
TANAH DATAR, AmanMakmur.com — Pada kejuaraan cabang olahraga DBON, atau Desain Besar Olahraga Nasional, Kabupaten Tanah Datar mengirim atlet sebanyak 3 orang di cabang atletik dan 10 orang karate dari SD, SMP, dan SMA. Kejuaraan dilaksanakan pada Selasa dan Rabu (29- 30/11/2022) di Padang.
DBON ini diselenggarakan oleh Ikatan Guru Olahraga Nasional (Igornas) Sumbar melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.
Cabang olahraga yang dipertandingkan adalah atletik, karate, dan renang.
Untuk atletik digelar di komplek GOR H Agus Salim, karate di Asrama Haji, Tabing, dan renang di UNP Padang.
Dari hasil kegiatan DBON, Tanah Datar cabang atletik terdiri dari SD diwakili Faiha Nadira kelas VI siswi SDN 03 Salimpaung, pelatih Dhio Pantosa yang juga guru PJOK sekolah tersebut.
Untuk SMP diwakili Asyrafi Khaizur Yusqi, siswa kelas VIII SMP 27 Padang (Atlet PPLP) asal Tanah Datar, klub asal Atletik Klub Batipuh dengan pelatih Yusrizal yang juga guru PJOK SMP 1 Batipuh.
SMA diwakili Aulia Nadia Putri siswi SMA 4 Sumbar (SKO).
Untuk tingkat SD, nomor lomba adalah lari 60 meter dan lompat katak. Atlet Tanah Datar Faiha Nadira meraih medali emas dengan waktu 9.49 detik. Lompat katak mendapatkan perak dengan jarak 5.60 M.
“Sementara untuk tingkat SMP, nomor lomba adalah lari 80 M dan lompat jauh. Atlet Tanah Datar Asyrafi Khaizur Yusqi meraih emas waktu 9.29 detik,” kata Dhio Pantosa, Rabu (30/11/2022).
Dikatakannya, untuk lompat jauh mendapatkan peringkat 5 dengan jarak 4.97 M.
Pada SMA, nomor lomba lari 100 M dan lompat jauh. Atlet Tanah Datar Aulia Nadia Putri menyabet 2 emas sekaligus pada lari 100 M dengan waktu 13.53 detik, sedangkan lompat jauh sejauh 4.22 M.

Dari hasil lomba DBON se Sumbar ini, Tanah Datar meraih juara umum dengan perolehan 4 emas, 1 perak. Juara II umum direbut Bukittinggi dengan 3 emas, 3 perak, 3 perunggu. Disusul Juara III umum oleh Sawahlunto dengan 2 emas.
Pelatih Atletik Tanah Datar Dhio Pantosa menyampaikan terima kasihnya kepada Kepala Sekolah SDN 03 Salimpaung, SD yang telah menyupor dan mendukung keberangkatan atlet ke tingkat provinsi.
“Terima kasih juga kepada Disparpora Tanah Datar yang telah menfasilitasi keberangkatan dan transportasi lokal atlet selama berada di Padang.
Tanah Datar banyak memiliki atlet namun kurang tersalurkan karena kurangnya iven perlombaan di Tanah Datar, jadi atlet merasa jenuh latihan, sedangkan iven tidak ada. Harapan kami ke depan, semoga dilaksanakan kejuaraan rutin atletik di Tanah Datar agar bakat dan minat anak didik tersalurkan dari hasil sebuah latihan yang sudah dilaksanakan oleh pelatih,” tutur Dhio yang juga merupakan wasit Nasional Sepakbola dan juga Pengawas Pertandingan Nasional.
(FM)











