• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Learning Loss dan Protokol Kesehatan Pembelajaran Tatap Muka

Oleh : Wirdanengsih

Senin, 05/7/21 | 15:48 WIB
in Opini
0
Wirdanengsih, Dosen Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unversitas Negeri Padang (UNP), dan Founder Rumah Literasi Griya Istiqlal

LEARNING loss, hilang kemampuan belajar pada anak atau menurunnya hasil belajar anak  karena adanya jeda proses belajar siswa, yaitu di saat masa pandemi Covid-19. Dimana ada program pembelajaran jarak jauh, program pembelajaran jauh ini memiliki problema tersendiri di antaranya; pertama, infrastruktur terkait penggunaan teknologi (listrik mati, sinyal hilang, kuota terbatas).

Problem kedua adalah mindset. Cara pandang kita terhadap teknologi tersebut. Secara umum sebelum pandemi  pandangan terhadap teknologi sudah negatif, sulit menerima keberadaan teknologi.

Hal semacam inilah  yang mendorong  keinginan pembelajaran tatap muka kembali dilakukan, walaupun urgensi kesehatan masih sangat diperlukan. Dengan pembelajaran online membuat anak-anak cepat bosan, interaksi siswa dengan guru dan teman kurang berarti.

LihatJuga

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

Selasa, 12/5/26 | 19:54 WIB
19
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

Jumat, 08/5/26 | 20:35 WIB
21
Semen Padang FC: Sejarah, Harapan dan Kenyataan

Semen Padang FC: Sejarah, Harapan dan Kenyataan

Selasa, 05/5/26 | 07:22 WIB
33

Problem ketiga, karena selama ini orientasi adalah nilai, membuat orang tua membantu siswa mengerjakan tugas untuk mendapatkan nilai, padahal tujuan dari pendidikan adalah agar anak dapat menghadapi tantangan sehingga membuat tugas dengan segala perubahan itu adalah tantangan, bukan suatu hambatan.

Problem lain, ada anggapan bahwa  program pembelajaran jauh mengganggu tumbuh kembang anak, karakter dan kognitif anak mengalami  learning loss dan anak-anak stres. Jadi dalam problem program pembelajaran jarak jauh ada mainstrem yang keliru, belajar lebih berorientasi pada angka nilai sehingga tidak aneh ada ketidakjujuran pada proses pembelajaran. Ada kasus orang tua mengerjakan tugas anak ketika anak tidak mau mengerjakan tugas sekolah. Agar nilai rapor sang anak aman, maka orang tua membuatkan tugas tersebut.

Selain itu ada mainstream bahwa pendidikan itu terpusat pada pendidikan formal, padahal Ki Hajar Dewantara mengungkapkan bahwa pendidikan itu harus bersifat tri pusat pendidikan. Bahwa pendidikan itu perlu kerja sama antara pendidikan sekolah, keluarga dan masyarakat.

Namun realitanya kita sering menganggap bahwa keluarga bukan sentra pendidikan tapi sangat berorientasi pada proses pendidikan di sekolah saja. Ada kecenderungan setelah belajar di sekolah kita melanjutkan dengan pembelajaran bimbel, rumah sering hanya dijadikan tempat istirahat, sehingga ketika masa pandemi timbul suatu kegagapan, dimana pendidikan yang selama ini terorientasi di sekolah, sekarang beralih fungsi terfokus di rumah, dalam hal ini keluarga dan masyarakat.

Belajar untuk ilmu bukan belajar untuk angka nilai makanya Ujian Nasional (UN) di hapus, karena fenomena sekolah lebih beorientasi nilai. Sekolah mengejar angka tinggi sehingga pembelajaran lebih kepada bagaimana mengerjakan soal ujian, bukan hakiki pembelajaran yang memberikan tantangan kepada para siswa.

Jadi sebenarnya learning loss, bukan pada teknologinya tapi bagaimana guru mensiasati proses pembelajaran yang ada. Oleh karenya perlu disosialisasikan langkah digitalisasi pendidikan, diantaranya; (1) Menyiapkan infrastruktur pendidikan (laptop, hp, wifi, pulsa), (2) Infrastruktur, selama ini infrastruktur ini berupa WhatshApp, dll belum terstruktur dengan baik, perlu aplikasi lainnya; dan (3) Info culture, belajar tidak harus satu tempat, bisa dimana saja

Dan catatan terpenting adalah bagaimana belajar pengalaman hidup. Belajar yang tidak intens di sekolah pada masa pandemi ini, peluang besar bagi kita orang tua bisa mengajar untuk belajar hidup (meningkatkan lifeskill), belajar keseharian mereka/pengalaman. Jangan biarkan pengalaman lewat begitu. Berdialog dengan anak kita atas perubahan lingkungan yang ada dan jadikan pengalaman selama pandemi  sebagai bagian dari belajar sepanjang hidup (long life learned).

