• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Deepfake AI (Artificial Intelligence) dan Masa Depan Demokrasi Indonesia

Selasa, 16/6/26 | 17:53 WIB
in Opini
0
Ilustrasi deepfake. (Foto : RS)

Oleh Riri Satria

DALAM setengah tahun terakhir, saya cukup intensif mengkampanyekan pentingnya kewaspadaan, mawas diri, serta peningkatan literasi masyarakat terhadap perkembangan teknologi deepfake AI (Artificial Intelligence). Perkembangan teknologi ini memang menghadirkan banyak manfaat. Kemampuan yang sama juga dapat digunakan untuk tujuan yang merugikan apabila jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Perhatian saya terhadap persoalan ini berangkat dari kenyataan bahwa teknologi deepfake AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan masyarakat dalam mengenali dan memverifikasi informasi. Foto, suara, maupun video yang dahulu relatif mudah dipercaya, kini dapat dimanipulasi sedemikian rupa sehingga tampak sangat meyakinkan. Batas antara kenyataan dan rekayasa digital semakin tipis dari hari ke hari.

LihatJuga

Dari Anak Pulau Menjadi Pamong: Kisah Pengabdian yang Menginspirasi

Dari Anak Pulau Menjadi Pamong: Kisah Pengabdian yang Menginspirasi

Sabtu, 11/7/26 | 14:59 WIB
23
OTT Bupati Tak Kunjung Berhenti

OTT Bupati Tak Kunjung Berhenti

Sabtu, 04/7/26 | 18:01 WIB
4
DPRD Jangan Lagi Jadi Pelengkap Penderita

DPRD Jangan Lagi Jadi Pelengkap Penderita

Jumat, 19/6/26 | 21:17 WIB
14

Upaya menyebarluaskan kesadaran mengenai persoalan tersebut saya lakukan melalui berbagai forum. Pada tanggal 30 Mei 2026, saya berkesempatan menyampaikan kuliah umum mengenai kewaspadaan menghadapi deepfake AI kepada para sastrawan dan pegiat literasi di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi yang menarik karena mempertemukan dunia sastra, kebudayaan, dan perkembangan teknologi yang sedang bergerak sangat cepat.

Kegiatan serupa berlanjut pada tanggal 2 Juni 2026 melalui sebuah pidato kebudayaan di Universitas Andalas, Padang. Perbincangan tidak hanya menyentuh aspek teknologi, melainkan juga dampaknya terhadap kehidupan sosial, budaya, dan cara masyarakat memahami kebenaran di era digital. Tantangan yang dihadapi bukan lagi sekadar kemampuan menggunakan teknologi, melainkan kemampuan membedakan antara fakta dan manipulasi.

Perjalanan edukasi tersebut kemudian berlanjut pada tanggal 10 Juni 2026 ketika saya menjadi narasumber dalam webinar yang diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan dan Undip Press Universitas Diponegoro, Semarang. Forum tersebut memperlihatkan bahwa perhatian terhadap fenomena deepfake tidak lagi terbatas pada kalangan teknologi informasi. Dunia pendidikan, perpustakaan, penerbitan, kebudayaan, hingga masyarakat umum mulai menyadari besarnya tantangan yang akan dihadapi pada masa mendatang.

Kesadaran tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai media massa dan lembaga penyiaran. Pemberitaan mengenai dampak dan potensi bahaya deepfake mulai muncul di berbagai ruang publik. Media Pojok TIM di Jakarta, Radio 102,6 Padang FM, Harian Rakyat Sumbar, Padang Ekspres, Tatkala, serta sejumlah penulis yang menyuarakannya melalui blog pribadi turut membantu memperluas diskusi ini kepada masyarakat yang lebih luas.

Perhatian saya terhadap persoalan deepfake AI bukan semata-mata didasarkan pada perkembangan teknologi saat ini, melainkan juga pada kemungkinan dampaknya terhadap kehidupan demokrasi Indonesia pada masa mendatang. Saya memperkirakan persoalan ini akan mencapai titik yang sangat krusial menjelang tahun 2028 dan 2029.

Periode tersebut merupakan masa yang penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia karena masyarakat akan menghadapi berbagai agenda politik besar, mulai dari pemilihan presiden, pemilihan anggota DPR dan DPD, hingga pemilihan kepala daerah secara serentak di seluruh Indonesia.

