• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

LaNyalla: Presidential Threshold Perlemah Sistem Demokrasi

Sabtu, 20/11/21 | 10:15 WIB
in Berita
0
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, jadi narasumber dalam simposium yang digelar oleh UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. (Foto : dpd)

SULAWESI TENGGARA, AmanMakmur.com —– Sistem Presidential Threshold dimaksudkan untuk memperkuat sistem Presidensil dan demokrasi. Namun, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai kondisi yang terjadi di lapangan justru sebaliknya, memperlemah.

“Kalau didalilkan untuk memperkuat sistem presidensil, agar presiden terpilih punya dukungan kuat di parlemen, justru secara teori dan praktik, malah membuat mekanisme check and balances menjadi lemah,” ujar LaNyalla pada Simposium Politik; Terbunuhnya Sistem Demokrasi Akibat Presidential Treshold dan Kepentingan Partai Politik yang diselenggarakan UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Sabtu (20/11).

Pada acara yang diselenggarakan secara virtual itu, LaNyalla mengatakan partai politik besar dan gabungan partai politik menjadi pendukung presiden terpilih. Sehingga yang terjadi adalah bagi-bagi kekuasaan dan partai politik melalui fraksi di DPR menjadi legitimator kebijakan pemerintah.

LihatJuga

Bupati Tanah Datar Teken MoU dengan Kejari, Prioritas Penataan dan Penyelamatan Aset Daerah

Bupati Tanah Datar Teken MoU dengan Kejari, Prioritas Penataan dan Penyelamatan Aset Daerah

Senin, 15/6/26 | 21:44 WIB
5
Bupati Agam Jadi Inspektur Upacara Peringatan Perang Kamang ke-118

Bupati Agam Jadi Inspektur Upacara Peringatan Perang Kamang ke-118

Senin, 15/6/26 | 21:37 WIB
9
Semangati Santri, LaNyalla Berharap Lahir Generasi Tangguh Lahir Batin

Semangati Santri, LaNyalla Berharap Lahir Generasi Tangguh Lahir Batin

Senin, 15/6/26 | 19:46 WIB
7

“Termasuk secepat kilat menyetujui apapun kebijakan pemerintah. Juga pengesahan perppu atau calon-calon pejabat negara yang dikehendaki pemerintah,” tambahnya.

Jika ditimbang dari sisi manfaat dan mudarat-nya, LaNyalla menilai Presidential Threshold penuh dengan mudarat. Karena, Ambang Batas pencalonan presiden menyumbang polarisasi tajam di masyarakat, akibat minimnya jumlah calon, terutama dalam dua kali Pilpres, dimana hanya ada 2 pasang calon yang head to head.

“Bagaimana kita melihat pembelahan yang terjadi di masyarakat. Antar kelompok berseteru dan selalu melakukan Anti-Thesa atas output pesan yang dihasilkan baik dalam bentuk kalimat verbal, maupun simbol dan aksi. Puncaknya, anak bangsa ini secara tidak sadar membenturkan Vis-à-vis Pancasila dengan Islam. Hanya karena semangat melakukan apapun yang bersifat Anti-Thesa, untuk menjelaskan identitas dan posisi. Padahal tidak satupun tesis yang bisa menjelaskan pertentangan antara Pancasila dengan Islam,” paparnya.

Bagaimana bangsa ini disuguhi kegaduhan nasional. Sesama anak bangsa saling melakukan persekusi. Saling melaporkan ke ranah hukum. Seolah tidak ada lagi ruang dialog dan tukar pikiran. Belum lagi tradisi bar-bar seperti sweeping bendera, sweeping forum diskusi dan lain-lain, yang sama sekali tidak mencerminkan kehidupan di negara demokrasi.

“Inilah dampak buruk penerapan Ambang Batas Pencalonan Presiden, atau dalam kasus tertentu juga terjadi di ajang pemilihan kepala daerah. Dimana rakyat dihadapkan hanya kepada dua pilihan,” tukas LaNyalla lagi.