Persiapan Protokol Kesehatan Sekolah Pembelajaran  Tatap Muka

Adanya gejala learning loss pada masa pendemi, banyak kalangan yang menginginkan kembali untuk belajar tatap muka, namun demikian seandainya belajar tatap muka tetap diteruskan karena memang beberapa sekolah sudah memulai pembelajaran tatap muka yang terbatas. Maka perlu beberapa hal yang perlu diperhatikan bagaimana protokol kesehatan dalam pembelajaran tatap muka ini, adapun beberapa saran dilakukan terkait dengan protokol kesehatan pembelajaran tatap muka di antaranya

1. Persiapan dari rumah untuk pembelajaran tatap muka masa pendemi. Sarapan dengan gizi baik, memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat dengan suhu tubuh yang stabil, memastikan mengunakan masker, membawa alat perlengkapan sendiri nulai perlengkapan  ibadah, alat makan, alat olah raga agar tidak saling meminjam untuk menghindari penyebaran virus, setelah dipastikan juga membawa hand sanitizer untuk kebutuhan pencucikan tangan. Dan terpenting keberangkatan ke sekolah dimulai dengan doa kepada Tuhan agar di beri keselamatan dan keberkahan

2. Di saat perjalanan sekolah, diperhatikan jarak sosial dalam berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain, adapun jarak yang dianjurkan itu adalah satu setengah meter dari diri kita. Selama perjalanan disarankan tidak menyentuh mata, hidung dan mulut karena lubang tersebut pintu masuknya virus. Selanjutnya hindari memegang permukaan benda yang banyak di pegang orang lain ketika bersin atau batuk terapkan etika batuk dan bersih yang menjaga kesehatan, batuk dan bersin tidak sembarangan dan menutup dengan sapu tangan yang bersih. Dan dalam perjalanan ini dianjurkan untuk cuci sebelum dan sesudah mengunakan tranpotasi umum.

3. Aktivitas menjelang masuk gerbang sekolah perlu juga mendapat perhatian, di ataranya berhentilah pada tempat yang ditentukan oleh pihak sekolah untuk masuk ke halaman sekolah, bersedia di ukur suhu tubuh, mencuci tangan terlebih dahulu.

4. Saat pembelajaran perlu ditaati juga protokol kesehatan. Jarak sosial tempat duduk siswa, cuci tangan sebelum masuk kelas, mengunakan alat belajar sendiri, alat musik dan alat makan sendiri juga. Di saat pembelajaran di sekolah pihak sekolah juga diharapkan untuk selalu mengingatkan siswa untuk jarak sosial melalui suara pengumuman sekolah seperti toa atau alat pengera suara lainya. Selanjutnya ketika pembelajaran kelar, siswa keluar keluar kelas satu persatu dengan mejaga  jarak satu sama lainnya sampai pada pintu gerbang penjemputan siswa oleh orang tua dan lainnya.

5. Aktivitas setelah sampai dirumah, diharapkan meletakkan barang bawaan dari luar di taruh pada tempat tertentu tidak tergabung dengan barang lainnya, setelah itu diharapkan mandi segera dan menganti pakaian yang baru di cuci sebelum berinteraksi dengan warga lain di rumah. Dan tak lupa mencuci tangan. Jika sampai terasa badan kurang sehat, segera beristirahat dan berkonsultasi dengan dokter keluarga atau melapor pada tim kesehatan satuan pendidikan.

Itulah beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam rangka protokol kesehatan dalam pembelajaran tatap muka dan perlu kemampuan beradaptasi sosial atas perubahan dalam masyarakat akibat pendemi Covid-19 ini. *)

Penulis adalah seorang Doktor, Dosen Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unversitas Negeri Padang (UNP), dan Founder Rumah Literasi Griya Istiqlal

Post Views: 359
ShareSendShare
Previous Post

Irman Gusman Dukung Wacana Gubernur Sumbar Asramakan Siswa Kelas 3 SMA/SMK

Next Post

Pemprov Sumbar Harus Terbuka Soal Aset di Padang Industrial Park

Next Post
Pemprov Sumbar Harus Terbuka Soal Aset di Padang Industrial Park

Pemprov Sumbar Harus Terbuka Soal Aset di Padang Industrial Park

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,185)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,383)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,024)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,668)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,649)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,967)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,068)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,500)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,435)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,508)

Berita Lainnya

Sidang di KI Sumbar, LAI dan Dinas Kebudayaan Sumbar Sepakat Damai

Sidang di KI Sumbar, LAI dan Dinas Kebudayaan Sumbar Sepakat Damai

Rabu, 13/4/22 | 08:49 WIB
24

LAI dan Dinas Kebudayaan Pemprov Sumbar sepakat berdamai dalam sengketa informasi yang di sidangkan KI Sumbar. (Foto : ki) PADANG,...

Maestro Tari Minang Ery Mefri Raih Penghargaan Bergengsi CHI Awards 2023 

Maestro Tari Minang Ery Mefri Raih Penghargaan Bergengsi CHI Awards 2023 

Jumat, 10/11/23 | 06:56 WIB
312

Maestro tari Minang Ery Mefri menerima penghargaan CHI Awards 2023. (Foto : Dok) JAKARTA, AmanMakmur ---Maestro tari Minang Ery Mefri...

Arisal Aziz Bantu Jemaah Haji di Tanah Suci dan Berkurban 25 Ekor Sapi di Beberapa Lokasi

Arisal Aziz Bantu Jemaah Haji di Tanah Suci dan Berkurban 25 Ekor Sapi di Beberapa Lokasi

Jumat, 21/6/24 | 08:47 WIB
9

Kurban Haji Arisal Aziz di berbagai tempat. (Foto : wy) MAKKAH, AmanMakmur ---- Pengusaha sukses yang dermawan asal Kabupaten Padang...

Nono Sampono Ajak Pemuda Jadi Benteng Perkuat NKRI

Nono Sampono Ajak Pemuda Jadi Benteng Perkuat NKRI

Selasa, 13/4/21 | 04:22 WIB
20

MALUKU, AmanMakmur.com ---Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono berharap Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menjadi panutan bagi pemuda-pemudi Indonesia dalam...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.