
PADANG PARIAMAN, AmanMakmur.com — Dalam satu bulan ini, tak kurang tiga kali Bupati Suhatri Bur, ketemu dengan Menteri kabinet Indonesia Bersatu dan Dirjen Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Pertama, dengan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. Bupati Suhatri Bur mendiskusikan berbagai hal menyangkut sektor perekonomian masyarakat. SB juga membawa sepuluh proposal rencana pembangunan pasar.
Ada proposal tentang peningkatan status pasar nagari, dan ada proposal tentang pembangunan pasar modern.
Alhamdulillah, dalam pertemuan yang dihadiri para dirjen dilingkungan Kemendag itu, proposal yang dibawa Bupati SB langsung diakomodir.
Pertemuan kedua, adalah dengan Kementerian ATR/BPN yang diwakili Dirjen Pengendalian Penertiban Tanah dan Ruang.
Adapun topik yang dibahas, soal Perbedaan Luas Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang ditetapkan Kementerian ATR/BPN dengan yang ditetapkan Pemkab Padang Pariaman.
Kementerian ATR/Ka BPN dengan SK bernomor 1589/SK-HK.02.01/XII/2021 menetapkan 17.793,98 ha Luas LSD, untuk Luas LSD terkoreksi di Kabupaten Padang Pariaman terdapat 19.054,85 ha.
Sementara itu, 14.553,91 ha dinyatakan sesuai dengan kawasan peruntukan pertanian tanaman pangan/subzona tanaman pangan meliputi RTRW Kabupaten Padang Pariaman dan RDTR kawasan perkotaan Kayu Tanam, sedangkan yang tidak sesuai 4.500,93 ha.
Terjadi kendala penetapan dokumen rencana tata ruang Kabupaten Padang Pariaman karena belum sinkron dengan data LSD Kementerian ATR/BPN, dan hal itu dapat menghambat rencana investasi dalam mewujudkan iklim kemudahan berusaha di Padang Pariaman.
Respons dari Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Budi Situmorang, bahwa adanya LSD tak serta-merta menjadi penghambat dalam perkembangan di sektor lain seperti industri dan perumahan. Dan harapan Pemkab Padang Pariaman, segara kita tindak lanjut, katanya.
Silaturahmi ketiga, Bupati Suhatri Bur dengan mengundang Wamenaker Alfiansyah Noor ke Padang Pariaman. Pertemuan itu adalah tindaklanjut dari mediasi antara Bupati SB dengan Wamenaker di Jakarta sebulan lalu. Ada juga Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Bupati SB dalam dialog tersebut, tertarik dengan program lapangan kerja melalui jalur migran. Apalagi sebagai kepala daerah, besarnya angka pencari kerja menjadi tantangan tersendiri mencari solusi.
Maka, hari Rabu (20/7) Wamen dan Deputi BP2Mi diundang ke Padang Pariaman, untuk acara sosialisasi pekerja migran. Acara berlangsung di aula kantor bupati sehari penuh. Pesertanya sejumlah generasi muda, calon pekerja migran. Hingga Juni, tercatat 943 pencari kerja di Padang Pariaman.
Acara sosialisasi berlangsung menarik. Selain Wamennaker, juga berbicara Deputi Kawasan Amerika Serlulina Tarigan. Bahwa peluang kerja ke luarnegri itu kini terbuka lebar, bahkan tercatat sebagai penghasil devisa kedua setelah migas.
Selain sosialisasi pekerja migran, Wamenaker juga diajak ke Balai Latihan Kerja, ke produsen alat pertanian Citra Dragon, berkunjung juga ke Politeknik Perhubungan di Pantai Tiram. Seharian di Padang Pariaman.
“Insya Allah, proposal kita tentang program peningkatan peralatan BLK, pembangunan jalan poros serta bantuan peralatan untuk Citra Dragon, sebuah pengusaha dari Sungai Sarik disetujui pak Wamen,” ujar Bupati Suhatri Bur yang sudah lama bersahabat, dan mengantar langsung sahabatnya ini ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Jakarta.
Dari tiga agenda, Bupati Suhatri Bur, dalam satu bulan, menggambarkan seolah tidak pernah lelah memperjuangkan kepentingan masyarakat. Ada, tantangan bagi Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di Pemkab Padang Pariaman ke depan, selain selalu siaga dengan proposal dan program aktual, juga harus mampu menindaklanjuti lobby-lobby yang sudah dibangun Bupati Suhatri Bur; Aciak, Bupati yang jago lobby.
Catatan Wiztian Yoetri / Wartawan Senior












