• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Sultan B Najamudin: Penistaan Agama Hancurkan Jiwa Kehidupan Berbangsa

Rabu, 21/4/21 | 03:29 WIB
in Berita
0

BENGKULU, AmanMakmur.com —Beberapa waktu ke belakang kehidupan berbangsa kita terganggu oleh beberapa kasus penistaan agama. Adapun ini dilakukan oleh oknum bernama Desak Made Darmawati dan Joseph Paul Zhang.

Atas polemik ini, menimbulkan reaksi dari Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin melalui keterangan resminya, Rabu (21/4).

“Dua kasus penistaan agama tersebut menghancurkan jiwa kehidupan berbangsa kita. Jadi saya sangat berharap kepada aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti masalah tersebut secara arif dan bijaksana sesuai dengan aturan yang berlaku. Dan juga saya meminta kepada seluruh umat agama yang merasakan luka atas sikap serta pernyataan kedua oknum tersebut untuk dapat menahan diri agar tidak terjadi perpecahan di antara kita. Karena kita yakin proses hukum pasti berjalan dan lalu memberikan rasa adil bagi kita semua,” ujarnya.

LihatJuga

OTT Berendeng Dua Kepala Daerah, Prof Djohermansyah: Bukan Semata Kegagalan Individual, Tapi Sistemik

OTT Berendeng Dua Kepala Daerah, Prof Djohermansyah: Bukan Semata Kegagalan Individual, Tapi Sistemik

Selasa, 20/1/26 | 15:29 WIB
12
LAK DKI Jakarta Somasi PT MSU Selaku Developer Apartemen Meikarta

LAK DKI Jakarta Somasi PT MSU Selaku Developer Apartemen Meikarta

Senin, 19/1/26 | 19:34 WIB
9
Pro Kontra Demokrasi Lokal: Sosiolog Pemerintahan Ingatkan Ada Opsi Ketiga

Pro Kontra Demokrasi Lokal: Sosiolog Pemerintahan Ingatkan Ada Opsi Ketiga

Senin, 19/1/26 | 08:01 WIB
12

Adapun salah satu kasus ini bermula seorang dosen perguruan tinggi swasta bernama Desak Made Dharmawati di Jakarta terjerat dugaan penistaan agama. Ceramah dosen itu membuat marah masyarakat Hindu dan masyarakat Bali.

Dan selanjutnya adalah pengakuan Jozeph Paul Zhang sebagai nabi ke-26 di akun YouTube-nya. Jozeph dituding menghina agama Islam dan mendapat kecaman luas dari masyarakat hingga tokoh agama dan politik di Indonesia.

Atas kejadian tersebut, senator muda asal Bengkulu ini mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk membaca ulang sejarah bahwa Republik Indonesia berdiri atas dasar perbedaan. Dimana paham harmoni (pluralisme) menjadi alat perekat yang mewakili sikap keselarasan dan saling menghormati dari setiap perbedaan.

Dahulu, lanjut Sultan, para founding fathers dan seluruh rakyat Indonesia sadar dengan hanya bersatu, bangsa kita bisa lepas dari penjajahan dan dapat melangkah maju meletakkan dasar-dasar pembangunan. Maka sudah kewajiban kita generasi sekarang untuk merawat kehidupan bernegara dalam bingkai kesatuan.

Fenomena intoleransi dan segala bentuk diskriminasi yang berbasis SARA, permusuhan atas sikap politik, hingga radikalisme dalam kehidupan rakyat harus dilawan, tambahnya. Sebab jika dibiarkan maka akan mengaburkan nilai kekuatan besar kebhinekaan kita.

“Maka kita semua tidak boleh gagal dalam memahami semangat Bhineka Tunggal Ika. Dan harus mulai membangun kesadaran bersama untuk tidak menonjolkan sikap keakuan atau kekamian apalagi perilaku mengolok-olok prinsip dan keyakinan orang lain yang berbeda”, tegasnya.

Sultan juga memberi contoh terhadap perilaku yang selama ini seringkali menunjukkan wajah arogansi individu yang berpotensi memecah belah yang mesti kita hindari. Seperti sikap merasa pemahamannya paling benar, dan bila tidak sama harus disingkirkan, atau jika tidak segolongan maka suatu kelompok akan menolak untuk mengikuti.

“Masih banyak sekali diantara kita yang fanatisme buta (objektifitas mati) dengan mulai melihat siapa, bukan apa yang dikatakan atau diperbuat. Sehingga bila bukan dari golongan atau paham yang sama maka semua akan dianggap salah, begitupun sebaliknya. Dan ini tidak boleh merasuk dalam cara pikir kehidupan kita sehari-hari”, tegasnya.

