
JAWA TENGAH, AmanMakmur —-Menteri PU (Pekerjaan Umum) Dody Hanggodo melakukan peninjauan infrastruktur pendukung program swasembada pangan di Jawa Tengah.
Menteri Dody meninjau Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Kamis 2 Januari 2025 lalu.
Dimana progres fisik bendungan saat ini telah mencapai 99%.
Kementerian PU telah melakukan impounding Bendungan Jlantah pada 20 Desember 2024 lalu dan diharapkan pada 28 Februari 2025 air Bendungan sudah mencapai elevasi 685 meter.
Menteri Dody berharap pada saat Bendungan Jlantah difungsionalkan sudah dapat tersambung dengan daerah irigasi di sekitarnya.
“Salah satu fokus kita adalah untuk memastikan bahwa bendungan yang dibangun ini dapat dioptimalkan untuk mengairi sawah-sawah masyarakat,” ujar Menteri Dody.
“Sehingga Indeks Penanaman bisa meningkatkan karena target kita memang 3 kali lipat tanam,” tambahnya.

Bendungan Jlantah memiliki luas genangan 50,45 ha, dapat menampung air hingga 10,97 juta m3 yang dapat dimanfaatkan sebagai suplai air irigasi untuk Kabupaten Karanganyar seluas 1.494 ha.
Selain untuk mendukung program swasembada pangan, Bendungan Jlantah juga berfungsi untuk menyediakan air baku sebesar 150 liter/detik untuk Kecamatan Jumapolo, Jumantono, dan Jatipuro.
Bendungan Jlantah mampu mereduksi banjir sebesar 70,33 meter3/detik atau 51,26% dari debit banjir periode ulang 50 tahun dan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 MW dan potensi pariwisata.
(Rel/pu)