LaNyalla tak memungkiri jika berkongsi dalam politik adalah wajar. Namun menjadi jahat, ketika kongsi itu dilakukan dengan mendisain agar hanya ada dua pasang kandidat Capres-Cawapres, yang berlawanan dan memecah bangsa, atau sebaliknya seolah-olah berlawanan, tapi sudah didesain siapa yang bakal menang.

“Jika polarisasi rakyat dan kegaduhan terjadi dalam skala nasional serta masif, siapa yang diuntungkan? Jelas para Oligarki yang sibuk menumpuk kekayaan dengan menguras sumber daya di negeri ini. Karena faktanya, hampir separo sumber daya alam dan kekayaan negeri ini dikuasai segelintir orang saja. Padahal para pendiri bangsa bercita-cita untuk mewujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” katanya.

Senator Jawa Timur itu juga menegaskan Ambang Batas Pencalonan tidak sesuai keinganan masyarakat. Karena Presidential Threshold mengerdilkan potensi bangsa dimana sejatinya negeri ini tidak kekurangan calon pemimpin. Tetapi, kemunculannya digembosi aturan main tersebut.

“Rakyat menjadi berkurang pilihannya karena semakin sedikit kandidat yang bertarung. Tentu saja hal itu semakin mengecilkan peluang munculnya pemimpin terbaik. Padahal entitas civil society yang ikut melahirkan bangsa dan negara ini seharusnya juga diakomodasi. Oleh karena itu, saya keliling ke banyak kampus membicarakan soal ini. Mahasiswa sebagai kalangan terdidik, dan agen perubahan memiliki tanggung jawab moral untuk memikirkan masa depan negara ini, demi Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.

(Rel/dpd)

Post Views: 282
ShareSendShare
Previous Post

Sosiologi UNP Gelar Debat Mahasiswa tentang KIP

Next Post

Buka Rapat Konsolidasi BKOW, LaNyalla Sampaikan Peran Perempuan dalam Perekonomian Nasional

Next Post
Buka Rapat Konsolidasi BKOW, LaNyalla Sampaikan Peran Perempuan dalam Perekonomian Nasional

Buka Rapat Konsolidasi BKOW, LaNyalla Sampaikan Peran Perempuan dalam Perekonomian Nasional

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,219)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,412)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,052)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,707)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,678)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,008)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,095)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,534)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,474)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,535)

Berita Lainnya

Fit and Proper Tes Calon Anggota BPK RI Fokus pada Sinergi dalam Pengelolaan Keuangan Negara

Fit and Proper Tes Calon Anggota BPK RI Fokus pada Sinergi dalam Pengelolaan Keuangan Negara

Rabu, 12/4/23 | 17:03 WIB
20

Suasana uji kelayakan dan kepatutan calon Anggota BPK RI periode 2023-2028 oleh DPD RI. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur ---...

Intip Kesiapan Pelaksanaan Haji, Ketua DPD RI Apresiasi Kerajaan Saudi Serius Tingkatkan Layanan Armina

Intip Kesiapan Pelaksanaan Haji, Ketua DPD RI Apresiasi Kerajaan Saudi Serius Tingkatkan Layanan Armina

Senin, 04/12/23 | 12:05 WIB
9

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti sedang di Arab Saudi. (Foto : dpd) ARAB SAUDI, AmanMakmur ---Komitmen Kerajaan Saudi...

Jelang Ramadan 1447H, Warga Gang Buntu Komplek ABI Kayu Kalek Gelar Syukuran dan Doa Bersama

Jelang Ramadan 1447H, Warga Gang Buntu Komplek ABI Kayu Kalek Gelar Syukuran dan Doa Bersama

Minggu, 15/2/26 | 09:12 WIB
22

Suasana acara syukuran dan doa bersama. (Foto : Ika) PADANG, AmanMakmur ––Menjelang memasuki bulan suci Ramadan 1447 H yang tinggal...

Angkasa Pura II Siap Sambut Jutaan Pemudik di 20 Bandara

Angkasa Pura II Siap Sambut Jutaan Pemudik di 20 Bandara

Rabu, 20/4/22 | 13:18 WIB
31

Kantor PT Angkasa Pura II (Persero). (Foto : Dok) JAKARTA, AmanMakmur.com --- PT Angkasa Pura II memperkirakan jumlah pemudik melalui...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.