• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Mengenai Reshufle Kabinet, Sultan B Najamudin: Kompetensi dan Kepentingan Rakyat yang Utama

Rabu, 14/4/21 | 06:01 WIB
in Berita
0

JAKARTA, AmanMakmur.com —Isu reshuffle kembali mencuat menyusul penggabungan Kementerian riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan yang baru Kementerian Investasi.

Menanggapi wacana tersebut melalui keterangan resminya, Rabu (14/4), Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin meminta Presiden mempertimbangkan beberapa hal.

“Evaluasi menyeluruh terhadap jalannya roda pemerintahan adalah keniscayaan bagi Presiden Jokowi saat ini. Sebab periodesasi saat ini sudah berjalan hampir dua tahun. Maka memang mesti ada penilaian terhadap kinerja serta capaian kabinet di bawahnya terhadap misi pembangunan dari Kepala Negara”, ujar Sultan.

LihatJuga

OTT Berendeng Dua Kepala Daerah, Prof Djohermansyah: Bukan Semata Kegagalan Individual, Tapi Sistemik

OTT Berendeng Dua Kepala Daerah, Prof Djohermansyah: Bukan Semata Kegagalan Individual, Tapi Sistemik

Selasa, 20/1/26 | 15:29 WIB
12
LAK DKI Jakarta Somasi PT MSU Selaku Developer Apartemen Meikarta

LAK DKI Jakarta Somasi PT MSU Selaku Developer Apartemen Meikarta

Senin, 19/1/26 | 19:34 WIB
9
Pro Kontra Demokrasi Lokal: Sosiolog Pemerintahan Ingatkan Ada Opsi Ketiga

Pro Kontra Demokrasi Lokal: Sosiolog Pemerintahan Ingatkan Ada Opsi Ketiga

Senin, 19/1/26 | 08:01 WIB
12

Menurut Sultan, jika reshufle ini benar dilaksanakan dalam waktu dekat maka kepentingan yang harus mampu dijabarkan oleh Presiden adalah ruang dan porsi pembangunan yang ingin dicapai. Jadi semua landasannya harus berorientasi terhadap kemajuan kinerja seluruh lembaga pemerintahan.

“Ada dua hal yang harus diturunkan menjadi level indikator agar semua bisa benar-benar terukur. Yang pertama adalah kinerja dari seorang menteri dalam penguasaan masalah di bidang lembaga yang dipimpinnya. Yang kedua adalah dari segi akseptabilitas atau penerimaan publik terhadap para menteri dan beberapa kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya”, tegas Sultan.

“Dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun di periode kedua masa pemerintahan Presiden Jokowi kita melihat ada beberapa sektor yang dirasakan memiliki perubahan secara signifikan, khusus terhadap pembangunan disektor ekonomi melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penegakan hukum yang tidak tebang pilih”, tambahnya.

Dan menurutnya hal ini dapat dinilai bagaimana kabinet yang dibentuk bekerja melalui skema kebijakan yang dihasilkan untuk mengatasi situasi (kontraksi) ekonomi dalam tekanan Pandemi, serta bagaimana kerja-kerja dari penegak hukum yang sudah menunjukkan taring dalam penanganan kasus-kasus besar.

Selain itu menurut senator muda asal Bengkulu tersebut bahwa dalam reshufle kali ini ada tantangan yang harus dihadapi oleh presiden terkait pertimbangan politik. Dimana antara kepentingan publik dan kebutuhan stabilitas politik harus tercipta secara konvergensif, agar kemudian kabinet dapat menghimpun secara kolektif untuk mengagregasi pembangunan di seluruh sektor.

“Posisi dilematis adalah ketika kepentingan publik vis a vis oleh kepentingan politik. Disinilah ujian dalam sikap kenegarawanan. Presiden harus mampu memilah dan menemukan formulasi kontruksi yang dapat menciptakan kondusivitas iklim politik (baik eksekutif maupun legislatif) di dalam koalisi dan secara bersamaan tetap dalam orientasi kepentingan publik untuk meletakan orang yang benar di tempat yang tepat dalam fungsi menjalankan visi pembangunan negara,” ujarnya.

Beban utama Presiden bersama Wakil Presiden saat ini adalah membuktikan kepada rakyat untuk dapat memenuhi janji politiknya, tidak ada yang lain. Jadi Sultan sangat berharap bahwa reshufle harus dijauhkan hanya dari semangat (akomodatif) penebusan hutang politik saja, tetapi objektivitas terhadap “nama” yang berkompeten tetaplah harus menjadi indikator yang utama.

Selain berorientasi terhadap kepentingan publik dan kompetensi di bidangnya, Sultan juga berharap kepada Presiden terhadap Menteri yang khusus “diutus” oleh parpol mesti dapat memenuhi kriteria yang dinilai dari rekam jejak serta platform (ide) yang akan ditransformasikan.

