• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

LaNyalla: Dibanding Amerika dan India, Amandemen di RI Lebih Brutal dan Masif, Saatnya Sudahi Kerusakan Negara

Senin, 13/12/21 | 10:21 WIB
in Berita
0
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd)

JAKARTA, AmanMakmur.com — Jika dibandingkan dengan Amerika Serikat dan India, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai amandemen konstitusi yang dilakukan Indonesia dalam kurun waktu 1999-2002 lebih brutal dan masif.

Menurutnya, amandemen yang terjadi pascareformasi itu merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Oleh karenanya, kita harus sudahi kerusakan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara yang merupakan imbas dari amandemen konstitusi yang dilakukan secara brutal dan masif pada kurun waktu 1999-2002,” kata LaNyalla saat memberikan Keynote Speech Diskusi Nasional Amandemen UUD 1945 kerja sama DPD RI dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya di Gedung Nusantara IV Komplek Parlemen Senayan, Senin (13/12).

LihatJuga

Hari Raya Idul Fitri Berpotensi Berbeda Hari, Pemkab Tanah Datar Tetap Fasilitasi Salat Ied di Lapangan Cindua Mato

Hari Raya Idul Fitri Berpotensi Berbeda Hari, Pemkab Tanah Datar Tetap Fasilitasi Salat Ied di Lapangan Cindua Mato

Jumat, 13/3/26 | 15:28 WIB
9
Haedar Nashir Dorong Kampus Muhammadiyah Bangun Konsolidasi dan Kemandirian Finansial

Haedar Nashir Dorong Kampus Muhammadiyah Bangun Konsolidasi dan Kemandirian Finansial

Jumat, 13/3/26 | 15:18 WIB
3
Dorong Integrasi Perekonomian Kawasan, Ketua DPD RI Sultan: Senator se-Sumatera Gagas One Sumatera Initiative

Dorong Integrasi Perekonomian Kawasan, Ketua DPD RI Sultan: Senator se-Sumatera Gagas One Sumatera Initiative

Jumat, 13/3/26 | 13:32 WIB
7

Senator asal Jawa Timur itu memaparkan, konstitusi asli Amerika Serikat terdiri dari 4.500 kata. Lalu dilakukan amandemen sebanyak 27 kali yang hanya menambah 2.500 kata.

Sedangkan konstitusi India, terdiri lebih dari 117.000 kata dan dilakukan Amandemen 104 kali dengan hanya menambah 30.000 kata.

“UUD 1945 asli sekitar 1.500 kata, dilakukan amandemen empat
tahap menjadi 4.500 kata yang secara substansi juga berbeda dengan
aslinya. Artinya terjadi perubahan besar-besaran dan tidak dilakukan dengan cara adendum. Inilah yang saya sebut Kecelakaan Konstitusi,” tegas LaNyalla.

Pada kegiatan yang mengambil tema ‘Urgensi UUD 1945 dalam Rangka Menuju Indonesia Maju’, LaNyalla mengatakan partai politik telah menjadi penentu tunggal arah perjalanan bangsa.

Partai politik menjadi satu-satunya instrumen untuk mengusung calon pemimpin bangsa ini. Dan hanya Partai politik melalui fraksi di DPR RI yang memutuskan Undang-Undang yang mengikat seluruh warga negara,” ujarnya.

Sebaliknya, kata LaNyalla, DPD RI sebagai wakil dari daerah, wakil dari golongan-golongan, wakil dari entitas-entitas civil society yang non-partisan, tidak memiliki ruang dalam menentukan wajah dan arah perjalanan bangsa.

Faktanya, sejak amandemen saat itu hingga hari ini, entitas civil society non-partisan terpinggirkan.

“Semua simpul penentu perjalanan bangsa ini direduksi hanya di tangan partai politik. Tanpa second opinion dan tanpa reserve. Inilah yang kemudian menghasilkan pola the winner takes all,” ucapnya.

Dikatakan LaNyalla, partai-Partai besar menjadi tirani mayoritas untuk mengendalikan semua keputusan melalui voting di parlemen. Mereka juga bersepakat membuat Undang-Undang yang memberi ambang batas parlemen atau parlementary threshold, dan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.

Sehingga lengkap sudah dominasi dan hegemoni partai politik untuk memasung Vox Populi dengan cara memaksa suara rakyat terhadap pilihan terbatas yang telah ditentukan.

Akibatnya, terjadi pembelahan yang tajam di masyarakat yang masih kita rasakan hingga hari ini. Karena dari dua kali Pilpres, mereka hanya menyajikan dua pasang calon yang berhadapan-hadapan.

“Inilah wajah konstitusi hasil amandemen 2002 yang telah mengubah lebih dari 90 persen isi pasal-pasal di UUD 1945 naskah asli. Dan telah mengganti sistem tata negara yang dirumuskan para pendiri bangsa yang mengacu kepada demokrasi asli Indonesia, yaitu Demokrasi Pancasila,” tutur LaNyalla.

