
PADANG, AmanMakmur —Walikota Padang dua periode Dr H Fauzi Bahar Dt Nan Sati, MSi memantapkan langkahnya menuju Senayan di Pemilu 2024 yang akan datang. Dimana Fauzi menjadi bakal calon legislatif (Bacaleg) DPR RI Dapil Sumbar 1 dari Partai NasDem dengan Nomor Urut 6.
Adapun Dapil Sumbar 1 itu meliputi 11 kabupaten/kota, yakni; Kota Padang, Solok, Sawahlunto, Padang Panjang, serta Kabupaten Pesisir Selatan, Kepulauan Mentawai, Solok Selatan, Solok, Sijunjung, Dharmasraya, dan Tanah Datar, dengan 8 kursi DPR RI.
Saat ini, periode 2019-2024, partainya Fauzi Bahar, NasDem memiliki 1 kursi DPR RI atas nama Lisda Hendrajoni, istri mantan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, yang sempat pula menjadi Ketua Partai NasDem Sumbar.
Majunya Fauzi Bahar, yang merupakan putra Ikua Koto Kecamatan Koto Tangah Kota Padang ini, untuk kedua kalinya dengan Partai Nasdem. Dimana pada Pemilu 2019 lalu Fauzi Bahar ikut caleg DPR RI juga, tapi nasib belum berpihak kepadanya.
Anak keempat Wali Bahar (Baharudin Amin–red) ini berperan penting dalam syiarnya penerapan agama Islam yang lebih baik di Ranah Minang. Komitmennya terhadap pemberantasan maksiat tidak diragukan lagi. Kemudian diiringi dengan tegaknya syiar Islam di tengah-tengah masyarakat.
Sebagai Walikota Padang, Fauzi Bahar membumikan program Asmaul Husna, mewajibkan siswi muslim Memakai Jilbab, pemberdayaan potensi Zakat Umat, perang dengan segala bentuk maksiat dan judi toto gelap, Beras Genggam, Pesantren Ramadan, didikan subuh/Subuh Mubarakah, serta pemberdayaan majelis taklim/kelompok pengajian, dan banyak lainnya.
Fauzi Bahar yang dikukuhkan sebagai Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar pada Januari 2022 lalu menggantikan Dr Drs M Sayuti Dt Rajo Panghulu, mempunyai tekad kuat memajukan adat istiadat di Ranah Minang.

“Saya siap menegakkan amar makruf nahi mungkar dan menghidupkan kembali rasa adat ba nagari demi tegaknya Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dengan menjalin kekuatan ranah dan rantau,” tegas Fauzi saat itu.
Menurut purnawirawan TNI AL ini, bagaimana ke depan, adat, budaya dan nagari di Sumbar ini dapat berfungsi kembali dengan mengimplementasikan ABS-SBK itu secara konkret.
Hal ini butuh dukungan, dan untuk menjalankan program-program tadi, di samping harus ada payung hukumnya, maka anggarannya perlu diperjuangkan dalam skala yang lebih luas di pusat, yakni di DPR RI.
Fauzi Bahar yang pernah dua kali ikut Pilkada Sumbar ini, mohon doa dan dukungan kepada masyarakat Sumbar, khususnya di Dapil Sumbar 1, agar harapannya memperjuangkan adat, budaya dan semakin tegaknya syiar Islam di Ranah Minang, dengan menjadi Anggota DPR RI dapat terwujud.
Apalagi di Pilpres, Partai Nasdem mengusung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), yang dari sisi keagamaannya sangatlah kuat. Hal ini selaras dengan aspirasi mayoritas masyarakat Sumbar.

Sekilas Fauzi Bahar
Fauzi Bahar kelahiran 16 Agustus 1962 (61), anak dari pasangan Baharudin Amin (alm) dan Nurjanah Umar (alm) seorang guru agama SD di Ikua Koto Kecamatan Koto Tangah Koto Padang, yang juga aktivis Muhammadiyah.
Fauzi menjalani masa kecilnya, menamatkan sekolahnya SD Negeri 03 Ikur Koto, Padang (1975), SMP Negeri Tabing Padang (1979), dan SMA Negeri Simpang Empat Pasaman (1982). Kemudian meraih gelar sarjana dari Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Padang (FPOK IKIP Padang), kini FIK Universitas Negeri Padang (UNP), pada 1986.
Setelah itu, Fauzi meraih gelar magister sains dari Program Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (PSIL UI) pada 2002, dan gelar doktor dari UNP pada tahun 2010.
Fauzi sejak muda sudah aktif di sejumlah kegiatan. Ia pernah menjadi pelatih silat di perguruan Pat Ban Bu di Ikua Koto. Ia juga pernah terpilih menjadi Ketua Pemuda Ikua Koto. Saat masih jadi mahasiswa, Fauzi aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler Resimen Mahasiswa (Menwa), dan menjadi komandan. Fauzi masuk TNI melalui jalur wajib militer (wamil). Sebelumnya, ia sempat ikut tes Akabri namun gagal.

Fauzi Bahar memulai karier militer sebagai Kepala Sub Direktorat Jasmani dan Rekreasi pada Dinas Perawatan Personil TNI Angkatan Laut (Kasdbditjasrek Watpersal) Markas Besar TNI Angkatan Laut pada 15 April 1987.
Berturut-turut, ia menjadi Kepala Urusan Jasmani dan Rekreasi (Kaur Jasrek) Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Ujungpandang pada Komando Armada Timur (Koarmatim) pada 1 April 1988 dan Kaur Minpers Lanal Ujungpandang Koarmatim pada 1 April 1989.
Pada 19 Februari 1991, Fauzi menjadi Kasijasrek pada Dismin Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil). Berturut-turut, ia menjadi Paban Watpers Spers Kolinlamil pada 31 Maret 1995 dan Pasiminpers Satuan Pasukan Katak (Sapaska) Komando Armada Barat (Koarmabar) pada 23 Maret 1996. Ia menjadi Pasimin Satpaska Koarmabar pada 20 Mei 1999.
Pada tahun 2004, Fauzi Bahar dilantik menjadi Walikota Padang dengan wakilnya Yusman Kasim. Dan tahun 2009, Fauzi berpasangan dengan Mahyeldi (Gubernur Sumbar sekarang ;red) berhasil menang pilkada, dan menjadi Walikota Padang untuk periode keduanya.
(Ika)











