• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Kesepakatan WTO Ancam Nelayan Indonesia, LaNyalla Ingatkan Pemerintah Utamakan Rakyat

Senin, 04/3/24 | 17:18 WIB
in Berita
0
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd)

JAKARTA, AmanMakmur —Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengungkapkan sejumlah pihak menilai keputusan Konferensi Tingkat Menteri (KTM13) ke-13 World Trade Organization (WTO) di Abu Dhabi, UAE, akan membuat nasib nelayan kecil Indonesia merugi.

Untuk itu, dirinya mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Luar Negeri, untuk memiliki semangat yang kuat dalam mengutamakan perlindungan terhadap kepentingan rakyat Indonesia.

“Saya ingatkan, amanat Pembukaan UUD tegas menyatakan kewajiban negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum. Kalau kesepakatan WTO tingkat Menteri tersebut membuat nelayan Indonesia, terutama yang kecil menderita, berarti pemerintah menabrak amanat Konstitusi kita,” tukas LaNyalla, Senin (4/3/2024) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

LihatJuga

NU Matangkan Persiapan Muktamar ke-35 pada Bulan Agustus 2026

NU Matangkan Persiapan Muktamar ke-35 pada Bulan Agustus 2026

Senin, 27/4/26 | 13:27 WIB
2
Senator Achmad Azran Hadiri Festival Walet Emas 2026, Tegaskan Kekuatan Silaturahmi dan Harmoni Budaya Nusantara

Senator Achmad Azran Hadiri Festival Walet Emas 2026, Tegaskan Kekuatan Silaturahmi dan Harmoni Budaya Nusantara

Senin, 27/4/26 | 13:01 WIB
2
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

Senin, 27/4/26 | 11:17 WIB
18

Dikatakan LaNyalla, kita jangan terhibur dengan status dari negara-negara G20 yang menyatakan Indonesia masuk dalam kategori upper middle income country. Yang kemudian diikuti dengan syarat untuk tidak boleh menerapkan subsidi untuk perlindungan nelayannya. Termasuk nelayan kecil.

“Yang pasti saya ingatkan. Jangan ratifikasi kesepakatan tersebut. Pemerintah harus mengajak bicara stakeholder nelayan di Indonesia. Baik melalui organisasi atau serikat nelayan, maupun data atas fakta lapangan kehidupan ekonomi nelayan yang riil. Baru kemudian susun skemanya,” pintanya.

Seperti diketahui, terdapat tiga pilar yang menjadi sentral pembahasan dalam KTM ke-13 WTO tersebut. Pilar pertama adalah tentang IUU Fishing (Illegal Unreported Unregulated Fishing). Pilar kedua tentang Overfishstock, dan pilar ketiga tentang Over Capacity dan Over Fishing (OCOF).

Adapun terdapat 8 jenis subsidi perikanan yang dilarang oleh WTO, yaitu:

(1) Subsidi untuk konstruksi, akuisisi, modernisasi, renovasi atau peningkatan kapal;

(2) subsidi untuk pembelian mesin dan peralatan untuk kapal (termasuk alat tangkap dan mesin, mesin pengolahan ikan, teknologi pencarian ikan, refrigerator, atau mesin untuk menyortir atau membersihkan ikan).

(3) Subsidi untuk pembelian atau biaya bahan bakar, es, atau umpan;

(4) Subsidi untuk biaya personel, biaya sosial, atau asuransi;

(5) Dukungan pendapatan (income) kapal atau operator atau pekerja yang mereka pekerjakan [kecuali untuk subsidi yang diterapkan untuk tujuan subsisten selama penutupan musiman];

(6) Dukungan harga ikan yang ditangkap;

(7) Subsidi untuk mendukung kegiatan di laut; dan

(8) Subsidi yang mencakup kerugian operasi kapal atau penangkapan ikan atau kegiatan terkait penangkapan ikan.

(Rel/dpd)

Post Views: 293
ShareSendShare
Previous Post

Havid Rangkayo Basa Tokoh Peduli Syariah

Next Post

Inflasi Bahan Pangan Lampaui Kenaikan Gaji ASN, Sultan Ingatkan Pemerintah Soal Stabilitas Nasional

Next Post
Inflasi Bahan Pangan Lampaui Kenaikan Gaji ASN, Sultan Ingatkan Pemerintah Soal Stabilitas Nasional

Inflasi Bahan Pangan Lampaui Kenaikan Gaji ASN, Sultan Ingatkan Pemerintah Soal Stabilitas Nasional

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,155)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,355)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (8,987)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,636)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,621)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,930)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,039)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,462)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,404)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,483)

Berita Lainnya

Momentum HPN 2023, Kapolres Tanah Datar Gelar Coffee Night dengan Insan Pers

Momentum HPN 2023, Kapolres Tanah Datar Gelar Coffee Night dengan Insan Pers

Jumat, 10/2/23 | 10:55 WIB
72

Kapolres Tanah Datar AKBP Ruly Indra Wijayanto menggelar Coffee Night dengan insan pers di cafe Kelok Kopi di Piliang Batusangkar....

Terima Audiensi Dubes Rusia, Ketua DPD RI Sultan Bicara Peluang Kerjasama Pengembangan Listrik Energi Nuklir

Terima Audiensi Dubes Rusia, Ketua DPD RI Sultan Bicara Peluang Kerjasama Pengembangan Listrik Energi Nuklir

Senin, 06/4/26 | 21:30 WIB
2

Ketua DPD RI Sultan saat menerima Audiensi Dura Besar Federasi Rusia Sergei Gennadievich Tolchenov. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur ---Ketua...

Halaqah Fiqih Peradaban, Gus Hilmy: Nasionalisme, Bukan Fanatisme

Halaqah Fiqih Peradaban, Gus Hilmy: Nasionalisme, Bukan Fanatisme

Senin, 14/11/22 | 15:28 WIB
13

Dr H Hilmy Muhammad, MA, Anggota DPD RI Dapil.Yogyakarta. (Foto : dpd) YOGYAKARTA, AmanMakmur.com --- Nasionalisme sebagai bagian dari kecintaan...

Pemberian Tahanan Rumah pada Yaqut Cholil Qoumas, Prof Djohermansyah: KPK Ciptakan Preseden Berbahaya

Pemberian Tahanan Rumah pada Yaqut Cholil Qoumas, Prof Djohermansyah: KPK Ciptakan Preseden Berbahaya

Selasa, 24/3/26 | 23:38 WIB
4

Prof Djohermansyah Djohan, Guru Besar IPDN serta Pakar Otda. (Foto : Dok) JAKARTA, AmanMakmur ---Latar belakang panjang dalam dunia pemerintahan dan...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.