• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

BNPB Segera Pasang Early Warning System (EWS) di Daerah Sekitaran Gunung Marapi

Selasa, 11/6/24 | 08:03 WIB
in Berita
0
Rapat koordinasi BNPB dengan pemerintah daerah di Sumbar. (Foto : bnpb)

JAKARTA, AmanMakmur –— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan rapat koordinasi untuk mempersiapkan pemasangan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) dengan pemerintah daerah di Sumbar.

Ini bertujuan untuk mengantisipasi dampak bencana banjir lahar dingin pascaerupsi Gunung Marapi yang terletak di perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Agam, Provinsi Sumbar.

Pada rapat pertemuan ini, Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati menyampaikan bahwa peringatan dini ini bentuk komitmen pusat terhadap tiga kabupaten yang dilanda banjir lahar dingin pada 11 Mei 2024 lalu.

LihatJuga

UNP Gelar Kuliah Umum dan Launching Buku, Bahas Soal Tradisi Merantau Orang Minangkabau

UNP Gelar Kuliah Umum dan Launching Buku, Bahas Soal Tradisi Merantau Orang Minangkabau

Sabtu, 10/10/26 | 19:30 WIB
5
Bupati Annisa Sambangi Atlet Cabor Akuatik Dharmasraya di Porprov XVI Sumbar, 13 Medali Berhasil Diraih

Bupati Annisa Sambangi Atlet Cabor Akuatik Dharmasraya di Porprov XVI Sumbar, 13 Medali Berhasil Diraih

Jumat, 09/10/26 | 18:14 WIB
11
Sulam Kapalo Samek dari Padang Pariaman Sampai di Wereld Museum Rotterdam Belanda

Sulam Kapalo Samek dari Padang Pariaman Sampai di Wereld Museum Rotterdam Belanda

Jumat, 09/10/26 | 18:02 WIB
7

Ketiga wilayah terdampak bencana tersebut di antaranya Kabupaten Tanah Datar, Agam dan Kota Padang Panjang.

“Kita berharap pemerintah provinsi dan kabupaten serta partisipasi masyarakat turut andil dalam pemasangan maupun pemeliharaan instrumen peringatan dini,” ujarnya, Senin (10/6/2024).

Pemasangan perangkat peringatan dini ini, katanya, dapat menjadi contoh kasus yang baik.

Menurut Raditya, modalitas yang dimiliki masyarakat setempat telah ada sehingga ini dapat membantu untuk memahami peringatan dini dan mereka mampu melakukan aksi dini untuk merespons peringatan dini tersebut.

Sementara itu, Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB Udrekh mengatakan, pemasangan instrumen peringatan dini sangat penting untuk mengantisipasi potensi yang masih akan terjadi di wilayah terdampak saat ini.

“Masih ada sekitar 700 ribu m3 material vulkanik pascaerupsi Gunung Marapi,” terangnya.

Sistem peringatan dini ini akan mengintegrasikan informasi cuaca, informasi aktivitas gunung api, informasi getaran dan sensor cuaca.

Berbagai informasi tersebut, sebutnya, akan memberikan rekomendasi kepada pemangku kepentingan untuk kesiapsiagaan maupun langkah mitigasi terhadap potensi dampak bencana.

Udrekh bersama tim dan dukungan BPBD Provinsi Sumbar akan melakukan survei sebagai langkah awal kegiatan pemasangan alat peringatan dini.

Pihaknya telah mendapatkan data dan informasi spasial kondisi pascabencana lahar dingin.

“Ini akan membantu tim untuk menentukan titik perangkat sebagai bagian dari sistem peringatan dini,” tukasnya.

Selanjutnya, Udrekh menekankan juga pada aspek masyarakat setempat. Sistem peringatan dini tidak sebatas pada perangkat atau fasilitas teknologi yang digunakan, tetapi juga sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat penerima manfaat.

