• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Proporsional Tertutup

Sabtu, 18/2/23 | 08:43 WIB
in Opini
0
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Ketua DPD RI. (Foto : Dok)

Oleh: AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

DUA hari yang lalu, saya mendapat pesan WA dari wartawan salah satu media nasional di Jakarta. Dia bertanya. Apakah saya setuju Pemilu Legislatif dengan sistem proporsional tertutup?

Pertanyaan singkat. To the point. Seolah saya hanya punya jawaban; setuju dan tidak setuju. Setuju karena apa. Dan, tidak setuju karena apa.

LihatJuga

Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur

Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur

Sabtu, 22/8/26 | 10:14 WIB
8
Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal

Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal

Jumat, 21/8/26 | 19:21 WIB
9
Fadly Amran Menikam Jejak; Luhak Nan Tuo, Walikota Padang dan Gubernur Sumbar

Fadly Amran Menikam Jejak; Luhak Nan Tuo, Walikota Padang dan Gubernur Sumbar

Jumat, 21/8/26 | 15:00 WIB
38

Tentu saya tidak akan jawab dengan singkat seperti itu. Saya harus menjelaskan dengan utuh. Karena soal ini menjadi diskursus publik yang kuat. Apalagi banyak kalangan muda, aktivis dan pegiat medsos yang membicarakan soal ini.

Memang sekilas lebih banyak yang kontra sistem proporsional tertutup. Ada yang menyebut kemunduran demokrasi. Bahkan ada yang bilang anti demokrasi.

Bagi saya, terbuka atau tertutup adalah pilihan saja. Dan setiap pilihan tersebut sama-sama bisa ideal. Juga sama-sama bisa tidak ideal. Karena yang harus kita uji adalah variable ikutannya.

Proporsional terbuka secara ideal harus diikuti dengan variable independensi anggota dewan terpilih. Baik itu anggota DPR maupun DPRD.

Anggota DPR yang terpilih melalui sistem proporsional terbuka harus bebas dari ancaman re-call atau PAW, apabila tidak sejalan dengan ‘kebijakan’ partai politik.

Anggota DPR yang terpilih melalui sistem proporsional terbuka harus bebas dari ‘satu suara’ fraksi dalam menyikapi kebijakan pemerintah.

Anggota DPR yang terpilih melalui sistem proporsional terbuka harus bebas dari ‘arahan’ Ketua Umum atas pilihan sikapnya.

Mengapa batu uji variable tersebut penting? Karena sistem proporsional terbuka itu memberi ruang kepada calon legislatif di masing-masing daerah pemilihan untuk mengikat janji atau membangun komitmen dengan para pemilihnya.

Komitmen untuk memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi pemilihnya. Bahkan dalam beberapa kasus, seorang caleg menandatangani pakta janji dengan pemilihnya.

Lalu apakah ini bisa terjadi? Bila faktanya di dalam Undang-Undang MD3 dan Undang-Undang Partai Politik masih menempatkan posisi fraksi dan partai yang sangat hegemonik terhadap anggota DPR.

Apakah bisa terjadi ketika dalam menyikapi kebijakan pemerintah masih ada ‘satu suara’ fraksi? Apakah bisa terjadi ketika dalam menyikapi kebijakan pemerintah masih ada ‘arahan’ Ketua Umum Partai?

Tentu sulit diwujudkan. Sehingga sistem proporsional terbuka yang tidak dikuti dengan idealisasi variable ikutan, pasti tidak ideal.

Bahkan sistem proporsional terbuka memberi peluang kepada bukan kader utama partai untuk melenggang ke Senayan. Karena batu ujinya adalah popularitas yang berbanding lurus dengan elektabilitas.

Akibatnya bisa terjadi the wrong man in the wrong place. Atau kita menyerahkan persoalan negara dan politik kepada bukan ahlinya.

Bahkan mungkin saja mereka yang terpilih ‘belum’ utuh memahami platform perjuangan partainya. Karena memang dia bukan aktivis partai tersebut. Baru beberapa bulan memakai jaket partai. Hanya karena sangat dikenal oleh publik, sehingga terpilih.

