• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Nevi Zuairina Kritisi BUMN yang Tidak Layak Terima PMN

Selasa, 13/9/22 | 00:13 WIB
in Berita
0
Hj Nevi Zuairina, Anggota Komisi VI DPR Fraksi PKS. (Foto : nzcenter)

JAKARTA, AmanMakmur.com — Anggota Komisi VI DPR Fraksi PKS Hj Nevi Zuairina menilai selain permintaan penyertaan modal negara (PMN), Kementerian BUMN wajib memperhatikan agar BUMN yang telah diberikan PMN tidak meminta lagi.

Sejalan dengannya, sejumlah anggota Komisi VI DPR juga mengkritisi permintaan penyertaan modal negara (PMN) mencapai Rp67,82 triliun. Beberapa BUMN dinilai tidak layak mendapatkan suntikan modal negara.

“Kementerian BUMN harus mempersiapkan BUMN tidak menerima PMN lagi, sehingga menjadi usaha yang memberikan manfaat penuh bagi negara,” jelas Nevi dalam rapat kerja di Komisi VI DPR, Senin (12/9/2022).

LihatJuga

Bangun Citra Positif di Tengah Ekosistem Digital, MPI PP Muhammadiyah Gelar Akademi Jurnalistik Muhammadiyah (AJM) 2026

Bangun Citra Positif di Tengah Ekosistem Digital, MPI PP Muhammadiyah Gelar Akademi Jurnalistik Muhammadiyah (AJM) 2026

Selasa, 21/7/26 | 20:28 WIB
3
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin: Pemerintah Berkomitmen Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat Daerah

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin: Pemerintah Berkomitmen Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat Daerah

Selasa, 21/7/26 | 20:06 WIB
4
Rel Sumatera Barat; Dari Jejak Sejarah Menuju Penguatan Konektivitas Pulau Sumatera

Rel Sumatera Barat; Dari Jejak Sejarah Menuju Penguatan Konektivitas Pulau Sumatera

Selasa, 21/7/26 | 19:08 WIB
13

Politisi PKS ini menekankan bahwa PMN untuk PT KAI mesti ditinjau ulang. Terutama untuk pembiayaan kereta api cepat Jakarta-Bandung, Nevi melihat bahwa penggunaan APBN untuk persoalan ini tidak bijak di tengah kondisi keuangan negara serba sulit. Bukti sulitnya keuangan negara menurutnya terjadi ketidaksanggupan APBN menanggung beban subsidi BBM.

Nevi menambahkan, bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) belum terlalu mendesak dan penting untuk dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Ia mengkhawatirkan, cara yang seperti ini malah akan melemahkan BUMN dan ketergantungan dengan PMN.

“Pemerintah mesti bijak dalam menentukan skala prioritas proyek termasuk BUMN yang mendapat pendanaan. Sehingga, dengan sumber daya pendanaan yang sangat terbatas, pemerintah mesti terbiasa berpikir objektif, efektif, efisien, dan tepat guna dalam mengelola anggaran. Saya meminta, pemerintah menargetkan, bahwa tahun 2024, BUMN dapat mandiri dalam permodalan, yang artinya tidak ada lagi PMN yang perlu dialokasikan dari APBN”, tukas Nevi.

Pada persoalan kesehatan BUMN secara keseluruhan, Legislator asal Sumatera Barat II ini menekankan agar pada tahun 2022, BUMN dapat merealisasikan estimasi dividen yang mencapai Rp34 triliun. Lalu naik menjadi Rp43 triliun di 2023. Ditargetkan tahun 2024 menjadi Rp56 triliun.

“Seharusnya BUMN menjadi kontributor kesehatan keuangan negara dengan menyumbang pada APBN, bukan malah mengambil APBN. Jangan sampai PMN ini terus menjadi Beban APBN, yang ujungnya ketika APBN Goyah, rakyat menjadi korban, seperti yang terjadi saat ini ketika subsidi BBM dikurangi yang mengakibatkan efek berantai harga-harga komoditas naik yang akhirnya semakin menyengsarakan rakyat”, tutup Nevi Zuairina.

(Rel/nzcenter)

Post Views: 543
ShareSendShare
Previous Post

DPD RI Prihatin Tidak Semua Provinsi di Indonesia Miliki Rumah Sakit Jiwa

Next Post

LaNyalla: Bangsa Jangan Wariskan Generasi Lemah

Next Post
LaNyalla: Bangsa Jangan Wariskan Generasi Lemah

LaNyalla: Bangsa Jangan Wariskan Generasi Lemah

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,275)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,467)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,105)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,747)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,725)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,066)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,126)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,576)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,527)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,577)

Berita Lainnya

Keseniorannya Masih Dibutuhkan, Leonardy Dipilih Lagi Menjadi Ketua BK DPD

Keseniorannya Masih Dibutuhkan, Leonardy Dipilih Lagi Menjadi Ketua BK DPD

Kamis, 19/8/21 | 15:39 WIB
24

Ketua BK DPD RI Leonardy Harmainy. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com---Setelah melalui musyawarah mufakat, Leonardy Harmainy akhirnya dipilih kembali menjadi...

Nevi Zuairina Memahami Kekecewaan Tokoh-tokoh Sumbar Terhadap Menag Yaqut

Nevi Zuairina Memahami Kekecewaan Tokoh-tokoh Sumbar Terhadap Menag Yaqut

Jumat, 25/2/22 | 02:07 WIB
235

Anggota DPR RI asal Sumbar Hj Nevi Zuairina. (Foto : nzcenter) PADANG, AmanMakmur.com --- Anggota DPR RI asal Sumbar Hj...

Usia Kepala Pemerintahan

Usia Kepala Pemerintahan

Minggu, 15/10/23 | 16:06 WIB
80

Djohermansyah Djohan, Guru Besar IPDN, Dirjen Otda Kemendagri 2013-2014, Pendiri i-Otda. (Foto : Dok) Oleh: Djohermansyah Djohan (Guru Besar IPDN,...

Inyiak Rajo: JKA-Rahmat Harus Buka Peluang untuk Investasi Sebesarnya

Inyiak Rajo: JKA-Rahmat Harus Buka Peluang untuk Investasi Sebesarnya

Rabu, 25/12/24 | 19:12 WIB
12

Tokoh masyarakat Padang Pariaman, Bahrun Hikmah Rangkayo Rajo Sampono. (Foto : Dok) Oleh: Wiztian Yoetri (Wartawan Senior) ADA gagasan brilian...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.