagi kemampuan SDM lemah maka setiap bentuk BUMDes pasti selalu gagal,” kata Abraham.

Sesuai arahan Menteri Desa, lanjut Abraham, BUMDes menjadi tulang punggung pembangunan desa di masa mendatang. Hal itu karena negara tidak mungkin terus meningkatkan jumlah kucuran dana desa karena kemampuan uang negara terbatas.

Maka untuk menambah penghasilan di desa-desa, diharapkan bisa didapatkan dari BUMDes. Namun jika melihat pengelolaan BUMDes yang tidak efektif, harapan BUMDes sebagai tulang punggung pemasukan kas desa tidak akan tercapai.

Dia meminta Kementerian Desa agar memperhatikan serius masalah BUMDes tersebut. DPD RI juga sedang merancang UU tersendiri tentang BUMDes tersebut. Diharapkan nantinya benar-benar bisa memberdayakan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa.

“Pemerintah pusat maupun daerah perlu memberikan pelatihan yang lebih banyak lagi ke pengelolaan BUMDes. Supaya jiwa entrepreneurship (wirausaha) bisa muncul. Jika dilepas begitu saja, tanpa pelatihan dan pembinaan, kehadiran BUMDes nanti hanya untuk habis-habiskan dana desa,” tutup Abraham.

(Rel/dpd)

Post Views: 600
ShareSendShare
Previous Post

BULD DPD RI Kunjungan Kerja ke DIY Terkait Tindak Lanjut UU HKPD

Next Post

Bertemu Dubes Thailand, Sultan Bicara Kerjasama Riset di Sektor Pertanian Hingga Demokrasi

Next Post
Bertemu Dubes Thailand, Sultan Bicara Kerjasama Riset di Sektor Pertanian Hingga Demokrasi

Bertemu Dubes Thailand, Sultan Bicara Kerjasama Riset di Sektor Pertanian Hingga Demokrasi

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,203)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,393)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,039)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,684)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,665)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,979)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,079)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,521)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,449)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,520)

Berita Lainnya

LaNyalla: Dibanding Amerika dan India, Amandemen di RI Lebih Brutal dan Masif, Saatnya Sudahi Kerusakan Negara

LaNyalla: Dibanding Amerika dan India, Amandemen di RI Lebih Brutal dan Masif, Saatnya Sudahi Kerusakan Negara

Senin, 13/12/21 | 10:21 WIB
26

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com --- Jika dibandingkan dengan Amerika Serikat dan India,...

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2025: Forsepsi Turut Sukseskan Aksi Bersih-bersih Pantai Air Manis

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2025: Forsepsi Turut Sukseskan Aksi Bersih-bersih Pantai Air Manis

Minggu, 23/2/25 | 23:13 WIB
26

Ketua Forsepsi Pusat, Mina Dewi Sukmawati foto bersama dengan Kadis LH Padang Fadel Fadlan dan peserta HPSN 2025. (Foto :...

Baznas Pasaman Targetkan Penerimaan Zakat Rp5,5 Miliar

Baznas Pasaman Targetkan Penerimaan Zakat Rp5,5 Miliar

Rabu, 02/2/22 | 14:27 WIB
31

Ketua Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Pasaman H Aznil M, SE, MM. (Foto : syf) PASAMAN, AmanMakmur.com ---Ketua Baznas...

Ketua DPRD Sumbar Tutup Pekan Kebudayaan Daerah

Ketua DPRD Sumbar Tutup Pekan Kebudayaan Daerah

Selasa, 05/10/21 | 23:19 WIB
11

Ketua DPRD Sumbar Supardi secara resmi menutup Pekan Kebudayaan Daerah Sumatera Barat. (Foto : Nov) PADANG, AmanMakmur.com ---Ketua DPRD Sumbar...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.