Kemajuan teknologi kecerdasan buatan memungkinkan seseorang membuat video, rekaman suara, maupun foto yang tampak sangat autentik. Kemampuan tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi palsu, membangun opini yang menyesatkan, merusak reputasi individu, bahkan menjalankan kampanye hitam secara sistematis.

Situasi semacam ini berpotensi menciptakan kebingungan publik dalam menentukan mana informasi yang benar dan mana yang merupakan hasil manipulasi digital.

Demokrasi yang sehat membutuhkan warga yang mampu berpikir kritis dan memverifikasi informasi sebelum mempercayainya. Kemampuan tersebut akan menjadi semakin penting ketika teknologi memungkinkan kebohongan tampil dengan wajah yang nyaris tidak dapat dibedakan dari kenyataan.

Tantangan terbesar pada masa depan mungkin bukan lagi kekurangan informasi, melainkan melimpahnya informasi yang belum tentu benar.

Harapan saya sederhana. Masyarakat Indonesia perlu membangun budaya literasi digital yang kuat, membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang sengaja dibuat untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan. Kesadaran tersebut menjadi fondasi penting agar teknologi tidak berubah menjadi alat yang merusak kualitas kehidupan demokrasi kita.

Indonesia telah melalui perjalanan panjang dalam membangun sistem demokrasi yang terbuka dan partisipatif. Tanggung jawab menjaga kualitas demokrasi tersebut kini tidak hanya berada di tangan penyelenggara negara, media massa, maupun lembaga pendidikan. Tanggung jawab itu juga berada di tangan setiap warga yang menggunakan telepon genggam, membaca informasi, dan membagikannya kepada orang lain.

Masa depan demokrasi Indonesia pada akhirnya sangat ditentukan oleh kemampuan kita untuk tetap berpihak pada kebenaran di tengah derasnya arus manipulasi digital yang semakin canggih. *)

 

Riri Satria, Penyair, Penulis dan Dosen / Komut ILCS PT Pelindo Solusin Digital. (Foto : Dok)
Post Views: 56
ShareSendShare
Previous Post

Bupati Tanah Datar Teken MoU dengan Kejari, Prioritas Penataan dan Penyelamatan Aset Daerah

Next Post

Sultan Bachtiar Najamudin: DPD RI Dorong Reformulasi Tata Kelola Daerah

Next Post
Sultan Bachtiar Najamudin: DPD RI Dorong Reformulasi Tata Kelola Daerah

Sultan Bachtiar Najamudin: DPD RI Dorong Reformulasi Tata Kelola Daerah

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,266)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,456)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,095)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,742)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,717)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,053)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,124)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,567)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,520)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,571)

Berita Lainnya

Soal Minyak Goreng, Fahira Idris: Rakyat Seperti Berpindah dari Satu Ironi ke Ironi Lain

Soal Minyak Goreng, Fahira Idris: Rakyat Seperti Berpindah dari Satu Ironi ke Ironi Lain

Sabtu, 26/3/22 | 06:14 WIB
17

Anggota DPD RI Fahira Idris. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com --- Sepekan menjelang bulan suci Ramadan, persoalan minyak goreng (migor)...

Pertama Dihelat di Papua, Ketua DPD RI: PON XX Momentum Pererat Kesatuan dan Persatuan Bangsa

Pertama Dihelat di Papua, Ketua DPD RI: PON XX Momentum Pererat Kesatuan dan Persatuan Bangsa

Sabtu, 02/10/21 | 15:14 WIB
12

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti di Stadion...

Tasyakuran Milad ke-2 Partai Ummat, Taslim Harap Kader Tulus Lakukan Perubahan

Tasyakuran Milad ke-2 Partai Ummat, Taslim Harap Kader Tulus Lakukan Perubahan

Minggu, 09/4/23 | 10:03 WIB
29

Ketua DPW Partai Ummat Sumbar Taslim Chaniago sedang memberikan sambutan. (Foto : Dok) PADANG, AmanMakmur---Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Ummat...

Senator Aliman Sori Dukung Rencana Softbank Investasi di Sumbar

Senator Aliman Sori Dukung Rencana Softbank Investasi di Sumbar

Selasa, 22/3/22 | 12:55 WIB
46

Anggota DPD RI Alirman Sori. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com --- Softbank mengurungkan niatnya menjadi calon investor proyek Ibu Kota...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.