
PADANG, AmanMakmur.com — Ketua Umum DPP Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Prof Arief Hidayat rencananya membuka Konferda I DPD PA GMNI Sumbar, yang akan dilaksanakan di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Sabtu 23 Juli 2022.
Hal ini disampaikan Yogi Yolanda, Ketua DPD PA GMNI Sumbar, kepada media di RM Sederhana Padang, Kamis (21/7/2022).
Konferda yang mengambil tema “Konsolidasi Gerakan Nasionalis di Sumatera Barat” ini, menurut Yogi, akan membentuk dan memilih kepengurusan DPD PA GMNI Sumbar yang definitif, setelah selama setahun ini dipimpinnya sebagai caretaker.
“Kita memilih Bukittinggi sebagai tempat pelaksanaan Konferda karena alasan historis, dimana dulunya Bukittinggi merupakan basis tokoh-tokoh nasional yang ikut mendirikan Republik Indonesia ini,” ujar Yogi.
Semua tahu bahwa Ranah Minang ini adalah rumah gadangnya orang nasionalis. Sejarah membuktikan bahwa tokoh-tokoh nasionalis yang ikut mendirikan negara ini bersama Bung Karno banyak lahir dari Ranah Minang, seperti Bung Hatta, Bung Sjahrir, Agus Salim, Tan Malaka dan lainnya.
Sekaligus, tambah Yogi, Konferda ini akan menjawab isu-isu Sumbar itu merupakan daerah yang intoleran, dan tidak nasionalis. “Alumni GMNI di Sumbar itu tersebar dengan latar belakang sosial, politik dan budaya yang berbeda-beda. Jadi di Sumbar itu gerakan nasionalisnya cukup besar,” tukas Yogi.
“Kita optimis Sumbar akan terus melahirkan sosok-sosok nasionalis yang mampu menjaga nilai-nilai sejarah dan peninggalan para pendahulu, serta ikut berkontribusi positif bagi masyarakat Sumbar,” imbuhnya.

Ditambahkan Yogi, Konferda akan dihadiri sekitar 200 an alumni GMNI, dan diikuti 7 cabang, di antaranya Padang, Tanah Datar, Kepulauan Mentawai, Pasaman, Pasaman Barat dan Bukittinggi. Dimana 4 cabang sudah definitif dan 3 masih caretaker.
Untuk pemilihan pengurus di PA GMNI, kata Yogi lagi, biasanya dengan musyawah mufakat sesuai dengan sila keempat dari Pancasila. Tapi saat Konferda, 4 cabang definitif mempunyai hak suara, sementara 3 cabang lagi hanya sebatas mengusulkan siapa yang akan menjadi ketua.
Sementara itu Mitsu Pardede, senior alumni GMNI di Sumbar mengakui bahwa pergerakan alumni GMNI di Sumbar memang sedikit terlambat dalam pembentukan wadahnya.
“Tahun 1996 GMNI sudah ada di Sumbar, tapi persatuan alumninya baru beberapa tahun ke belakang konsolidasi, dimana satu tahun ini wadahnya sudah terbentuk dan dipimpin caretaker,” kata Anggota DPRD Sumbar periode 1999-2004 ini.
Turut hadir saat pertemuan dengan media Ketua SC Konferda I PA GMNI Sumbar Lisa Febriyanti dan pengurus DPD PA GMNI Sumbar lainnya.
Disampaikan Lisa bahwa Konferda akan didahului dengan Kuliah Umum Kebangsaan di Universitas Negeri Padang (UNP) oleh Ketua Umum PA GMNI Prof Arief Hidayat yang sekarang menjabat Hakim MK, dengan tema “Ideologi Pancasila di Era Disrupsi Teknologi”.
Kemudian melakukan Napak Tilas Kebangsaan, ke rumah kelahiran Bung Hatta, Tan Malaka, dan menikam jejak Bung Karno di Sumbar di antaranya pernah singgah sembahyang di Masjid Ganting dan sebuah rumah di Jl A Yani Padang.

Sekilas GMNI
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah salah satu organisasi mahasiswa ekstrakampus yang terdapat hampir di seluruh Indonesia, terutama kota atau kabupaten yang memiliki perguruan tinggi. GMNI berdiri pada 23 Maret 1954 di Surabaya, sementara gagasannya lahir di Jakarta.
GMNI dikenal sebagai organisasi gerakan berwatak nasionalis dan berazaskan marhaenisme.
GMNI adalah organisasi yang bersifat Independen artinya secara organisatoris GMNI tidak berafiliasi kepada salah satu kekuatan politik tertentu, namun secara personal kader GMNI bebas menyalurkan aspirasi politiknya pada kekuatan sosial politik apapun.
Sebagai organisasi perjuangan maka setiap kader GMNI tidak saja dituntut berjuang dan berpihak pada kepentingan rakyat tetapi sekaligus berjuang bersama-sama rakyat untuk melawan segala macam bentuk penindasan yang diakibatkan oleh sistem kapitalisme, imperialisme, kolonialisme dan feodalisme.
(Ika)











