• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Antara DPD RI dan Mosi Integral Natsir

Minggu, 06/4/25 | 00:12 WIB
in Opini
0
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Anggota DPD RI/MPR RI dan Ketua DPD RI ke-5. (Foto : Dok)

Oleh: AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

BULAN ini, 75 tahun yang lalu, tepatnya 3 April 1950. Seorang Pahlawan Nasional Indonesia, Mohammad Natsir dari atas podium Parlemen Indonesia, menyampaikan pikirannya tentang perjalanan Indonesia yang harus dikoreksi.

Saat itu, Natsir mengatakan: Indonesia telah salah arah. Karena mengikuti kemauan Ratu Belanda untuk menjadi Negara Serikat.

LihatJuga

Ahmad Syaukani Meniti Karier dari Sekdes hingga Camat

Ahmad Syaukani Meniti Karier dari Sekdes hingga Camat

Sabtu, 17/10/26 | 15:08 WIB
7
Rajo Sampono: Ninik Mamak Harus Berperan dalam Pembebasan Lahan Tol dan Tarok City

Rajo Sampono: Ninik Mamak Harus Berperan dalam Pembebasan Lahan Tol dan Tarok City

Minggu, 11/10/26 | 19:09 WIB
2
Jakarta Jangan Khianati Yogyakarta

Jakarta Jangan Khianati Yogyakarta

Sabtu, 10/10/26 | 13:24 WIB
6

Seperti diketahui, Indonesia yang “kalah” dalam perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB), dimana salah satu yang harus dilakukan Indonesia agar diakui merdeka oleh Belanda adalah menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS). Juga harus mengganti biaya Agresi Militer Belanda di Indonesia dalam rentang tahun 1945-1949. Sebesar 4,5 Miliar Gulden.

Kita tentu tidak perlu menyalahkan para perunding saat itu. Di antaranya Mohammad Hatta, Mohammad Roem, Soepomo dan sejumlah pendiri bangsa lainnya. Karena memang posisi Indonesia dalam kontek geopolitik global sebagai negara yang baru merdeka masih sangat lemah. Sehingga pengakuan kedaulatan dari Belanda, sebagai negara yang pernah menguasai dan menjajah tanah Hindia Belanda sangatlah penting.

Dan saya sebagai umat Islam, memiliki referensi nubuwah. Yaitu perjanjian Hudaibiyah pada tahun 628 M atau 6 Hijriyah. Yaitu perjanjian damai antara Nabi Muhammad SAW dengan Kelompok Kafir Qurays. Demi umat Islam Madinah agar bisa memasuki kota Mekkah untuk melaksanakan Ibadah Haji. Meski beberapa butir isi perjanjian tersebut dinilai lebih menguntungkan Kafir Qurays.

Kembali kepada Natsir. Hentakan pikiran akal sehat Natsir: Bahwa Indonesia telah salah arah dengan menjadi negara serikat memicu kesadaran kolektif. Karena bangsa ini pernah berkomitmen untuk memperjuangkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah itu kita lakukan pada 28 Oktober 1928.

Lantas mengapa kemudian kita menjadi belasan negara-negara kecil. Ada negara Indonesia Timur, ada negara Dayak, ada negara Madura, ada negara Sumatera dan lain-lain. Bukankah ini melanggar sumpah para pemuda bangsa yang saat itu mulai menyadari pentingnya nation state?

Tidak lama setelah pidato Natsir: yang kemudian kita kenal dengan Mosi Integral Natsir itu. Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1950 menyatakan Indonesia kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Akal sehat memang harus disampaikan. Karena perjalanan Indonesia tidak pernah lepas dari kepentingan global. Terutama dari negara-negara yang berwatak imperialis kapitalis. Itu pula yang saya sampaikan: mengapa kita perlu kembali kepada rumusan bernegara yang disusun para pendiri bangsa. Karena pada tahun 1999 hingga 2002, melalui Amandemen Konstitusi kita telah menjadi bangsa lain dan meninggalkan Pancasila.

Dan secara terang benderang telah ditulis oleh saksi pelaku Amandemen, Valina Singka Subekti, dalam bukunya ‘Menyusun Konstitusi Transisi’ (2007) yang menyebut ada keterlibatan aktor-aktor Asing dalam proses Amandemen tersebut.

Buku itu menyebut pihak yang terlibat adalah United Nations Develepment Program (UNDP) dan United State Agency for International Development (USAID), Institute of Democracy and Electoral Assistance (IDEA), International Foundation for Election System (IFES), dan National Democratic Institute (NDI) serta International Republican Institution (IRI).

