• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Ketua DPD RI Nilai Tim Terpadu Dibutuhkan untuk Tangani Masalah Perairan Natuna

Selasa, 11/5/21 | 10:26 WIB
in Berita
0

JAKARTA, AmanMakmur.com —Sejumlah persoalan yang muncul di perairan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), menjadi perhatian Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Menurutnya, Indonesia harus memiliki tim gabungan yang khusus menangani konflik di Natuna.

Senator asal Jawa Timur ini mengatakan, Laut Natuna Utara diperebutkan lantaran memiliki banyak potensi. Kawasan ini memiliki ikan yang melimpah, sumber mineral hingga potensi pariwisata.

“Masalah di Natuna bukan hanya soal pencurian ikan. Berbagai negara berusaha mengklaim kawasan Laut China Selatan yang kaya potensi dan akhirnya merembet hingga kawasan ZEE Indonesia. Inilah yang membuat keadaan memanas. Oleh sebab itu, kita berharap pemerintah menerapkan sistem penanganan penegakan hukum karena tingkat kerawanannya yang tinggi,” tutur LaNyalla, Selasa (11/5).

LihatJuga

Festival Pangek Paku Meriahkan Peringatan HUT ke-81 RI di Agam

Festival Pangek Paku Meriahkan Peringatan HUT ke-81 RI di Agam

Selasa, 11/8/26 | 21:13 WIB
6
PP Muhammadiyah Terima Kunjungan Dubes Palestina untuk Republik Indonesia

PP Muhammadiyah Terima Kunjungan Dubes Palestina untuk Republik Indonesia

Selasa, 11/8/26 | 21:05 WIB
3
Pimpinan DPD RI Sampaikan Undangan Sidang Bersama DPD-DPR RI kepada KH Ma’ruf Amin

Pimpinan DPD RI Sampaikan Undangan Sidang Bersama DPD-DPR RI kepada KH Ma’ruf Amin

Selasa, 11/8/26 | 20:52 WIB
9

LaNyalla menilai konflik Natuna bersumber dari klaim Tiongkok terhadap sejumlah kawasan di Laut China Selatan. Klaim tersebut menyeret negara-negara lain Taiwan, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Tiongkok mengklaim kawasan Laut China Selatan dengan legitimasi sejarah penguasaan tradisional atau traditional Chinese fishing grounds di masa lampau yang mereka sebut dengan nine dashed line (sembilan garis putus-putus).

“Indonesia awalnya tidak terlibat dalam konflik Laut China Selatan. Tapi, sejak tahun 2010 Tiongkok secara sepihak mengklaim Perairan Natuna Utara masuk dalam teritori mereka, mau tidak mau kita juga harus turun tangan,” jelas LaNyalla.

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu mengatakan, penegasan kedaulatan di kawasan Perairan Natuna memang sudah seharusnya dilakukan. Sebab Kedaulatan NKRI harus dijaga hingga titik penghambisan.

LaNyalla pun memuji langkah-langkah yang dilakukan pemerintah, mulai dari peluncuran peta Negara Kesatuan Republik Indonesia versi baru dengan mengubah nama perairan Laut China Selatan menjadi Laut Natuna Utara, hingga sikap Presiden Joko Widodo yang terjun langsung ke lokasi untuk memberi sinyal kepada Tiongkok bahwa kedaulatan Indonesia tidak bisa diganggu.

“Berdasarkan Konvensi United Nations Convention on The Law of the Sea (UNCLOS) 1982 atau Konvensi PBB tentang Hukum Laut, Perairan Natuna termasuk dalam kawasan ZEE Indonesia. Jadi protes Indonesia karena beberapa kali kapal Tiongkok masuk perairan Natuna, termasuk coast guard mereka, memang sudah tepat,” tuturnya.

Tidak hanya kapal Tiongkok, mantan Ketum PSSI ini juga menyoroti banyaknya kapal ikan Vietnam yang mencuri ikan di perairan Natuna. LaNyalla mengatakan, persoalan ini juga harus menjadi perhatian serius.

“Banyaknya kapal ikan Vietnam yang sering masuk ke wilayah kita juga tidak bisa didiamkan. Memang kita melalui Kementerian Luar Negeri sering mengirimkan nota protes, tapi persoalan pencurian ikan selalu terjadi,” kata lulusan Universitas Brawijaya Malang tersebut.

Oleh karenanya, LaNyalla menilai pemerintah juga harus menambah kekuatan militer di kawasan Natuna.

“Supaya berkesinambungan, perlu ada tim khusus dalam penanganan permasalahan di Perairan Natuna, supaya kementerian atau instansi tidak berjalan sendiri-sendiri. Tim ini bisa gabungan dari Kementerian Luar Negeri, TNI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bakamla sebagai coast guard kita, Polri, termasuk kementerian dan instansi terkait lainnya,” papar LaNyalla.

Presiden disebut bisa menunjuk satu kementerian koordinator terkait untuk menjadi pimpinan tim ini. Diharapkan, tim terpadu bisa menyelesaikan berbagai persoalan di Laut Natuna secara komprehensif, selain jalur diplomasi dan pertahanan seperti yang selama ini telah dilakukan.

(Rel/dpd)

Post Views: 311
ShareSendShare
Previous Post

BPK Temukan Rp516,78 Juta Pembayaran PPDB di Disdik Sumbar Salahi Ketentuan

Next Post

Tekan Produk Impor, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Atur Regulasi Pasar Digital

Next Post
Tekan Produk Impor, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Atur Regulasi Pasar Digital

Tekan Produk Impor, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Atur Regulasi Pasar Digital

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,305)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,497)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,136)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,777)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,754)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,102)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,150)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,606)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,560)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,602)

Berita Lainnya

LaNyalla Minta Pemerintah Libatkan Pengusaha Saat Bahas Regulasi

LaNyalla Minta Pemerintah Libatkan Pengusaha Saat Bahas Regulasi

Kamis, 07/11/24 | 15:13 WIB
16

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Anggota DPD RI dapil Jawa Timur.(Foto : dpd) JAWA TIMUR, AmanMakmur --- Kementerian maupun lembaga dalam...

Nevi Zuairina Salurkan TJSL dari Bank Mandiri dan Pegadaian di Beberapa Daerah di Sumbar

Nevi Zuairina Salurkan TJSL dari Bank Mandiri dan Pegadaian di Beberapa Daerah di Sumbar

Kamis, 29/9/22 | 14:17 WIB
14

Anggota DPR RI Hj Nevi Zuairina serahkan bantuan untuk beberapa lembaga di Sumbar. (Foto : nzcenter) JAKARTA, AmanMakmur.com --- Anggota...

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin Prihatin Bentrokan Antarwarga di Maluku Tengah

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin Prihatin Bentrokan Antarwarga di Maluku Tengah

Rabu, 26/1/22 | 14:44 WIB
10

Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com---Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin merasa prihatin atas terjadinya bentrok antara...

Melihat Potensi Investasi, Konjen India di Medan Kunjungi DPRD Sumbar

Melihat Potensi Investasi, Konjen India di Medan Kunjungi DPRD Sumbar

Jumat, 18/2/22 | 07:39 WIB
25

Konsulat Jenderal (Konjen) India Kota Medan, Subham Singh datangi DPRD Sumhar (Foto : Nov) PADANG, AmanMakmur.com--- Melihat potensi investasi di...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.