
SAWAHLUNTO, AmanMakmur.com — Saat ini Sumatra Barat baru memiliki satu sirkuit permanen balap motor, yakni di Kandi, Kota Sawahlunto. Sirkuit sepanjang 1200 meter dipakai pertama kali pada tahun 2005 lalu, dan hampir semua pembalap Region 1 Sumatra pernah menjajal Sirkuit Kandi ini.
Seperti diketahui, untuk menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix, balapan harus diadakan di sirkuit permanen. Karena Sumbar hanya ada Sirkuit Kandi di Sawahlunto, maka Kejurnas Balap Motor atau Motoprix Region A Putaran 2 diadakan di sana.
Selama dua hari, Sabtu dan Minggu (3-4/9/2022) sirkuit yang berada di Kawasan Wisata Kandi didatangi tim balap dari berbagai kota dan provinsi di pulau Andalas. Puncaknya ketika seremoni pembukaan yang dihadiri Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah.
“Saya ikut hadir menyaksikan acara pembukaan Motoprix Sawahlunto di Sirkuit Kandi. Jadi teringat, sirkuit ini dibangun tahun 2005, era saya Ketua IMI Sumbar. Ketika itu yang jadi Walikota Sawahlunto, Pak Amran Nur (almarhum),” kenang Is Prima Nanda, Ketua IMI Sumbar dua periode.

“Terimakasih saya sudah diundang Defri Nasli, Ketua IMI Sumbar sekarang. Defri itu adalah pembalap PON Sumbar pertama bersama Jaya Maulana. Semoga ke depan bisa terus mengadakan event nasional di Sirkuit Kandi,” harap Prima.
Hanya saja, banyak yang harus dilakukan untuk perbaikan. Paling utama lintasan balap yang harus diaspal ulang. “Sarana pendukung lainnya juga harus diperbaiki dan ditambah,” saran Prima.
Dan suara itu didengar Walikota Sawahlunto Deri Asta dan Gubernur Sumbar Mahyeldi. “Kita minta dukungan Pak Gubernur dan Walikota untuk pengembangan sirkuit. Pak Mahyeldi berjanji tahun anggaran 2023/2004 diajukan,” beber Prima.
Karakter sirkuit ini cukup menantang dan masuk kategori sirkuit high speed. Apalagi miliki lintasan lurus sepanjang 390 meter. Lokasinya jauh dari keramaian sehingga cocok menghajat kejuaraan besar.
(Rel/ipn)












