• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Penjelasan Muhammadiyah tentang 1 Syawal 1447 H dan Potensi Perbedaan

Kamis, 19/3/26 | 14:13 WIB
in Berita
0
Lambang Muhammadiyah. (Foto : Dok)

YOGYAKARTA, AmanMakmur –— Penetapan 1 Syawal 1447 H kembali menjadi perhatian publik, terutama terkait potensi perbedaan antara Muhammadiyah dan pemerintah. Dalam podcast Jejak Ulama Tarjih di Tarjih Channel pada Selasa (17/3/2026), Oman Fathurohman menjelaskan secara rinci dasar penetapan Muhammadiyah sekaligus memetakan kemungkinan perbedaan tersebut.

Oman menegaskan bahwa Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini didasarkan pada penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang bertumpu pada metode hisab (perhitungan astronomi).

“Untuk Muhammadiyah jelas. dengan KHGT, 1 Syawal itu Jumat, 20 Maret 2026,” ujarnya.

LihatJuga

Hujan Deras Guyur Tanah Datar, Beberapa Daerah Terkena Banjir dan Longsor

Hujan Deras Guyur Tanah Datar, Beberapa Daerah Terkena Banjir dan Longsor

Rabu, 13/5/26 | 21:01 WIB
12
Dalam Aksi Kemanusiaan di ASEAN, Muhammdiyah Lebih Berperan Sebagai Peace Building

Dalam Aksi Kemanusiaan di ASEAN, Muhammdiyah Lebih Berperan Sebagai Peace Building

Rabu, 13/5/26 | 20:53 WIB
8
Ketua DPD RI Sultan Terima Kunjungan Dirjen Badan Atom Rusia, Bahas Potensi Pengembangan PLTN

Ketua DPD RI Sultan Terima Kunjungan Dirjen Badan Atom Rusia, Bahas Potensi Pengembangan PLTN

Rabu, 13/5/26 | 20:47 WIB
6

Menurutnya, keunggulan hisab adalah memberikan kepastian jauh hari sebelumnya, sehingga umat dapat mempersiapkan diri lebih awal.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama menggunakan kriteria visibilitas hilal yang dikenal sebagai kriteria MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Berdasarkan data astronomi yang ada, Oman menjelaskan bahwa pada malam 29 Ramadan (19 Maret 2026), posisi hilal di Indonesia belum memenuhi kriteria tersebut. “Kalau melihat data, pada Kamis malam itu belum memenuhi kriteria. Maka kemungkinan besar pemerintah menetapkan 1 Syawal pada Sabtu,” jelasnya.

Dengan demikian, terbuka kemungkinan perbedaan: Muhammadiyah berlebaran pada Jumat 20 Maret), sementara pemerintah pada Sabtu 21 Maret.

Oman juga mengurai dinamika antara rukyat (pengamatan hilal) dan kriteria astronomis. Ia menekankan bahwa dalam praktik sidang isbat, laporan rukyat tidak serta-merta diterima jika tidak memenuhi kriteria.

“Sering kali yang terjadi, laporan terlihatnya hilal ditolak karena tidak sesuai kriteria,” ungkapnya.

Artinya, kriteria bukan hanya sebagai panduan, tetapi juga menjadi alat verifikasi terhadap validitas rukyat.

Dalam pandangan Oman, perbedaan ini berakar pada pendekatan metodologis. Muhammadiyah memilih hisab karena dinilai lebih pasti dan konsisten, sementara pendekatan rukyat—meskipun penting—bersifat lebih situasional.

“Hisab itu memberi kepastian. Itu sebabnya Muhammadiyah memilih hisab,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa KHGT juga dirancang untuk menjawab kebutuhan global umat Islam, tidak lagi terbatas pada wilayah lokal sebagaimana metode sebelumnya.

Oman menegaskan bahwa potensi perbedaan bukanlah hal baru, melainkan konsekuensi dari ijtihad yang sah dalam Islam. Perbedaan metode—antara hisab dan rukyat—akan selalu membuka kemungkinan perbedaan hasil.

Namun demikian, ia melihat perbedaan tersebut sebagai bagian dari dinamika keilmuan, bukan sumber konflik. “Ini wilayah ijtihad. Yang penting bagaimana kita menyikapinya dengan bijak,” ujarnya.

(R/pp-muhammadiyah)

Post Views: 94
ShareSendShare
Previous Post

Bupati Mentawai Sambangi Bulog Bahas Percepatan Pembangunan Gudang Pangan

Next Post

Prof Djohermansyah Djohan Menilai Kritik Presiden Prabowo Soal Inefisiensi Daerah, Pemerintah Pusat Harus Ikut Bertanggungjawab

Next Post
Prof Djohermansyah Djohan Menilai Kritik Presiden Prabowo Soal Inefisiensi Daerah, Pemerintah Pusat Harus Ikut Bertanggungjawab

Prof Djohermansyah Djohan Menilai Kritik Presiden Prabowo Soal Inefisiensi Daerah, Pemerintah Pusat Harus Ikut Bertanggungjawab

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,171)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,371)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,008)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,651)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,640)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,950)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,056)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,482)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,422)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,496)

Berita Lainnya

Komite III DPD RI: Pertumbuhan Sektor Pariwisata Domestik Perlu Roadmap yang Jelas

Komite III DPD RI: Pertumbuhan Sektor Pariwisata Domestik Perlu Roadmap yang Jelas

Selasa, 26/3/24 | 16:43 WIB
10

Komite III DPD RI berfoto bersama setelah RDPU. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur ---Komite III DPD RI melihat perlu adanya...

Mengejar Percepatan Pembangunan di Sumbar

Mengejar Percepatan Pembangunan di Sumbar

Kamis, 24/11/22 | 05:41 WIB
13

Hj Nevi Zuairina, Anggota Komisi VI DPR RI - FPKS. (Foto : Dok) Oleh: Hj Nevi Zuairina BEBERAPA waktu lalu,...

Kunjungi Masjid Sultan Riau, LaNyalla Minta Pemprov Kepri Kembangkan Wisata Religi

Kunjungi Masjid Sultan Riau, LaNyalla Minta Pemprov Kepri Kembangkan Wisata Religi

Selasa, 02/11/21 | 11:49 WIB
13

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berkunjung ke Masjid Sultan Riau di Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. (Foto...

Masyarakat Nagari Pulasan Bersyukur Tower BTS Beroperasi

Masyarakat Nagari Pulasan Bersyukur Tower BTS Beroperasi

Minggu, 05/12/21 | 14:27 WIB
21

Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir meresmikan tower BTS di Jorong Koto Pulasan, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung. (Foto : Nof)...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.