• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Soal Label Teroris, Filep Wamafma: Semoga tak ada perang lagi! Kitong su cape, Bapa Presiden

Minggu, 02/5/21 | 10:57 WIB
in Berita
0

JAKARTA, AmanMakmur.com —Pemerintah tentu saja sadar betul bahwa lahirnya UU Otsus Papua dan Papua Barat didasari oleh kenyataan bahwa penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat selama ini belum sepenuhnya memenuhi rasa keadilan, belum sepenuhnya memungkinkan tercapainya kesejahteraan rakyat, belum sepenuhnya mendukung terwujudnya penegakan hukum, dan belum sepenuhnya menampakkan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) di Provinsi Papua, khususnya masyarakat Papua.

“Hal di atas secara jelas ditulis dalam konsideran Menimbang UU Otsus. Kesenjangan pembangunan antara Provinsi Papua dan daerah lain, pengabaian hak-hak dasar penduduk asli Papua, perlindungan dan penegakan HAM, semuanya menjadi ukuran bagi pemberlakuan Otsus di tanah Papua,” ujar Anggota DPD RI Filep Wamafma, Minggu (2/5).

Apa yang ditulis di konsideran Menimbang tersebut, katanya, menyuguhkan cita-cita mulia negara untuk mengangkat marwah Papua ke derajat yang tinggi. Apakah semua itu terlaksana? Tahun demi tahun dilewati, dan fakta menunjukkan bahwa tulisan di konsideran Menimbang itu hanyalah sebuah utopia, mimpi yang tak tercapai.

LihatJuga

Sestama BNPB Tinjau Pembangunan Huntap dan Huntara di Tanah Datar

Sestama BNPB Tinjau Pembangunan Huntap dan Huntara di Tanah Datar

Kamis, 08/1/26 | 02:09 WIB
3
Pemantauan SPBE 2025, Kabupaten Padang Pariaman Raih Predikat “Sangat Baik”

Pemantauan SPBE 2025, Kabupaten Padang Pariaman Raih Predikat “Sangat Baik”

Kamis, 08/1/26 | 02:03 WIB
2
Retret Jilid II Kabinet Merah Putih, Prof Djohermansyah Djohan: Membuat Publik Bingung

Retret Jilid II Kabinet Merah Putih, Prof Djohermansyah Djohan: Membuat Publik Bingung

Kamis, 08/1/26 | 01:46 WIB
8

Kesejahteraan Papua dan Papua Barat hanya dibuktikan dengan IPM yang terendah, persoalan HAM tidak pernah selesai, bahkan oleh Komnas HAM sekalipun tak berujung tuntas. Orang Papua lalu bertanya, ada apa ini?

Dalam bayang-bayang mimpi untuk maju dan sejahtera, arus diskriminasi rasial justru kerap dialami Orang Papua. Di pegunungan sana, perlawanan bersenjatapun terjadi. “Ketidakpuasan, kemarahan, dendam yang berurat akar, akhirnya terkulminasi dalam perang yang celakanya mengorbankan rakyat sipil. Lalu Orang Papua bertanya, ada apa ini?” tanya Filep.

Jangan dilupakan, salah satu konsideran Menimbang menyebutkan, bahwa telah lahir “Kesadaran Baru” di kalangan masyarakat Papua untuk memperjuangkan secara damai dan konstitusional terkait pengakuan terhadap hak-hak dasar serta adanya tuntutan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan pelanggaran dan perlindungan Hak Asasi Manusia penduduk asli Papua.

“Kesadaran Baru” inilah yang tidak ditanggapi serius oleh pemerintah. Celakanya, kata Filep, alih-alih menjawab pertanyaan orang Papua tentang berbagai solusi untuk persoalan Papua, pemerintah dengan serta merta memberi label teroris kepada KKB.

“Logika sederhana masyarakat langsung mengatakan bahwa pelabelan itu merupakan tanda bahwa pemerintah telah gagal memberi akses pada lahirnya kesadaran baru masyarakat Papua, gagal menciptakan kesejahteraan di Papua melalui UU Otsus yang gagal mengedepankan kedamaian di Papua dan gagal menjawab aspirasi rakyat Papua,” terang senator asal Provinsi Papua Barat ini.

Tindakan ‘melemparkan kesalahan’ pada KKB semakin menunjukkan bahwa pemerintah lemah dalam membangkitkan rasa cinta orang Papua pada NKRI. Dentuman sejarah yang terus dipertanyakan, disertai dengan bumbu label teroris ini, akan sangat berbahaya bagi generasi Papua di masa mendatang.

Pemerintah tentu memiliki kuasa, dan Negara tentu memiliki wewenang untuk menentukan status militerisme di Papua. Namun, ingat Filep, apakah sudah ada kalkulasi yang matang mengenai potensi korban rakyat sipil yang jatuh akibat militerisme? Bukankah perang hanya menimbulkan kebencian baru?

Sekali lagi, tegas Filep, inilah kegagalan pemerintah dalam mengimplementasikan Otsus. Sampai di sini Orang Papua akan bertanya, apa kabar nasib Otsus Jilid 2? “Semoga tak ada perang lagi! Kitong su cape, Bapa Presiden,” tutupnya.

(Rel/dpd)

ShareSendShare
Previous Post

Pacu Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Ketua DPD RI Minta Penetapan KPI Dipercepat

Next Post

Ketua DPD RI Minta Aparat Tertibkan Penambangan Ilegal di Wilayah Calon IKN Baru

Next Post
Ketua DPD RI Minta Aparat Tertibkan Penambangan Ilegal di Wilayah Calon IKN Baru

Ketua DPD RI Minta Aparat Tertibkan Penambangan Ilegal di Wilayah Calon IKN Baru

Berita Lainnya

Dari Padang, LaNyalla Ingatkan Tugas Suci Mahkamah Konstitusi

Dari Padang, LaNyalla Ingatkan Tugas Suci Mahkamah Konstitusi

Jumat, 17/6/22 | 08:27 WIB
14

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti hadir di Unand, Padang, Sumbar. (Foto : dpd) PADANG, AmanMakmur.com --- Ketua DPD...

Soroti Peringkat Produk Halal, Ketua DPD Singgung Soal Paradoks di Indonesia

Soroti Peringkat Produk Halal, Ketua DPD Singgung Soal Paradoks di Indonesia

Minggu, 27/11/22 | 14:58 WIB
9

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com --- Peringkat Indonesia sebagai negara produsen Produk Halal...

GKR Hemas Ajak Pemerintah Gandeng UMKM Disabilitas dan Perempuan pada Program Makan Bergizi Gratis

GKR Hemas Ajak Pemerintah Gandeng UMKM Disabilitas dan Perempuan pada Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 08/1/25 | 17:30 WIB
6

Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas (GKR Hemas) sedang memberikan sambutan. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur --- Komitmen...

LaNyalla: Hapus Oligarki dan Kembali ke Ekonomi Pancasila

LaNyalla: Hapus Oligarki dan Kembali ke Ekonomi Pancasila

Selasa, 14/6/22 | 13:42 WIB
14

Ketua DPD RI LaNyalla memberikan sambutan pada Seminar Internasional Asosiasi Pendidikan Masyarakat Indonesia (APENMESI). (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com ---...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.