• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Fenomena Peminggiran Islam

Rabu, 10/5/23 | 01:11 WIB
in Opini
0
Ahniyus Ahmad, Pengamat Sosial dan Politik. (Foto : Dok)

Oleh: Ahniyus Ahmad

SIKAP negatif yang terjadi pada sebagian kecil ummat Islam akan di blow-up habis-habisan oleh media sebagai alat propaganda yang secara umum berada di bawah kendali kapitalis atau yang lebih spesifik di sebut sebagai elit global.

Fungsi media ini memang bertujuan untuk menggiring opini dan persepsi serta membentuk stigma buruk dalam rangka membunuh karakter lawan-lawan ideologi, terutama Islam sebagai sebuah ajaran keimanan.

LihatJuga

Pemimpin Tak Harus Mengambil Alih Segalanya

Pemimpin Tak Harus Mengambil Alih Segalanya

Kamis, 01/10/26 | 20:49 WIB
7
Guspardi Gaus, Tokoh dengan Jejak Sejarah

Guspardi Gaus, Tokoh dengan Jejak Sejarah

Selasa, 29/9/26 | 17:18 WIB
9
Catatan Wiztian Yoetri: Rajo Sampono yang “Pasang Kepala” Demi Berdirinya BIM

Catatan Wiztian Yoetri: Rajo Sampono yang “Pasang Kepala” Demi Berdirinya BIM

Sabtu, 26/9/26 | 17:24 WIB
21

Sementara itu, kebenaran dan ketinggian nilai yang terkandung dalam ajaran Islam akan disamarkan sedemikian rupa atau bahkan difitnah dengan hal-hal yang keji seperti issu teroris, intoleran, serta stigma buruk lainnya untuk menimbulkan kesan negatif di tengah-tengah kehidupan antar ummat beragama.

Sebaliknya kebobrokan moral yang tengah melanda peradaban masyarakat di dunia industri yang bersandar pada ideologi sekuler dengan gaya hidup bebas tanpa batas, dikemas seolah menjadi gaya hidup yang keren, sehingga bagi golongan yang menentangnya dipandang sebagai masyarakat terbelakang.

Pengkondisian dan pembentukan karakter ke arah kerusakan moral bangsa sangat diupayakan secara terstruktur, sistemik dan masif, dengan cara memaksakan ideologi politik yang harus dianut, dimana karakter politik yang dikembangkan dijauhkan dari nilai-nilai kebaikan serta tidak merujuk kepada kandungan nilai Islam yang agung.

Sinisme terhadap Islam begitu kentara dan terlihat begitu nyata dari pembiaran oleh negara terhadap gerakan-gerakan aliran sesat serta penistaan Al Qur’an dan penyimpangan ajaran Islam, bahkan serangan fisik terhadap ummat yang sedang menjalankan ibadah serta pembubaran pengajian.

Kondisi ini diperparah oleh praktik pemilihan aparatur negara dan sistem pemilihan para penyelenggara negara yang dilakukan serba transaksional.

Dari para penyelenggara negara yang terpilih melalui jalan ini, lahirlah para Wayang yang dengan rela akan menerima kebijakan titipan dari sang Dalang sebagai “the invisible hand” yang berada dibalik semua ini dan merupakan perancang dari pemiskinan warga lokal yang kekayaan sumber daya alamnya dirampas.

Elit global sengaja membuat negara bonekanya menjadi negara yang lemah secara militer karena ditopang oleh angkatan bersenjata yang secara anggaran kecil dan secara persenjataan tertinggal.

Yang diperkuat justru Polisi-nya dengan perlengkapan persenjataan yang canggih serta jumlah anggaran yang besar, padahal tupoksi polisi lebih kepada ketertiban umum warga sipil bukan menghadapi invasi pihak luar.

