• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Mengenai Reshufle Kabinet, Sultan B Najamudin: Kompetensi dan Kepentingan Rakyat yang Utama

Rabu, 14/4/21 | 06:01 WIB
in Berita
0

JAKARTA, AmanMakmur.com —Isu reshuffle kembali mencuat menyusul penggabungan Kementerian riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan yang baru Kementerian Investasi.

Menanggapi wacana tersebut melalui keterangan resminya, Rabu (14/4), Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin meminta Presiden mempertimbangkan beberapa hal.

“Evaluasi menyeluruh terhadap jalannya roda pemerintahan adalah keniscayaan bagi Presiden Jokowi saat ini. Sebab periodesasi saat ini sudah berjalan hampir dua tahun. Maka memang mesti ada penilaian terhadap kinerja serta capaian kabinet di bawahnya terhadap misi pembangunan dari Kepala Negara”, ujar Sultan.

LihatJuga

Lantik Pemuda Parlemen Indonesia, DPD RI Dorong Pemuda Berkontribusi Aktif pada Pembangunan Daerah

Lantik Pemuda Parlemen Indonesia, DPD RI Dorong Pemuda Berkontribusi Aktif pada Pembangunan Daerah

Senin, 27/4/26 | 15:52 WIB
8
Pemkab Agam Peringati Hari Otonomi Daerah ke-30, Ketua DPRD Jadi Inspektur Upacara

Pemkab Agam Peringati Hari Otonomi Daerah ke-30, Ketua DPRD Jadi Inspektur Upacara

Senin, 27/4/26 | 15:39 WIB
7
NU Matangkan Persiapan Muktamar ke-35 pada Bulan Agustus 2026

NU Matangkan Persiapan Muktamar ke-35 pada Bulan Agustus 2026

Senin, 27/4/26 | 13:27 WIB
9

Menurut Sultan, jika reshufle ini benar dilaksanakan dalam waktu dekat maka kepentingan yang harus mampu dijabarkan oleh Presiden adalah ruang dan porsi pembangunan yang ingin dicapai. Jadi semua landasannya harus berorientasi terhadap kemajuan kinerja seluruh lembaga pemerintahan.

“Ada dua hal yang harus diturunkan menjadi level indikator agar semua bisa benar-benar terukur. Yang pertama adalah kinerja dari seorang menteri dalam penguasaan masalah di bidang lembaga yang dipimpinnya. Yang kedua adalah dari segi akseptabilitas atau penerimaan publik terhadap para menteri dan beberapa kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya”, tegas Sultan.

“Dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun di periode kedua masa pemerintahan Presiden Jokowi kita melihat ada beberapa sektor yang dirasakan memiliki perubahan secara signifikan, khusus terhadap pembangunan disektor ekonomi melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penegakan hukum yang tidak tebang pilih”, tambahnya.

Dan menurutnya hal ini dapat dinilai bagaimana kabinet yang dibentuk bekerja melalui skema kebijakan yang dihasilkan untuk mengatasi situasi (kontraksi) ekonomi dalam tekanan Pandemi, serta bagaimana kerja-kerja dari penegak hukum yang sudah menunjukkan taring dalam penanganan kasus-kasus besar.

Selain itu menurut senator muda asal Bengkulu tersebut bahwa dalam reshufle kali ini ada tantangan yang harus dihadapi oleh presiden terkait pertimbangan politik. Dimana antara kepentingan publik dan kebutuhan stabilitas politik harus tercipta secara konvergensif, agar kemudian kabinet dapat menghimpun secara kolektif untuk mengagregasi pembangunan di seluruh sektor.

“Posisi dilematis adalah ketika kepentingan publik vis a vis oleh kepentingan politik. Disinilah ujian dalam sikap kenegarawanan. Presiden harus mampu memilah dan menemukan formulasi kontruksi yang dapat menciptakan kondusivitas iklim politik (baik eksekutif maupun legislatif) di dalam koalisi dan secara bersamaan tetap dalam orientasi kepentingan publik untuk meletakan orang yang benar di tempat yang tepat dalam fungsi menjalankan visi pembangunan negara,” ujarnya.

Beban utama Presiden bersama Wakil Presiden saat ini adalah membuktikan kepada rakyat untuk dapat memenuhi janji politiknya, tidak ada yang lain. Jadi Sultan sangat berharap bahwa reshufle harus dijauhkan hanya dari semangat (akomodatif) penebusan hutang politik saja, tetapi objektivitas terhadap “nama” yang berkompeten tetaplah harus menjadi indikator yang utama.

Selain berorientasi terhadap kepentingan publik dan kompetensi di bidangnya, Sultan juga berharap kepada Presiden terhadap Menteri yang khusus “diutus” oleh parpol mesti dapat memenuhi kriteria yang dinilai dari rekam jejak serta platform (ide) yang akan ditransformasikan.

