• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Kedelai Mahal dan Langka, LaNyalla Minta Pemerintah Respons Cepat

Rabu, 16/2/22 | 07:16 WIB
in Berita
0
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd)

JAKARTA, AmanMakmur.com —– Keluhan masyarakat terkait mahal dan langkanya kedelai ditanggapi Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Menurutnya, pemerintah harus segera melakukan stabilisasi harga sehingga tidak ada gejolak di masyarakat dan para perajin tahu-tempe.

“Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) harus segera menstabilkan harga kacang kedelai. Masyarakat tidak bisa dibiarkan bertarung sendiri, pemerintah harus hadir,” kata LaNyalla, Rabu (16/2).

LihatJuga

PT KAI Divre II Sumbar Semarakkan HUT ke-81 Provinsi Sumbar dengan “Sapa Pelanggan”

PT KAI Divre II Sumbar Semarakkan HUT ke-81 Provinsi Sumbar dengan “Sapa Pelanggan”

Kamis, 01/10/26 | 20:00 WIB
6
22 Tahun DPD RI, Saatnya Suara Daerah Menentukan Arah Indonesia

22 Tahun DPD RI, Saatnya Suara Daerah Menentukan Arah Indonesia

Kamis, 01/10/26 | 19:48 WIB
4
Wabup Dharmasraya Leli Arni Jadi Inspektur Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Wabup Dharmasraya Leli Arni Jadi Inspektur Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Kamis, 01/10/26 | 19:34 WIB
4

LaNyalla mengaku heran mengapa pemerintah mendiamkan harga kacang kedelai yang berlarut-larut terus melambung tinggi.

Padahal tren kenaikan sudah muncul sejak pertengahan tahun 2021 karena dampak cuaca ekstrem sehingga menurunkan produksi di negara produsen utama dunia seperti Argentina dan Brasil.

“Akar permasalahan mahalnya harga kedelai ini sangat jelas. Pemerintah gagal mengantisipasi kelangkaan pasokan kedelai baik kedelai impor maupun kedelai lokal,” ujarnya.

Di sisi lain LaNyalla mempertanyakan mengapa Kementerian Pertanian tidak
membuat kebijakan untuk meningkatkan produksi kedelai nasional.

Sejauh ini seperti dijelaskan oleh Kemendag, kebutuhan kedelai nasional masih bergantung pada impor dari sejumlah negara. Hampir 90 persen pasokan kedelai berasal dari impor.

“Kok bisa begini, kita memiliki lahan yang luas, potensinya besar dalam
mengembangkan kedelai tetapi pemerintah tetap membeli dari negara lain. Seharusnya Kementan membuka keran produksi kedelai nasional melalui kebijakan dan program,” papar dia.

Diketahui produksi kedelai nasional pada tahun 2021 hanya berkisar 240 ribu ton, sedangkan kebutuhan mencapai 2 juta ton kedelai segar.

LaNyalla berharap adanya sinergi antar kementerian dalam stabilisasi harga kedelai tersebut.

“Saya kira untuk stabilisasi harga komoditas pertanian memang memerlukan sinergi lintas kementrian. Harus dilakukan koordinasi dengan baik, cepat dan tepat. Selain itu pemerintah sebaiknya memastikan tingkat produksi kacang kedelai yang dibutuhkan secara nasional,” lanjutnya.

(Rel/dpd)

Post Views: 407
ShareSendShare
Previous Post

Akhir Februari, BPS Launching Padang Pariaman dalam Angka Tahun 2022

Next Post

Ambang Batas Calon Presiden Mengebiri Hak Politik Warga Negara

Next Post
Ambang Batas Calon Presiden Mengebiri Hak Politik Warga Negara

Ambang Batas Calon Presiden Mengebiri Hak Politik Warga Negara

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,394)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,586)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,223)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,879)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,837)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,206)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,236)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,698)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,667)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,680)

Berita Lainnya

Bupati Tanah Datar Eka Putra: Khatam Quran Bentuk Generasi yang Qurani

Bupati Tanah Datar Eka Putra: Khatam Quran Bentuk Generasi yang Qurani

Minggu, 29/12/24 | 22:49 WIB
11

Bupati Tanah Datar Eka Putra foto bersama dengan peserta Khatam Al-Quran. (Foto : Prokopim) TANAH DATAR, AmanMakmur ---Khatam Al-Quran bukan...

Masyarakat Dharmasraya Ukir Sejarah, Pasangan Annisa-Leli Kaum Perempuan Pertama Jadi Kepala Daerah di Sumbar Melalui Pilkada

Masyarakat Dharmasraya Ukir Sejarah, Pasangan Annisa-Leli Kaum Perempuan Pertama Jadi Kepala Daerah di Sumbar Melalui Pilkada

Kamis, 28/11/24 | 16:12 WIB
77

Isa Kurniawan, Pengamat Abal-abal. (Foto : Riko) Oleh: Isa Kurniawan  DI Pilkada Serentak 2024 ini, sepertinya akan terukir sejarah baru...

Ketua PTA Sumbar Dukung Kategori Yudikatif di Monev Badan Publik 2023

Ketua PTA Sumbar Dukung Kategori Yudikatif di Monev Badan Publik 2023

Selasa, 15/8/23 | 00:00 WIB
7

KI Sumbar kunjungi PTA Sumbar. (Foto : ki) PADANG, AmanMakmur ---Sejak Keputusan Mahkamah Agung (MA) RI tentang pengelolaan informasi publik...

Kapolres Bersama Pemkab Agam Tinjau Pos Pelayanan Operasi Lilin Singgalang 2022

Kapolres Bersama Pemkab Agam Tinjau Pos Pelayanan Operasi Lilin Singgalang 2022

Sabtu, 31/12/22 | 16:59 WIB
15

Kapolres Agam AKBP Ferry Ferdian bersama Pemkab Agam meninjau pos pelayanan Operasi Lilin Singgalang 2022. (Foto : FM) AGAM, AmanMakmur.com...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.