Bobroknya mental aparat penegak hukum, hilangnya semangat menegakkan keadilan, perilaku korup oknum pejabat, peredaran narkoba dari para kartel dan mafia, serta kemudahan mengakses situs-situs berbau porno, kekerasan, kecurangan, yang disajikan begitu mudah melalui perangkat multimedia yang sudah menjadi permainan dan kesenangan para generasi sejak usia dini.

Dan sudah menjadi realita hari ini bahwa masyarakat di negara maju akhirnya tersadar bahwa ternyata selama ini mereka telah keliru dalam memilih jalan, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk memilih Islam sebagai jalan hidup serta kembali kepada keyakinan dalam agama yang benar.

Di lain tempat bagi pemeluk Islam yang bermukim sebagai warga minoritas di negara-negara tertentu, baik minoritas secara keyakinan maupun jumlah, atau sebagai pekerja dalam mencari nafkah, seringkali mendapatkan tindakan rasis dan diskriminatif, dan tidak jarang mereka diperlakukan secara keji dan tidak manusiawi.

Bagaimana dengan masyarakat di negara-negara berkembang yang secara ekonomi lemah dan secara mayoritas sudah memeluk Islam sejak lahir serta menganut Islam sebagai agama keturunan?

Mereka inilah yang rentan terhadap pendangkalan aqidah serta menjadi sasaran empuk dari program dan gerakan pemurtadan yang bergerak secara terorganisir serta di dukung dana yang besar.

Gerakan ini telah menciptakan kondisi yang pada akhirnya menjadi potret buruk bagi wajah Islam sebagai sebuah keyakinan.

Konspirasi peradaban yang di rancang musuh-musuh Islam sangat sejalan dengan upaya iblis untuk membuat dunia lebih indah dalam pandangan manusia.

Tetaplah berpegang teguh pada tali ALLAH agar tidak tergelincir dalam kesesatan dan memperoleh keselamatan sampai tempat tujuan. *)

Penulis adalah Pengamat Sosial dan Politik

Post Views: 422
ShareSendShare
Previous Post

Maraknya Jalan Rusak di Daerah, Jialyka: Jangan Politisasi Pembangunan!

Next Post

OJK Sebut Era Dana Murah dan Mudah Sudah Berakhir, Sultan Harap Tidak Berpengaruh pada Bunga KUR

Next Post
OJK Sebut Era Dana Murah dan Mudah Sudah Berakhir, Sultan Harap Tidak Berpengaruh pada Bunga KUR

OJK Sebut Era Dana Murah dan Mudah Sudah Berakhir, Sultan Harap Tidak Berpengaruh pada Bunga KUR

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,395)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,589)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,224)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,879)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,838)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,209)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,237)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,699)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,667)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,681)

Berita Lainnya

Apresiasi Atlet Sea Games Asal Jatim, LaNyalla Puji Khofifah

Apresiasi Atlet Sea Games Asal Jatim, LaNyalla Puji Khofifah

Sabtu, 03/6/23 | 19:48 WIB
6

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur --- Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti...

Senator Penrad Siagian Desak Pemerintah Cabut Moratorium Pemekaran DOB

Senator Penrad Siagian Desak Pemerintah Cabut Moratorium Pemekaran DOB

Senin, 09/12/24 | 20:22 WIB
18

Anggota DPD RI Pdt Penrad Siagian. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur ---- Anggota DPD RI Pdt Penrad Siagian menegaskan pentingnya...

KPU Sijunjung Gelar Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Paslon Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati

KPU Sijunjung Gelar Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Paslon Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati

Senin, 23/9/24 | 22:09 WIB
7

Pengundian nomor urut oleh KPU Sijunjung. (Foto : Alex) SIJUNJUNG, AmanMakmur ---Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sijunjung telah menetapkan nomor...

Mahyudin Dukung Pencak Silat Masuk Kurikulum Pendidikan

Mahyudin Dukung Pencak Silat Masuk Kurikulum Pendidikan

Kamis, 17/3/22 | 15:02 WIB
9

Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin menerima perwakilan dari organisasi Perkumpulan  Pendekar Pencak Silat Indonesia (PPPSI). (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com---...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.