“Sejak amandemen 2002, Indonesia telah meninggalkan Demokrasi Pancasila menjadi Demokrasi Liberal. Begitu pula dengan sistem Ekonomi Nasional, sejak amandemen 2002, Indonesia telah meninggalkan sistem Ekonomi Pancasila yang menitikberatkan kepada pemisahan yang jelas antara wilayah koperasi, BUMN dan swasta menjadi sistem Ekonomi Kapitalistik,” paparnya.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam konstitusi amandemen 2002 yang telah menambah 2 ayat di pasal 33, sehingga membuka peluang kepada swasta nasional maupun asing untuk menguasai cabang-cabang produksi yang penting bagi hajat hidup orang banyak, dengan dalih efisiensi.

“Tidak heran, bila mereka yang kaya semakin kaya, dan yang miskin akan tetap miskin. Dan, mereka yang kaya raya adalah segelintir orang yang menguasai hampir separo kekayaan Indonesia. Padahal negeri ini kaya raya. Sejatinya tidak ada kemiskinan akut di negeri ini selama tidak ada segelintir orang yang dengan brutal dan rakus menumpuk kekayaan untuk kemudian dibawa keluar Indonesia,” tegas LaNyalla.

Sekarang, kata LaNyalla, bola ia lemparkan kepada para rektor yang hadir di acara tersebut mengenai apa yang harus dilakukan dalam kondisi dan situasi seperti ini. ‘Apakah kita akan memperbaiki konstitusi yang sudah dibongkar total itu melalui amandemen ke-5 nanti atau kita harus kembali terlebih dahulu ke konstitusi asli untuk kemudian kita lakukan adendum dengan
cara yang benar? Saya berhadap diskusi ini mampu menjawab pertanyaan saya tersebut,” harap LaNyalla.

Yang pasti, ia menegaskan, kerusakan ini harus disudahi. Ia mengajak semua pihak berpikir sebagai negarawan.

“Kita harus memikirkan nasib anak cucu kita. Sebab, hukum alam akan memangsa mereka yang berbuat kerusakan di muka bumi. Dan alam tidak mengenal siapa yang melubangi kapal, tetapi semua penumpang kapal akan tenggelam,” demikian LaNyalla.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua 1 DPD RI Nono Sampono, serta sejumlah senator, yaitu Sylviana Murni (DKI Jakarta), Ahmad Nawardi (Jawa Timur), Bustami Zainudin (Lampung), Sukiryanto (Kalbar), dan Sudirman (Aceh), Angelius Wake Kako (NTT), Leonardy Harmainy (Sumbar) dan Darmansyah Husein (Babel) serta Abdul Hakim (Lampung).

Narasumber kegiatan adalah Rektor UINSA Masdar Hilmy, Staf Ahli Jaksa Agung Jan S Maringka, dan Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun.

(Rel/dpd)

Post Views: 220
ShareSendShare
Previous Post

Ketua DPD RI Sebut Pencak Silat Dapat Bangun Karakter dan Jati Diri Bangsa

Next Post

LaNyalla: Dalam Demokrasi Pancasila, Semua Elemen Bangsa Harus Terwakili Sebagai Pemilik Kedaulatan Tertinggi 

Next Post
LaNyalla: Dalam Demokrasi Pancasila, Semua Elemen Bangsa Harus Terwakili Sebagai Pemilik Kedaulatan Tertinggi 

LaNyalla: Dalam Demokrasi Pancasila, Semua Elemen Bangsa Harus Terwakili Sebagai Pemilik Kedaulatan Tertinggi 

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,116)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,319)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (8,945)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,603)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,584)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,886)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (6,998)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,421)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,347)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,457)

Berita Lainnya

Dinas Pangan dan Perikanan Tanah Datar Gelar Gerakan Pangan Murah di 14 Titik

Dinas Pangan dan Perikanan Tanah Datar Gelar Gerakan Pangan Murah di 14 Titik

Rabu, 09/10/24 | 17:42 WIB
4

Suasana Gerakan Pangan Murah Keliling (GARING) yang digelar Dinas Pangan dan  Perikanan Tanah Datar. (Foto : Kominfo) TANAH DATAR, AmanMakmur...

MKI Sumbar Gelar Musda, Insannul Kamil Kandidat Kuat Ketua

MKI Sumbar Gelar Musda, Insannul Kamil Kandidat Kuat Ketua

Kamis, 09/3/23 | 09:47 WIB
20

Insannul Kamil. (Foto : Dok) PADANG, AmanMakmur--- Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI)bl Sumbar menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Hotel Kyriad Bumi...

Senator Fachrul Razi: Generasi Politik Milenial Harus Lawan Oligarki Politik

Senator Fachrul Razi: Generasi Politik Milenial Harus Lawan Oligarki Politik

Senin, 22/11/21 | 02:54 WIB
20

Ketua Komite I DPD RI, Fachrul Razi. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com --- Oligarki politik menjadi ancaman serius terhadap demokrasi...

Dihadiri 132 Negara dan 27 Organisasi Internasional; Menteri Basuki: Indonesia Siap Selenggarakan World Water Forum ke-10

Dihadiri 132 Negara dan 27 Organisasi Internasional; Menteri Basuki: Indonesia Siap Selenggarakan World Water Forum ke-10

Sabtu, 18/5/24 | 17:01 WIB
8

Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). (Foto : pupr) JAKARTA, AmanMakmur ---Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.