Menurut Sultan, untuk meminimalisir terhadap potensi hadirnya konflik kepentingan akibat dari perbedaan fungsi partai politik dalam memperjuangkan kepentingan (segmentasi) kelompok atas dasar dukungan pemilih terhadap fungsi pemerintahan untuk membuat kebijakan atas dasar kepentingan umum yang menyeluruh, maka kebijakan Presiden terkait masalah ini harus fokus kepada cara mencapai tujuannya (how) dan siapa yang mampu melakukannya (who).

“Selama ini dalam reshufle kabinet menjadikan pertimbangan politik hanya satu-satunya indikasi dalam pemenuhan kebutuhan dari dinamika dan stabilitas pemerintahan. Padahal seharusnya geometri pemerintahan mesti menjadi titik temu dari berbagai macam garis singgung dari setiap (subjek) kepentingan bagi publik agar tak ada lagi tempat bagi pemenuhan hasrat yang “pragmatis” bagi oknum/kelompok tertentu saja di lingkungan kekuasaan”, terangnya.

“Maka penting juga untuk berpikir ulang mempertimbangkan pemberian porsi yang lebih besar kepada menteri dari kalangan (profesional) di luar partai politik. Padahal banyak sekali opsi dari tokoh-tokoh bangsa yang memiliki integritas, dedikasi dan hidup dengan mengabdikan diri dalam rasa nasionalisme yang besar untuk memajukan bangsa dan negara. Seharusnya hal tersebut juga layak menjadi pertimbangan utama. Sebab susunan kabinet bukan hanya akan menampilkan representasi dari suatu pemerintahan, tetapi juga wajah bangsa (seluruh rakyat) Indonesia”, tandasnya.

“Apalagi menteri dari parpol akan sangat sulit untuk efektif mengerjakan tugas-tugas kementeriannya hingga akhir masa jabatan, karena tenaga dan pikiran mereka akan terkuras untuk kepentingan partai menjelang tahun politik 2024. Saat itu, sangat tidak menutup kemungkinan bahwa kepentingan pemerintahan akan dikalahkan kepentingan partai”, tutupnya.

Adapun Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti pernah merekomendasikan 3 nama calon pengisi pos menteri di Kabinet Indonesia Maju jika Presiden Jokowi jadi merombak jajaran menterinya (reshuffle) pada Juli, 2020. Sebab, Presiden mempertimbangkan unsur ketiga dalam komposisi kabinet, selain unsur partai politik dan profesional-pengusaha, yaitu unsur DPD RI.

 

(Rel/dpd)

Post Views: 243
ShareSendShare
Previous Post

Senator TGH Ibnu Khalik Apresiasi Program Padat Karya Kemenhub RI di Dompu

Next Post

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Jadikan Puasa Kanopi Diri

Next Post
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Jadikan Puasa Kanopi Diri

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Jadikan Puasa Kanopi Diri

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,060)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,262)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (8,890)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,560)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,533)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,833)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (6,952)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,382)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,296)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,423)

Berita Lainnya

PNKN Sebut Perpanjang Masa Jabatan Presiden Pengkhianatan Terhadap UUD 1945

PNKN Sebut Perpanjang Masa Jabatan Presiden Pengkhianatan Terhadap UUD 1945

Senin, 28/3/22 | 13:41 WIB
11

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, bersama Tamsil Linrung. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com ---- Perpanjangan masa jabatan presiden...

LaNyalla Dukung Penutupan Gerai Tes Antigen Ilegal di Pelabuhan Ketapang

LaNyalla Dukung Penutupan Gerai Tes Antigen Ilegal di Pelabuhan Ketapang

Jumat, 04/2/22 | 11:21 WIB
9

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd) JAWA TIMUR, AmanMakmur.com ---Masih beroperasinya tempat layanan tes cepat antigen...

Nelayan Nofrizal yang Hilang Tenggelam Ditemukan dalam Keadaan Tidak Bernyawa

Nelayan Nofrizal yang Hilang Tenggelam Ditemukan dalam Keadaan Tidak Bernyawa

Rabu, 10/5/23 | 19:43 WIB
8

Nelayan Nofrizal yang tenggelam ditemukan tidak bernyawa. (Foto : gmz) PASAMAN BARAT, AmanMakmur --- Nofrizal warga Kinali yang berprofesi sebagai...

Senam Sehat Bersama Wakil Rakyat, Anggota DPR RI Nevi Zuairina Sumbang Puluhan Doorprize

Senam Sehat Bersama Wakil Rakyat, Anggota DPR RI Nevi Zuairina Sumbang Puluhan Doorprize

Jumat, 24/2/23 | 13:46 WIB
9

Anggota DPR RI asal Sumatera Barat II Hj Nevi Zuairina serahkan hadiah doorprize bagi peserta senam massal. (Foto : nzcenter)...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.