Siapa yang happy dengan hasil Amandemen Konstitusi yang oleh Almarhum Profesor Kaelan, Guru Besar Filsafat UGM, disebut telah mengubah lebih dari 95 persen isi pasal-pasalnya dan membubarkan negara Proklamasi? Tentu yang happy adalah yang menyokong dan membantu Amandemen tersebut. Siapa lagi kalau bukan Asing.

Karena negara-negara Imperialis Kapitalis memang sudah “berikrar” di Bretton Wood pada Juli 1944, untuk tetap menguasai negara-negara yang baru merdeka dan berkembang melalui kolonialisme bentuk baru.

Itulah mengapa sebagai sebuah ikhtiar. Setelah kita kembali kepada rumusan bernegara yang disusun para pendiri bangsa, kita juga perlu memperkuat dan menyempurnakan dengan akal sehat agar Indonesia lebih baik.

Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia tidak bisa hanya berfungsi seperti hari ini. Tetapi bukan pula menjadi strong bicameral seperti negara federal. Karena itu, dalam disertasi yang sedang saya susun, saya mengusulkan agar DPD RI, sebagai peserta pemilu dari unsur perseorangan menjadi satu kamar dalam DPR RI sebagai pembentuk Undang-Undang dari unsur fraksi non-partai.

Sehingga produk Undang-Undang yang bersifat memaksa seluruh rakyat Indonesia tidak hanya ditentukan oleh Ketua Umum Partai Politik saja. Tetapi juga dibahas secara utuh dan menyeluruh oleh elemen-elemen masyarakat wakil dari daerah. Itulah hakikat Otonomi yang sebenarnya. *)

Penulis adalah Anggota DPD RI/MPR RI dan Ketua DPD RI ke-5.

Views: 153
ShareSendShare
Previous Post

Bupati dan Wabup Dharmasraya Salat Idul Fitri di Masjid Agung

Next Post

Dukung Pemerintah Utus Negosiator ke AS, Sultan: Kita Hormati Kebijakan Ressiprocal Tariff Presiden Trump

Next Post
Dukung Pemerintah Utus Negosiator ke AS, Sultan: Kita Hormati Kebijakan Ressiprocal Tariff Presiden Trump

Dukung Pemerintah Utus Negosiator ke AS, Sultan: Kita Hormati Kebijakan Ressiprocal Tariff Presiden Trump

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,424)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,617)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,250)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,906)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,863)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,238)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,266)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,722)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,697)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,704)

Berita Lainnya

DPRD Sumbar Kebut Pembahasan APBD Tahun 2022

DPRD Sumbar Kebut Pembahasan APBD Tahun 2022

Selasa, 23/11/21 | 11:10 WIB
10

Banggar DPRD Sumbar lakukan pembahasan APBD Tahun 2022 secara penuh di Istana Bung Hatta, Bukittinggi. (Foto : Nov) BUKITTINGGI, AmanMakmur.com...

154 Masyarakat Limapuluh Kota Terima Bantuan Atensi dari Kemensos RI Senilai Rp273,78 Juta

154 Masyarakat Limapuluh Kota Terima Bantuan Atensi dari Kemensos RI Senilai Rp273,78 Juta

Minggu, 21/4/24 | 21:50 WIB
5

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Basa berfoto bersama penerima bantuan. (Foto : Kominfo) LIMAPULUH KOTA, AmanMakmur--Sebanyak 154 masyarakat Kabupaten...

Senator Fernando Sinaga Desak Pansus IKN Perjelas Pengelolaan Tanah oleh Otorita

Senator Fernando Sinaga Desak Pansus IKN Perjelas Pengelolaan Tanah oleh Otorita

Kamis, 16/12/21 | 12:13 WIB
14

Wakil Ketua Komite I DPD RI, Fernando Sinaga. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com ---Wakil Ketua Komite I DPD RI, Fernando...

Surat Edaran Syahbandar Sikakap Soal Agen Kapal Merujuk Permenhub No 65 Tahun 2019

Surat Edaran Syahbandar Sikakap Soal Agen Kapal Merujuk Permenhub No 65 Tahun 2019

Jumat, 01/4/22 | 11:47 WIB
65

Sumarnun, Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (Syahbandar) Sikakap, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perubungan RI. (Foto : Adt) PADANG, AmanMakmur.com --- "Tahu...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.