
JAKARTA, AmanMakmur —Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Basuki Hadimuljono menghadiri peluncuran Indonesia Solar Energy Research Centre (ISEREC) di Auditorium Kementerian PUPR, Rabu (2/10/2024).
Pembentukan ISEREC merupakan hasil kolaborasi antara Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Badan Riset Nasional (BRIN), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Indonesia (ITI) dengan Solar Energy Research Institute of Singapore (SERIS).
“Kolabotasi ini dalam hal mewujudkan pusat penelitian dan pengembangan energi surya kelas dunia di Indonesia,” kata Menteri Basuki.
Menteri Basuki mengapresiasi dukungan dari SERIS dan lembaga internasional lainnya dalam pembentukan ISEREC, yang akan fokus pada pendidikan, teknologi, dan advisory.
Dengan dukungan ini, sebut Menteri Basuki, diharapkan ISEREC dapat mendukung pengembangan ekosistem semikonduktor dan energi surya di Indonesia.
Pembentukan ISEREC juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca nasional hingga 42,3% dengan bantuan internasional.

“Kementerian PUPR turut berkontribusi melalui pembangunan 248 bendungan, termasuk 59 bendungan yang berpotensi untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung dengan total kapasitas 4.787 MW,” ungkap menteri.
Salah satu contoh keberhasilan ini adalah PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat, yang telah beroperasi sejak 2023 dengan kapasitas 192 MWp.
Presiden PII, Danis Hidayat Sumadilaga, menyampaikan bahwa inisiatif ISEREC bermula dari forum Engineering 20 (E20) yang merupakan bagian dari Engagement Group G20 di Bali, sebagai upaya mendukung energi bersih dan berkelanjutan.
(Rel/pupr)











