
JAKARTA, AmanMakmur.com — Dengan telah ditetapkannya jadwal pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) VI Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) pada tanggal 2-4 Maret 2022 di Sumbar oleh DPP PKDP diapresiasi Wakil Ketua Dewan Penyantun DPP PKDP Fuad S. Bakri.
Disampaikan Fuad, digelarnya Mubes pada awal bulan Maret 2023 sudah tepat mengingat kerja-kerja teknis panitia yang memerlukan waktu dan persiapan-persiapan khusus untuk menggelarnya.
Di antaranya sebut Fuad, perlunya waktu mempersiapkan Laporan Pertanggungjawaban (LPj). Terus membangun kerjasama dengan para pihak agar acara Mubes benar-benar menjadi Alek Gadang Urang Piaman. Kemudian perlu waktu pula untuk penjaringan bakal calon Ketua Umum, dan melakukan verifikasi terhadap yang akan menjadi peserta di Mubes VI PKDP ini.
Adanya anasir-anasir yang terjadi dengan keinginan pelaksanaan Mubes pada bulan Desember, menurut Fuad dengan telah ditetapkannya jadwal dan di-booking-nya hotel tempat pelaksanaan acara, menandakan bahwa panitia serius untuk mengelar Mubes.
“Kita menyesali adanya perbedaan yang terjadi terhadap pelaksanaan Mubes. Sebenarnya dari Desember ke Maret itu kan hanya sekitar tiga bulan. Jadi semua pihak harusnya bersabar. Dan lagi, pengurus DPP PKDP yang sah itu masih ketumnya Pak Haji Refrizal, dengan periode 2018-2023,” ujar Fuad, Rabu (16/11/2022).
Fuad yang sudah malang melintang di DPP PKDP, karena pernah menjadi Sekjen, Wakil Ketua Umum dan Bendahara Umum ini, merasa sedih melihat pola kampanye negatif terhadap panitia Mubes VI PKDP.
“Proses pergantian OC (Organizing Committee) baru dilaksanakan. Setahu ambo, Ketua Panitia sekarang, Rustian, adalah orang yang bersedia mewakafkan diri walaupun dengan kesibukan luar biasa bertugas di pemerintahan. Namun beliau bersedia dan bertanggungjawab dalam pelaksanaan Mubes VI PKDP sampai tuntas,” terang Fuad.
Lanjut Fuad, Ketua Panitia Mubes VI adalah salah seorang Wakil Ketua Umum DPP PKDP, dan juga menjabat Ketua Umum DPP IKA Unand, kemudian salah seorang Direktur di BNPB Pusat, yang menjadi kebanggaan masyarakat Piaman.
“Ketua Umum DPP PKDP dan pengurus memilih beliau bukan tanpa dasar, tapi karena tokoh yang paling netral, jauh dari politik praktis,” tukas Fuad.
Menurut Fuad semua proses yang sedang berjalan sehubungan dengan Mubes VI di awal bulan Maret 2023, sudah tepat dan benar. Kalau ada yang salah, di sanalah secara bersama-sama memperbaikinya, bukan menzalimi atau saling menghakimi.
Diimbau Fuad kepada para Ajo/Uniang dan tokoh-tokoh PKDP, mari sudahi suudzon, serta asumsi yang mengarah fitnah yang membuat PKDP menjadi lemah.
“Jangan pernah membawa masalah pribadi ke dalam organisasi. Saya sendiri menyadari ada yang kurang sempurna dalam organisasi ini (PKDP). Namun di sinilah rasa Piaman Laweh harus kita bawa. Raso pareso nan laweh, raso badunsanak nan laweh. Dan hanya tabayyun solusi dari permasalahan ini,” pungkas Fuad.
(Ika)











