
PADANG, AmanMakmur —Walikota Padang Hendri Septa melepas almarhumah Bundo Hj Darnis Bahar ke peristirahatan terakhir, bertempat di rumah duka Jl Maluku No 15 Wisma Indah I Ulak Karang Padang, Kamis (27/4/2023).
Bundo Darnis Bahar yang lahir di Sungayang Kabupaten Tanah Datar itu meninggal Rabu (26/4/2023), pukul 19.30 Wib (malam), di rumah Ulak Karang, dalam usia 86 tahun.
Dalam sambutan pelepasan, Walikota Hendri Septa menyampaikan duka yang dalam atas meninggalnya tokoh perempuan Minang, Bundo Darnis Bahar, baik secara pribadi maupun atas nama pemerintah kota.
“Kita kehilangan tokoh panutan bagi perempuan Minang, dimana semasa hidup almarhumah Bundo Hajjah Darnis Bahar aktif di berbagai organisasi perempuan, khususnya Bundo Kanduang, dan juga memiliki usaha pelaminan Minang,” ujar Wako Hendri.
Lanjutnya, kullu nafsin zaikatul maut, setiap bernyawa pasti menghadapi kematian. “Semoga almarhumah husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi cobaan ini,” ucap Hendri.

Pihak keluarga berterima kasih atas kedatangan Walikota Padang Hendri Septa, dan berharap kepada semua pihak, apabila ada salah-salah dari almarhumah dalam bergaul, mohon dimaafkan.
Jenazah almarhumah Bundo Darnis Bahar kemudian disalatkan di Masjid Babussalam Jl Sumatera, yang tidak jauh dari rumah, dan seterusnya dimakamkan di TPU Tunggul Hitam Padang, satu liang dengan almarhum suami H St Bahar Kamaruddin, yang sudah meninggal semenjak tahun 1997.

Di samping sebagai pengusaha pelaminan dengan bendera “Ibu Suri”, almarhumah Bundo Darnis Bahar juga merupakan seorang guru di SMKK, sekarang SMK 6 Padang, yang terletak di belakang kampus Unand Jl Proklamasi Jati Padang.
Almarhumah Bundo Darnis Bahar memiliki 8 orang anak, yang laki-laki semua. Dan 4 orang sudah meninggal dunia.
(Ika)











