
PADANG, AmanMakmur.com —Anggota DPR RI Hj Nevi Zuairina pada kesempatan tarhib Ramadan yang diselenggarakan Forum Silaturahim Majelis Taklim Sumbar menyampaikan, tentang peningkatan ketakwaan sebagai bekal dalam kegiatan menjalankan segala aktivitas.
Ia menekankan, agar ketika memasuki bulan Ramadan, ada persiapan yang sudah dilakukan yakni memastikan kebersihan dan kesucian hati atau tazkiyatun nafs dan mempersiapkan diri untuk amalan-amalan istimewa di bulan suci Ramadan.
“Ramadan tahun ini, mesti kita jadikan kesempatan untuk beribadah dengan maksimal dan tidak ada peluang untuk berbuat dosa. Karena dalam Hadits riwayat Bukhari menerangkan apabila Ramadan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu,” ujar Nevi, melalui keterangan persnya, Selasa (29/3).
Legislator asal Sumbar II ini menambahkan pentingnya keikhlasan di setiap momen, baik siang dan malam, karena segala aktivitas yang yang positif bernilai ibadah lebih besar dari bulan-bulan biasanya. Keikhlasan menjadi kekuatan bagi orang-orang yang berpuasa di siang hari dan salat di malam hari.
“Takwa adalah target Ramadan. Kitab suci kita, menekankan puasa Ramadan ini dengan menyeru kepada orang-orang yang beriman, diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelumnya agar bertakwa. Hadist Riwayat Bukhori juga menyebutkan bahwa barangsiapa melakukan qiyam Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”, kata Nevi nenambahkan.
Politisi PKS ini mengajak pada peserta yang hadir agar Qooma menghidupkan malam-malam dengan salat dan ber-taqarrub / mendekatkan diri kepada Allah. Karena di bulan Ramadan, adalah momen untuk meningkatkan keimanan dengan memperbanyak ibadah.
“Kita semua, dengan berpuasa Ramadan, semoga senantiasa semakin dekat dengan Allah SWT sehingga keimanan setiap kita juga meningkat. Semoga kita semua ketika berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah (tulus), maka dosa-dosa yang pernah dilakukan di masa lalu akan diampuni”, tutup Nevi Zuairina.
(Rel/nzcenter)











