• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Masa’ Kalah Sama Keledai

Rabu, 05/7/23 | 20:30 WIB
in Opini
0
Ahniyus Ahmad, Pengamat Sosial dan Politik. (Foto : Dok)

Oleh: @hniyus @hmad

(Pengamat Sosial dan Politik)

PESTA demokrasi semakin mendekati, kontestasi pemilihan calon pemimpin negeri sudah memasuki atmosfir dukung mendukung dan jatuh-menjatuhkan.

LihatJuga

Mengakhiri Pecah Kongsi Pimpinan Pemda

Mengakhiri Pecah Kongsi Pimpinan Pemda

Jumat, 07/8/26 | 21:07 WIB
3
Jalan Tol dan Tanah Ulayat: Mencari Titik Temu

Jalan Tol dan Tanah Ulayat: Mencari Titik Temu

Sabtu, 01/8/26 | 22:26 WIB
37
Jangan Kotori Kertas Putih Praja Muda

Jangan Kotori Kertas Putih Praja Muda

Kamis, 30/7/26 | 13:56 WIB
8

Pemandangan yang selalu berulang sejak demokrasi dicanangkan yang dititipkan kepada sebagian elit bangsa yang dengan rela telah meninggalkan era monarkhy yang pernah mencatat sejarah panjang kejayaan kerajaan dan kesultanan di se-antero Nusantara sejak dahulu kala yang wilayah cakupannya menembus batas wilayah yang sekarang di sebut sebagai Indonesia.

Terjadinya transisi kedaulatan ini ditandai dengan runtuhnya kekhalifahan terakhir ummat Islam yang bernama Utsmani di negeri Turky.

Sejak saat itu ummat Islam seperti anak ayam kehilangan induk dan sejak saat itu pula-lah kedaulatan berbangsa dan bernegara telah dipertaruhkan karena sejarah panjang perjuangan yang melelahkan telah dihadapkan kepada tawaran atas sebuah kata yang bernama “Kemerdekaan” dengan makna “Kebebasan” yang merupakan ideologi kiriman dari bangsa penjajah dalam rangka menjaga eksistensi supremasi mereka di atas bumi jajahannya yang tidak pernah dengan rela mereka lepaskan sejak pertama kali kuku itu ditancapkan.

Keruntuhan peradaban Islam adalah awal kebangkitan Tatanan Dunia Baru (NWO) di bawah komando yang secara umum di sebut sebagai Elite Global yang secara khusus dikendalikan oleh tangan tersembunyi (The Invisible Hand) yang memiliki kemampuan menggerakan banyak tangan di wilayah-wilayah jajahannya tanpa disadari oleh bangsa terjajah yang mengira diri telah merdeka.

Terkait semakin dekatnya “pesta demokrasi”, ya.. ini memang sebuah pesta bagi mereka yang “menangguk di air keruh” dan yang telah kehilangan rasa berbangsa, rasa bernegara, rasa se-aqidah, seiring lahirnya nilai baru bernama materialisme yang semakin menjauhkan manusia dari nilai-nilai kemanusiaan dan rasa persaudaraan senasib sepenanggungan yang telah mendekatkan karakter berbangsa kepada watak hedonisme.

Lihatlah sebentar lagi, jurus transaksi akan mendominasi atas nama sosialisasi untuk menonjolkan diri sambil berkata; saya-lah yang pantas menduduki kursi !

Sebuah ironi yang telah terjadi akibat salah memahami tentang arti tanggung jawab dari amanah yang di beri dan tanpa disadari sebenarnya akan menjadi beban bagi diri.

Di sisi lain masyarakat sebagai lumbung suara pada umumnya juga hanyut dalam euforia untuk memberikan dukungan yang dasarnya adalah asal ada uang dan tak peduli kepada siapa kelak nasib ini digantungkan setidaknya untuk lima tahun ke depan.

Fakta di lapangan, kandidat yang ditawarkan seperti daftar menu di restoran yang harus di pilih oleh pelanggan karena mereka harus makan walaupun pilihan menu yang tersedia belum tentu cocok dengan selera.

Begitulah realita saat diselenggarakannya pesta yang hasilnya dari satu era rezim ke era rezim berikutnya bukannya membawa kebaikan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara tetapi justru sebaliknya.

Pada akhirnya rakyat harus tetap memilih karena tidak mau di cap sebagai pembangkang dengan pertimbangan mana yang paling sedikit mudharatnya.

Atau rakyat di paksa untuk menerima kandidat yang dimenangkan oleh tangan penguasa yang memiliki dua kunci utama yaitu KPU sebagai alat penghitung suara dan MK sebagai legalitas hukum yang akan menjadi cap resmi bahwa demokrasi telah berjalan sesuai aturan.

Bagi elemen masyarakat yang tidak mau terseret ke dalam kejahilliyahan sistem yang diterapkan, hanya tersisa dua pilihan; satu berlepas diri, dua memampukan diri untuk mengambil alih ! *)

Post Views: 391
ShareSendShare
Previous Post

Setjen DPD RI Segera Bentuk Pejabat Perbendaharaan di Tujuh Kantor DPD RI di Ibu Kota Provinsi

Next Post

Semangat Bergoro Wako Hendri Septa

Next Post
Semangat Bergoro Wako Hendri Septa

Semangat Bergoro Wako Hendri Septa

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,304)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,493)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,131)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,776)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,752)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,100)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,148)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,602)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,557)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,601)

Berita Lainnya

Akhiri Masa Reses, Ada 3 Isu Strategis yang Dihimpun Fernando Sinaga

Akhiri Masa Reses, Ada 3 Isu Strategis yang Dihimpun Fernando Sinaga

Minggu, 14/5/23 | 23:02 WIB
12

Anggota Komite I DPD RI yang berasal dari daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Utara, Fernando Sinaga bersama masyarakat. (Foto : dpd)...

Menyala “Garuda Muda”, Selangkah Lagi Menembus Olimpiade Paris 2024

Menyala “Garuda Muda”, Selangkah Lagi Menembus Olimpiade Paris 2024

Jumat, 26/4/24 | 09:37 WIB
5

Timnas U-23 Indonesia. (Foto : Dok) JAKARTA, AmanMakmur ---Kemenangan atas Korea Selatan lewat drama adu penalti 11-10 di babak perempat...

Anggaran Kecil, LaNyalla Apresiasi Perjuangan Kontingen Jatim di PON XX Papua

Anggaran Kecil, LaNyalla Apresiasi Perjuangan Kontingen Jatim di PON XX Papua

Jumat, 15/10/21 | 14:56 WIB
10

Ketua DPD RI saat memberi dukungan langsung untuk atlet Cabang Olahraga (Cabor) Silat Kontingen Jawa Timur pada PON XX Papua,...

FGD di Universitas Andalas, Ketua DPD RI: Mayoritas Pakar HTN Tolak Presidential Threshlod

FGD di Universitas Andalas, Ketua DPD RI: Mayoritas Pakar HTN Tolak Presidential Threshlod

Jumat, 17/6/22 | 16:22 WIB
26

Ketua DPD RI LaNyalla jadi Keynote Speech di Focus Group Discussion Universitas Andalas (Unand) Padang. (Foto : dpd) PADANG, AmanMakmur.com...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.