• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

LaNyalla Ingatkan Subsidi itu Amanat Pancasila, yang Harus Dihapus itu Korupsi

Minggu, 04/9/22 | 03:47 WIB
in Berita
0
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd)

JAKARTA, AmanMakmur.com — Konsistensi Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengusung tema kebangsaan dan falsafah bangsa dalam bernegara kembali disuarakan terkait keputusan pemerintah mengurangi subsidi BMM.

Dikatakan LaNyalla, yang harus dihapus itu korupsi, bukan subsidi. Karena subsidi adalah amanat Pancasila dan tertulis di pembukaan konstitusi sebagai bagian dari cita-cita dan tujuan nasional negara ini.

“Negara ini lahir untuk melindungi tumpah darah, mencerdaskan kehidupan dan memajukan kesejahteraan rakyatnya. Hal itu dilakukan dengan memastikan rakyatnya tidak semakin menderita dan miskin,” tandasnya Minggu (4/9/2022).

LihatJuga

KAI Divre II Sumbar Peringati Hari Kartini dengan Beri Penumpang Perempuan Souvenir

KAI Divre II Sumbar Peringati Hari Kartini dengan Beri Penumpang Perempuan Souvenir

Selasa, 21/4/26 | 18:47 WIB
2
DPD RI Tekankan MoU Strategis untuk Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

DPD RI Tekankan MoU Strategis untuk Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Selasa, 21/4/26 | 18:37 WIB
3
Universitas Adzkia Padang Ikuti Pengabdian Nasional di Desa Kasomalang Jabar, Diikuti 173 Dosen dari 64 Perguruan Tinggi se-Indonesia

Universitas Adzkia Padang Ikuti Pengabdian Nasional di Desa Kasomalang Jabar, Diikuti 173 Dosen dari 64 Perguruan Tinggi se-Indonesia

Selasa, 21/4/26 | 18:20 WIB
13

Ditambahkan, jika kenaikan harga BBM akan membuat rakyat semakin menderita dan menambah jumlah kemiskinan, maka itu tidak boleh ditempuh oleh pemerintah sebagai kebijakan. Apalagi diyakini BLT belum 100 persen menjawab persoalan.

“Seolah subsidi untuk kepentingan hajat hidup orang banyak itu optional (pilihan, red). Bisa dicabut sebagai pilihan. Itu karena kita memahaminya sebagai subsidi. Padahal itu kewajiban negara. Apakah nanti BLT juga akan terus-menerus? Mungkin tidak juga. Jadi perlahan-lahan bisa dihentikan juga,” imbuhnya.

Tokoh berdarah Bugis yang besar di Surabaya ini, mengingatkan bahwa kewajiban negara adalah untuk memastikan rakyat, sebagai pemilik kedaulatan yang sah, dapat mengakses kebutuhan hidupnya dengan layak. Dan semakin hari semakin sejahtera. Bukan semakin susah. Apalagi sampai bunuh diri karena kemiskinan.

“Jangan menambah paradoksal yang sekarang semakin banyak. Justru yang wajib dilakukan pemerintah adalah menghilangkan total korupsi yang membebani APBN kita. Jangan kemudian memberi perlindungan rakyat dianggap membebani APBN. Sementara bayar bunga utang sekitar 400 triliun rupiah setahun pemerintah tidak mengeluh,” ungkapnya.

Lanjut LaNyalla, indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia masih berkutat di angka 37 hingga 40 dalam beberapa tahun ini. Dan Indonesia masih berkutat di peringkat 96 hingga 102 dari 180 negara di dunia. “Artinya ada kerugian perekonomian negara yang besar. Yang seharusnya sampai ke rakyat sebagai bagian dari kewajiban negara,” sambungnya.

Sehingga, tambahnya, sudah seharusnya negara serius terhadap persoalan ini. Termasuk membongkar semua kerugian perekonomian negara akibat perlindungan-perlindungan gelap terhadap kejahatan perjudian, narkoba, pencucian uang, penambangan ilegal dan kejahatan ekonomi lainnya.

“Dan yang paling penting, kita harus kembali kepada Pancasila dan sistem bernegara yang telah dirumuskan para pendiri bangsa, agar negara ini kembali berdaulat atas sumber kekayaan Indonesia. Sehingga tidak semakin dinikmati segelintir orang yang berkolaborasi dengan Asing dan Aseng,” pungkasnya.

Seperti diketahui, LaNyalla memang menggagas kesadaran bangsa Indonesia untuk kembali ke sistem asli yang dirumuskan para pendiri bangsa, dimana seluruh elemen rakyat ikut menjadi penentu arah perjalanan bangsa, dan kembali fokus kepada Pasal 33 UUD 1945 naskah asli berikut penjelasannya.

Sebelumnya, 21 Agustus silam, LaNyalla sudah mengingatkan pemerintah untuk tidak mengambil opsi kenaikan harga BBM. Karena kebijakan itu bisa memiliki efek domino yang serius. Oleh sebab itu, pemerintah harus mendengarkan suara keberatan dari masyarakat.

(Rel/dpd)

Post Views: 329
ShareSendShare
Previous Post

Mahyudin Ingatkan Bali Perlu Membangun Sektor Alternatif di Luar Pariwisata

Next Post

Hadiri Motoprix Sawahlunto, Ketua IMI Sumbar Dua Periode Is Prima Nanda Terkenang Almarhum Amran Nur

Next Post
Hadiri Motoprix Sawahlunto, Ketua IMI Sumbar Dua Periode Is Prima Nanda Terkenang Almarhum Amran Nur

Hadiri Motoprix Sawahlunto, Ketua IMI Sumbar Dua Periode Is Prima Nanda Terkenang Almarhum Amran Nur

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,150)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,351)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (8,979)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,635)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,612)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,926)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,033)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,456)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,397)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,479)

Berita Lainnya

BPK Serius dengan Temuan Pansus Jiwasraya DPD RI

BPK Serius dengan Temuan Pansus Jiwasraya DPD RI

Kamis, 09/6/22 | 09:37 WIB
18

Pansus Jiwasraya DPD RI berfoto bersama dengan Wakil.Ketua BPK RI. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com --- Pansus Asuransi Jiwasraya DPD...

Ketua DPD RI Tolak APBN Jadi Jaminan Kereta Cepat China

Ketua DPD RI Tolak APBN Jadi Jaminan Kereta Cepat China

Jumat, 14/4/23 | 15:51 WIB
1

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur --- Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang diinisiasi di...

Dorong Penurunan Biaya Produksi Padi, Sultan Minta Pemerintahan Prabowo Tata Ulang Lembaga Pertanian dan Pangan

Dorong Penurunan Biaya Produksi Padi, Sultan Minta Pemerintahan Prabowo Tata Ulang Lembaga Pertanian dan Pangan

Sabtu, 27/4/24 | 08:15 WIB
6

Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin bersama Presiden Terpilih Prabowo Subianto. (Foto : Dok) JAKARTA, AmanMakmur ---Wakil Ketua Dewan...

Setop Kriminalisasi Guru, Komite III DPD RI Serukan Darurat Perlindungan Guru

Setop Kriminalisasi Guru, Komite III DPD RI Serukan Darurat Perlindungan Guru

Kamis, 14/11/24 | 20:12 WIB
5

Ketua Komite III DPD RI Dailami Firdaus. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur --- Merespons maraknya kasus kriminalisasi terhadap guru yang...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.