• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin: Putusan MK Soal UU Cipta Kerja Tidak Jelas

Kamis, 13/1/22 | 10:54 WIB
in Berita
0
Wakil Ketua DPD RI Mahyudin (kanan) bersama Pakar Hukum Tatanegara Refly Harun (kiti), saat Executive Brief. (Foto : dpd)

JAKARTA, AmanMakmur.com —-Wakil Ketua DPD RI Mahyudin mempertanyakan pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Undang-Undang No 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja. Putusan itu telah menggarisbawahi kalimat pembatalan atau penangguhan UU Cipta Kerja yang belum menemukan kesimpulan yang tegas.

“Putusan ini belum menemukan kesimpulan yang tegas, apakah UU Cipta Kerja telah dibatalkan? Apakah tetap diberlakukan dengan syarat? Ataukah hanya ditangguhkan berlakunya sehingga hukum yang diterapkan tetap mengacu pada aturan perundangan sebelumnya?,” ucap Mahyudin, saat Executive Brief di Gedung Nusantara III Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (13/1).

Senator asal Kalimantan Timur ini menilai bahwa putusan MK itu telah memunculkan tiga masalah formil. Pertama, pembentukan UU Cipta Kerja tidak sesuai dengan UU No 12 Tahun 2011 jo UU No 15 Tahun 2019 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (UU P3). “Metode omnibus yang diadopsi dan digunakan untuk membentuk UU Cipta Kerja ini belum diatur dalam UU P3,” jelasnya.

LihatJuga

Bupati JKA Kukuhkan Pengurus PWRI Padang Pariaman Periode 2026-2031

Bupati JKA Kukuhkan Pengurus PWRI Padang Pariaman Periode 2026-2031

Sabtu, 18/7/26 | 21:18 WIB
6
Bantu Perbaiki SD di Daerah Bengkulu Selatan, IDE Preneur Bersama GDI Adakan Golf Charity 2026

Bantu Perbaiki SD di Daerah Bengkulu Selatan, IDE Preneur Bersama GDI Adakan Golf Charity 2026

Sabtu, 18/7/26 | 21:02 WIB
3
Tentang Hidup-hidupilah Muhammadiyah, Jangan Cari Hidup di Muhammadiyah: Begini Penjelasan Pak AR

Tentang Hidup-hidupilah Muhammadiyah, Jangan Cari Hidup di Muhammadiyah: Begini Penjelasan Pak AR

Sabtu, 18/7/26 | 20:53 WIB
6

Mahyudin menambahkan UU Cipta Kerja juga tidak memenuhi asas kejelasan tujuan, dan asas kejelasan rumusan. Lantaran ditemukan banyaknya substansi yang berubah antara rancangan yang dibahas dengan yang disahkan.

“Terakhir, UU ini juga tidak memenuhi asas keterbukaan, karena tidak ada ruang partisipasi yang maksimal, terlebih lagi naskah akademik dan RUU Cipta Kerja tidak dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat,” tutur Mahyudin.

Tiga masalah formil itu, sambungnya, maka DPD RI perlu menyiapkan substansi materi atau isi dari UU Cipta Kerja itu sendiri. Sumbangsih pemikiran, saran, dan masukan dari berbagai pihak terutama yang memiliki keterkaitan dan urgensi yang tinggi terhadap pembahasan Revisi UU Cipta Kerja sangat dibutuhkan.

“Kami berharap dapat mempertajam pemahaman, ide, gagasan dan pemikiran yang dapat mendukung proses pembahasan Pansus UU Cipta Kerja DPD RI kedepannya,” harap Mahyudin.

Suasana Executive Brief. (Foto : dpd)

Sementara itu, Ketua Pansus Cipta Kerja DPD RI Alirman Sori mengatakan bahwa pihaknya baru pertama kali mendengar istilah inkonstitusional bersyarat terkait UU Cipta Kerja.

Menurutnya UU ini dari sebelum hingga sesudah diketok menimbulkan perdebatan yang panjang.

“Perdebatan ini sangat melukai, baik itu UU Minerba dan UU Cipta Kerja sebagai bentuk penjarahan oleh pusat. Jika kita bicara otonomi daerah,” terangnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua PPUU DPD RI Badikenita Putri Sitepu menjelaskan terasa aneh dalam kewenangan MK, dimana putusannya tersebut seharusnya diterima atau tidak. Menurutnya inkonstitusional bersyarat ini merupakan norma baru pada putusan MK.

“Memang agak aneh putusan MK ini yang seharusnya menerima atau tidak. Tapi pada UU Cipta Kerja ini berbeda,” ujarnya.

Dekan Fakultas Manajemen Pemerintahan IPDN Halilul Khairi menjelaskan UU Cipta Kerja telah memberikan dampak negatif pada otonomi daerah. UU ini mengakibatkan penarikan kewenangan daerah ke pusat.

“Akibatnya adanya pembatasan hak mengatur oleh daerah. Akibatnya penurunan retribusi daerah,” imbuhnya.

Sedangkan Pakar Hukum Tatanegara Refly Harun mengatakan bahwa dirinya juga merasa bingung atas putusan MK terhadap UU Cipta Kerja ini. Pasalnya, putusan itu tidak jelas apakah UU ini masih berlaku atau tidak, bahkan ada yang mengatakan tidak dan masih berlaku.

“Saya tidak bisa menengahi perdebatan ini, karena putusan MK tidak konsisten,” terangnya.

(Rel/dpd)

Post Views: 256
ShareSendShare
Previous Post

Senator Filep Kritisi Penyebutan OAP Target Pembinaan Cartenz

Next Post

Predator Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati, Fahira Idris: Sudah Sepantasnya, Semoga Hakim Kabulkan

Next Post
Predator Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati, Fahira Idris: Sudah Sepantasnya, Semoga Hakim Kabulkan

Predator Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati, Fahira Idris: Sudah Sepantasnya, Semoga Hakim Kabulkan

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,268)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,460)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,100)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,743)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,721)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,062)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,125)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,571)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,521)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,575)

Berita Lainnya

Himbara Batalkan Potongan Cek Saldo, LaNyalla: Bank BUMN Harus Bikin Kebijakan Pro Rakyat

Himbara Batalkan Potongan Cek Saldo, LaNyalla: Bank BUMN Harus Bikin Kebijakan Pro Rakyat

Rabu, 16/6/21 | 07:19 WIB
9

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com---Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang terdiri dari BNI,...

Nataru 2023, Pertamina: Stok BBM dan LPG di Sumbar Aman

Nataru 2023, Pertamina: Stok BBM dan LPG di Sumbar Aman

Sabtu, 24/12/22 | 14:38 WIB
16

Petugas SPBU sedang mengisi BBM. (Foto : Dok) PADANG, AmanMakmur.com ---Dalam memastikan kehandalan pasokan dan layanan BBM, LPG dan avtur...

Amril ‘Aciak’ Amin: Safari Ramadhan Jemput Aspirasi!

Amril ‘Aciak’ Amin: Safari Ramadhan Jemput Aspirasi!

Rabu, 03/4/24 | 23:56 WIB
7

Wakil Ketua DPRD Kota Padang Amril Amin, S.AP, MM, sedang memberikan sambutan saat safari Ramadhan 1445H. (Foto : Ist) PADANG,...

Ketua DPD RI: Dalam Sistem Liberal, Pilpres yang Mahal Selalu Hadirkan Oligarki

Ketua DPD RI: Dalam Sistem Liberal, Pilpres yang Mahal Selalu Hadirkan Oligarki

Jumat, 12/5/23 | 16:33 WIB
9

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd) JAWA TIMUR, AmanMakmur --- Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.