Ibarat seorang pebalap Formula1 kelas dunia yang hebat, belum tentu mampu menerbangkan jet tempur.

Sebaliknya, sistem proporsional tertutup secara ideal akan memberikan tempat bagi kader terbaik partai untuk diberangkatkan ke gedung dewan.

Mereka yang selama ini bekerja keras membangun partai, mengikuti proses pengkaderan, berkeringat, akan mendapat prioritas. Meskipun mungkin tidak populer atau tidak punya kemampuan finansial untuk meraup suara dalam sistem proporsional terbuka.

Sehingga diharapkan akan terjadi the right man in the right place. Sehingga persoalan politik dan negara di gedung dewan akan dibahas oleh mereka yang selama ini memang aktivis partai.

Dan mereka memang akan memperjuangkan platform partainya untuk mewarnai kebijakan negara ini. Melalui perjuangan legislasi mereka di Senayan.

Konsekuensinya, para anggota dewan ini memang benar-benar representasi partai politik. Sehingga sejatinya memang bukan wakil rakyat di dapil-dapil lagi. Karena rakyat memang memilih partai yang mereka sukai. Atau memilih platform perjuangan partai yang mereka anggap sesuai dengan keinginan mereka.

Sehingga pakta janji atau komitmen dibangun antara rakyat dengan partai. Bukan rakyat dengan caleg.

Sehingga, jika saya diminta pendapat tentang pilihan mana; terbuka atau tertutup, sudah terjelaskan. Sistem terbuka mutlak harus diikuti variabel ikutan yang ideal tadi. Jika faktanya tidak, saya lebih memilih proporsional tertutup.

Jakarta, 17 Februari 2023

Penulis adalah Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia.

Post Views: 348
ShareSendShare
Previous Post

Dokter Jimi, Sang Inovator

Next Post

Jelang Ramadan, DPD RI Minta Pemerintah Jaga Pasokan dan Harga Pangan

Next Post
Jelang Ramadan, DPD RI Minta Pemerintah Jaga Pasokan dan Harga Pangan

Jelang Ramadan, DPD RI Minta Pemerintah Jaga Pasokan dan Harga Pangan

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,333)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,523)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,162)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,806)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,782)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,136)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,177)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,636)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,590)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,628)

Berita Lainnya

Ketua Komite IV DPD RI Desak Pemerintah Revisi Tarif Bea Masuk Susu Impor Demi Lindungi Peternak Lokal

Ketua Komite IV DPD RI Desak Pemerintah Revisi Tarif Bea Masuk Susu Impor Demi Lindungi Peternak Lokal

Kamis, 14/11/24 | 20:18 WIB
6

Ketua Komite IV Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Ahmad Nawardi. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur ---Ketua Komite IV...

Genius Umar Gencarkan Bedah Rumah Warga Tak Mampu

Genius Umar Gencarkan Bedah Rumah Warga Tak Mampu

Selasa, 02/11/21 | 14:17 WIB
27

Walikota Pariaman Genius Umar letakkan batu pertama pembangunan rumah milik Andre Anwar di Dusun Baruah Kubu, Desa Cubadak Air. (Foto...

FGD IKIP Penentu Potret Keterbukaan Informasi Publik Sumbar di Nasional

FGD IKIP Penentu Potret Keterbukaan Informasi Publik Sumbar di Nasional

Jumat, 23/4/21 | 12:21 WIB
17

PADANG, AmanMakmur.com ---Sudah 11 Tahun UU KIP ada, baru 2021 ini Indonesia buat Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP). "Focus Group...

Ketua DPRD Sumbar Terima Kunjungan Danlantamal Baru

Ketua DPRD Sumbar Terima Kunjungan Danlantamal Baru

Kamis, 11/11/21 | 04:26 WIB
15

Danlantamal II Laksana Pertama Endra Sulistiyono, yang baru menjabat, bersilaturahmi ke Ketua DPRD Sumbar Supardi. (Foto ; fwp-sb) PADANG, AmanMakmur.com--...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.