Hal tersebut bertujuan agar warga paham dan melakukan aksi dini apabila mendengar bunyi sirine peringatan dini. Di samping itu, sosialisasi juga membuat mereka turut merawatnya sehingga keberlanjutan fungsi perangkat dapat terjaga.

Pertemuan persiapan ini dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumbar dan jajaran, serta perwakilan personel dari direktorat di lingkungan BNPB dan Tatonas.

Sedangkan pada rencana survei, Udrekah menyampaikan langkah-langkah yang akan dilakukan, di antaranya waktu pelaksanaan kegiatan masih pada rentang transisi darurat, penentuan titik sensor dan sirine, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi dan Deputi Bidang Pencegahan BNPB rencannya akan bertemu dengan Gubernur Sumbar, khususnya menyampaikan persiapan pemasangan peringatan dini. Kehadiran dan pertemuan bersama gubernur ini sebagai bentuk komitmen kuat dan harapan adanya dukungan dari pemerintah daerah setempat.

Terkait dengan bencana banjir lahar dingin di beberapa kabupaten, data BNPB per 29 Mei 2024 mencatat korban meninggal dunia sebanyak 63 orang dan 10 lain dinyatakan hilang. Operasi pencarian pun telah dihentikan oleh tim SAR gabungan pada 8 Juni 2024 lalu. Sedangkan total kerusakan pada sektor pemukiman mencapai 503 unit, dengan rincian rusak berat 126, rusak sedang 43 dan rusak ringan 334.

(Rel/bnpb)

Views: 252
ShareSendShare
Previous Post

Menteri PUPR Basuki Gelar Pertemuan Bilateral dengan Menteri Industri dan Teknologi Tajikistan

Next Post

Kemenkumham Sumbar Sinkronisasi Ranperda ke Pemkab Sijunjung

Next Post
Kemenkumham Sumbar Sinkronisasi Ranperda ke Pemkab Sijunjung

Kemenkumham Sumbar Sinkronisasi Ranperda ke Pemkab Sijunjung

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,409)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,604)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,242)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,896)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,854)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,225)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,252)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,712)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,684)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,691)

Berita Lainnya

Haedar Nashir: Muhammadiyah Harus Jadi Komunitas yang Berilmu, Mampu Mengurai Persoalan Sekaligus Hadirkan Solusi

Haedar Nashir: Muhammadiyah Harus Jadi Komunitas yang Berilmu, Mampu Mengurai Persoalan Sekaligus Hadirkan Solusi

Kamis, 06/8/26 | 13:56 WIB
8

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir. (Foto : muhammadiyah.or.id) SUMATERA UTARA, AmanMakmur --- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP)...

Dispora Sumbar Sukses Gelar Latihan Manajemen Organisasi Pemuda di Batusangkar

Dispora Sumbar Sukses Gelar Latihan Manajemen Organisasi Pemuda di Batusangkar

Jumat, 14/10/22 | 13:12 WIB
46

Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Sumbar Gusty Anora menyerahkan sertifikat  kepada peserta pertanda telah mengikuti kegiatan Latihan Manajemen Organisasi Pemuda...

Senator Haji Uma Datangi RSPAD Pertanyakan Hasil Otopsi Imam Masykur

Senator Haji Uma Datangi RSPAD Pertanyakan Hasil Otopsi Imam Masykur

Minggu, 10/9/23 | 08:08 WIB
10

Haji Uma, Anggota DPD RI asal Aceh, mendatangi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto untuk menanyakan hasil visum...

Ketua TP PKK Padang Genny Ingatkan Pentingnya Prokes

Ketua TP PKK Padang Genny Ingatkan Pentingnya Prokes

Sabtu, 01/5/21 | 15:36 WIB
29

PADANG, AmanMakmur.com ---Pemenuhan kebutuhan Ramadan dan Lebaran membuat orang-orang keluar dari rumahnya, dan kerumunan pun tak terhindarkan. Fenomena ini menjadi...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.