Melihat keterkaitan atas beberapa masalah penistaan dan isu aktual kebangsaan yang terjadi, Sultan B Najamudin yang juga pernah menjabat Wakil Gubernur Bengkulu ini juga menyoroti hilangnya kewajiban pendidikan Pancasila dan Bahasa Indonesia dalam PP No 57/2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Dalam Pasal 40 ayat 2 dan 3 Bab IV yang mengatur mengenai kurikulum wajib pada pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi tidak ada kewajiban pendidikan Pancasila.

Sultan mendukung bahwa sistem pendidikan kita tidak seharusnya hanya berfungsi dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan, tapi juga nilai, khususnya Pancasila. Dan ini mesti dimulai dari proses pendidikan formal yang dalam seluruh jenjangnya merupakan jalur utama dalam membangun serta membina kesadaran, pemahaman, dan karakter yang bersifat unity in diversity.

“Pemerintah harus segera melakukan revisi PP 57/2021, bukankah kita sudah sepakat bahwa Pancasila adalah konsensus nasional, sebagai dasar negara serta landasan filosofis dalam berbangsa dan bernegara. Kebutuhannya adalah penguatan, bukan malah dihilangkan dalam standar pendidikan nasional. Jika kita memaknai Pancasila sebagai cara berpikir sebagai masyarakat Indonesia, maka penistaan agama, beserta kasus SARA lainnya tidak akan terjadi”, paparnya.

Terakhir Sultan juga berharap prosesi politik di Indonesia kedepannya merefleksikan tatanan dari nilai ke-Indonesiaan, dengan tidak menggunakan lagi embel-embel politik identitas. Sebab baginya jika budaya politik demikian terjadi, maka akan menimbulkan potensi perpecahan akibat dari konflik kepentingan dimasyarakat.

“Jika kehidupan sosial, politik dan budaya kita mengedepankan isu identitas, maka bangsa ini sangat rentan terhadap perpecahan. Dari pengalaman yang lalu kita pernah terbelah dalam perbedaan suksesi Pemilu, dan akibatnya butuh waktu lama untuk menyatukan kembali konsepsi kita dalam bernegara. Maka sekarang sudah saatnya pemerintah melakukan rekonsiliasi sekaligus konsolidasi terhadap apapun potensi yang dapat memecah belah kesatuan kita”, tutupnya.

(Rel/dpd)

Post Views: 288
ShareSendShare
Previous Post

Menurut Nevi Zuairina, Ini Relevansi dan Makna Hari Kartini bagi Perempuan Minang

Next Post

Petani Balah Aie Curhat Kekurangan Air ke Senator Leonardy Harmainy

Next Post
Petani Balah Aie Curhat Kekurangan Air ke Senator Leonardy Harmainy

Petani Balah Aie Curhat Kekurangan Air ke Senator Leonardy Harmainy

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,060)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,262)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (8,890)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,560)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,533)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,833)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (6,952)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,382)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,296)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,423)

Berita Lainnya

Rapat dengan Menteri Investasi, Nevi Zuairina Pertanyakan Investasi untuk IKN

Rapat dengan Menteri Investasi, Nevi Zuairina Pertanyakan Investasi untuk IKN

Selasa, 14/6/22 | 13:50 WIB
23

Anggota Komisi VI DPR RI Hj Nevi Zuairina (Foto : nzcenter) JAKARTA, AmanMakmur.com ---Anggota Komisi VI DPR RI Hj Nevi...

Memprihatinkan Literasi Politik Pemilih Milenial Sumbar Masih Rendah

Memprihatinkan Literasi Politik Pemilih Milenial Sumbar Masih Rendah

Kamis, 30/6/22 | 03:44 WIB
13

Suasana Seminar Literasi Politik Pemilih Milenial Jelang Pemilu Tahun 2024 di UNP. (Foto : Fal) PADANG, AmanMakmur.com --- Survei yang...

Senator Filep Respons Problematika Dosen, Soal Tukin Hingga Beban Administrasi

Senator Filep Respons Problematika Dosen, Soal Tukin Hingga Beban Administrasi

Selasa, 07/1/25 | 19:41 WIB
2

Ketua Komite III DPD RI Dr Filep Wamafma, SH, MHum. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur --- Ketua Komite III DPD...

Peringati HUT ke-65, Pertamina Patra Niaga Sumbar Gelar Berbagai Kegiatan Sosial dan Olahraga

Peringati HUT ke-65, Pertamina Patra Niaga Sumbar Gelar Berbagai Kegiatan Sosial dan Olahraga

Sabtu, 10/12/22 | 21:40 WIB
25

Pertamina adakan khitanan massal dalam rangka memperingati HUT ke-65. (Foto : Nov) PADANG, AmanMakmur.com --Ratusan keluarga besar PT Pertamina Patra...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.