Menurut Sultan, untuk meminimalisir terhadap potensi hadirnya konflik kepentingan akibat dari perbedaan fungsi partai politik dalam memperjuangkan kepentingan (segmentasi) kelompok atas dasar dukungan pemilih terhadap fungsi pemerintahan untuk membuat kebijakan atas dasar kepentingan umum yang menyeluruh, maka kebijakan Presiden terkait masalah ini harus fokus kepada cara mencapai tujuannya (how) dan siapa yang mampu melakukannya (who).

“Selama ini dalam reshufle kabinet menjadikan pertimbangan politik hanya satu-satunya indikasi dalam pemenuhan kebutuhan dari dinamika dan stabilitas pemerintahan. Padahal seharusnya geometri pemerintahan mesti menjadi titik temu dari berbagai macam garis singgung dari setiap (subjek) kepentingan bagi publik agar tak ada lagi tempat bagi pemenuhan hasrat yang “pragmatis” bagi oknum/kelompok tertentu saja di lingkungan kekuasaan”, terangnya.

“Maka penting juga untuk berpikir ulang mempertimbangkan pemberian porsi yang lebih besar kepada menteri dari kalangan (profesional) di luar partai politik. Padahal banyak sekali opsi dari tokoh-tokoh bangsa yang memiliki integritas, dedikasi dan hidup dengan mengabdikan diri dalam rasa nasionalisme yang besar untuk memajukan bangsa dan negara. Seharusnya hal tersebut juga layak menjadi pertimbangan utama. Sebab susunan kabinet bukan hanya akan menampilkan representasi dari suatu pemerintahan, tetapi juga wajah bangsa (seluruh rakyat) Indonesia”, tandasnya.

“Apalagi menteri dari parpol akan sangat sulit untuk efektif mengerjakan tugas-tugas kementeriannya hingga akhir masa jabatan, karena tenaga dan pikiran mereka akan terkuras untuk kepentingan partai menjelang tahun politik 2024. Saat itu, sangat tidak menutup kemungkinan bahwa kepentingan pemerintahan akan dikalahkan kepentingan partai”, tutupnya.

Adapun Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti pernah merekomendasikan 3 nama calon pengisi pos menteri di Kabinet Indonesia Maju jika Presiden Jokowi jadi merombak jajaran menterinya (reshuffle) pada Juli, 2020. Sebab, Presiden mempertimbangkan unsur ketiga dalam komposisi kabinet, selain unsur partai politik dan profesional-pengusaha, yaitu unsur DPD RI.

 

(Rel/dpd)

Post Views: 283
ShareSendShare
Previous Post

Senator TGH Ibnu Khalik Apresiasi Program Padat Karya Kemenhub RI di Dompu

Next Post

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Jadikan Puasa Kanopi Diri

Next Post
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Jadikan Puasa Kanopi Diri

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Jadikan Puasa Kanopi Diri

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,161)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,358)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (8,995)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,644)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,628)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,936)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,044)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,466)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,409)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,488)

Berita Lainnya

Hindari Kecelakaan, Ketua DPD RI Minta SOP Keselamatan di Objek Wisata Ditingkatkan

Hindari Kecelakaan, Ketua DPD RI Minta SOP Keselamatan di Objek Wisata Ditingkatkan

Minggu, 16/5/21 | 07:00 WIB
12

JAKARTA, AmanMakmur.com ---Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta para pengelola objek wisata untuk meningkatkan serta memperketat penerapan standar...

Prof Harris Effendi Thahar, Akademisi di Pusaran Seniman Taman Budaya

Prof Harris Effendi Thahar, Akademisi di Pusaran Seniman Taman Budaya

Minggu, 08/12/24 | 12:52 WIB
76

Seniman-seniman hebat dari Ranah Minang. (Foto : Dok) PADANG, AmanMakmur ---Rencananya Himpunan Media Sumbar (Hamas) akan menggelar acara "75 Tahun...

Sah! Anas Urbaningrum Resmi Jadi Ketua Umum PKN

Sah! Anas Urbaningrum Resmi Jadi Ketua Umum PKN

Sabtu, 15/7/23 | 10:07 WIB
70

Anas Urbaningrum bersama I Gede Pasek. (Foto : kompas.com) JAKARTA, AmanMakmur --- Anas Urbaningrum resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua...

Etika Politik Koalisi PKS dan PAN dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Etika Politik Koalisi PKS dan PAN dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Kamis, 15/4/21 | 04:13 WIB
12

Oleh : Reido Deskumar (Ketua DPW Gema Keadilan Sumbar)   KOTA Padang sudah resmi memiliki Walikota. Sejak dilantiknya Hendri Septa...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.