• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Ketua DPD RI: Degradasi Moral Terjadi Karena Bangsa Ini Meninggalkan Pancasila

Minggu, 27/2/22 | 13:13 WIB
in Berita
0
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti membuka secara resmi Muktamar ke-IV Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) secara virtual. (Foto : dpd)

JAWA TIMUR, AmanMakmur.com — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menilai bangsa Indonesia mengalami degradasi moral dan akhlak seperti realitas yang terjadi sekarang, karena bangsa ini telah meninggalkan Pancasila.

Hal itu disampaikan LaNyalla secara virtual ketika membuka secara resmi Muktamar ke-IV Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) yang bertema “Mewujudkan Pemuda Rabbani Menuju Indonesia Beradab”,
Sabtu (26/2) malam.

“Saya memahami betul kerisauan saudara-saudara di LIDMI saat melihat fakta bahwa bangsa ini jauh dari negeri yang beradab. Jawabnya sederhana. Karena bangsa ini telah meninggalkan Pancasila. Bangsa ini telah tercerabut dari watak aslinya,” ujar LaNyalla.

LihatJuga

Bangun Citra Positif di Tengah Ekosistem Digital, MPI PP Muhammadiyah Gelar Akademi Jurnalistik Muhammadiyah (AJM) 2026

Bangun Citra Positif di Tengah Ekosistem Digital, MPI PP Muhammadiyah Gelar Akademi Jurnalistik Muhammadiyah (AJM) 2026

Selasa, 21/7/26 | 20:28 WIB
3
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin: Pemerintah Berkomitmen Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat Daerah

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin: Pemerintah Berkomitmen Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat Daerah

Selasa, 21/7/26 | 20:06 WIB
5
Rel Sumatera Barat; Dari Jejak Sejarah Menuju Penguatan Konektivitas Pulau Sumatera

Rel Sumatera Barat; Dari Jejak Sejarah Menuju Penguatan Konektivitas Pulau Sumatera

Selasa, 21/7/26 | 19:08 WIB
13

Mengapa bisa terjadi, kata LaNyalla, karena sejak tanggal 13 November 1998, melalui Ketetapan MPR Nomor 18 Tahun 1998, MPR telah mencabut Ketetapan tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Alasannya karena materi muatan dan pelaksanaannya sudah tidak sesuai dengan perkembangan kehidupan bernegara.

“Demi apa semua itu dilakukan? Jawabnya demi menjadi bangsa lain. Demi menjadi bangsa yang dianggap demokratis dalam ukuran Barat,” ucap tokoh Pemuda Pancasila itu.

Dilanjutkan LaNyalla, setelah itu bangsa ini melakukan Amandemen UUD 1945, di tahun 1999 hingga 2002 silam. Lebih dari 90 persen isi pasal-pasal di UUD 1945 naskah asli diubah.

Sistem tata negara yang mengacu kepada Demokrasi asli Indonesia, yaitu Demokrasi Pancasila dan Sistem Ekonomi Pancasila berubah menjadi Demokrasi barat dan ekonomi yang kapitalistik.

“Hasil Amandemen juga memberikan kekuasaan yang sangat besar kepada Partai Politik. Mereka menjadi satu-satunya instrumen untuk mengusung calon pemimpin bangsa. Parpol lewat Fraksi di DPR RI juga memutuskan Undang-Undang yang mengikat seluruh warga negara,” papar dia.

Sementara itu DPD RI sebagai wakil dari daerah, wakil golongan-golongan dan wakil kelompok non-partisan, tidak memiliki ruang. Faktanya, sejak Amandemen saat itu hingga hari ini, kelompok non-partisan terpinggirkan. Semua simpul penentu perjalanan bangsa ini direduksi hanya di tangan Partai Politik.

“Inilah yang kemudian menghasilkan pola the winner takes all. Partai-Partai besar menjadi tirani mayoritas untuk mengendalikan semua keputusan melalui voting di parlemen,” imbuhnya.

Dominasi dan hegemoni Partai Politik untuk memasung Vox Populi, kata LaNyalla, semakin lengkap dengan adanya presidential threshold yang sama sekali tidak diperintah oleh Konstitusi. Aturan ini memaksa rakyat untuk memilih calon pemimpin pilihan mereka yang sangat terbatas.

“Dari sinilah persoalan bangsa semakin komplek. Ambang batas pencalonan presiden membuat polarisasi dan perpecahan di masyarakat. Kita disuguhi kegaduhan nasional yang panjang. Sesama anak bangsa saling melakukan bully, persekusi dan melaporkan ke ranah hukum. Di sini tampak sekali adanya degradasi moral dan akhlak bangsa,” ujarnya.

Padahal sebenarnya, menurut LaNyalla, watak dasar bangsa ini adalah bangsa yang beradab. Karena bangsa ini memanusiakan manusia dan tidak terjadi secara massif tradisi perbudakan sebelum era VOC dan Penjajahan Belanda. Watak dasar bangsa ini juga memiliki akhlak. Karena bangsa ini adalah bangsa yang Berketuhanan.

“Bahkan sebelum Agama Samawi masuk ke nusantara, bangsa ini telah memiliki spirit Berketuhanan. Dengan adanya tradisi penghormatan kepada Causa Prima. Dimana setelah itu, Agama Samawi masuk dan mengajarkan Ketauhidan,” tutur Senator asal Jawa Timur itu.

Itulah sebabnya, kata LaNyalla, Pancasila sama sekali bukan diciptakan oleh Bung Karno. Namun dialah yang menemukan Mutiara terpendam di Nusantara yang sudah ada sebelum era penjajahan Belanda itu.

Sehingga pada 18 Agustus 1945, Pancasila secara resmi tertulis di dalam Pembukaan UUD 1945 untuk menjadi way of life sekaligus Ideologi bangsa yang beragam Suku, Agama, Ras dan Golongan ini. Karena Pancasila adalah wadah yang utuh untuk negara ini.

Pancasila, imbuhnya, tegas meletakkan Ketuhanan di Sila Pertama. Sekaligus diikat dalam Konstitusi di Pasal 29 Ayat 1, yang berbunyi: “Negara Berdasar Atas Ketuhanan Yang Maha Esa.” Lalu di Sila kedua, para pendiri bangsa meletakkan kalimat: “Kemanusian yang Adil dan Beradab. Sehingga Bangsa yang Berketuhanan dipastikan akan menjadi bangsa yang Beradab.”

“Itulah mengapa dalam beberapa kesempatan saya selalu sampaikan bahwa urutan sila-sila dalam Pancasila sudah tepat. Sehingga tidak bisa lagi diotak-atik dengan Tri Sila, apalagi Eka Sila,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, LaNyalla juga sepakat dengan apa yang dikatakan sejumlah tokoh dunia, bahwa untuk menghancurkan sebuah negara, tidak harus dengan pasukan militer. Tetapi cukup dengan menjauhkan warga bangsa tersebut dengan ideologi bangsanya.

“Generasi sebuah bangsa tidak bisa diperkuat dengan Subsidi dan Bantuan Sosial, tetapi hanya bisa diperkuat dengan Ideologi,” lanjutnya.

Oleh karena itu, dia mendukung upaya LIDMI untuk memperjuangkan terwujudnya Pemuda Rabbani untuk Indonesia yang Beradab. Sebab memang generasi muda adalah penerus estafet bangsa ini.

“Saya mengajak semua elemen bangsa ini untuk berfikir dan bekerja dalam spirit Negarawan, bukan Politisi. Jika seorang politisi kerap hanya memikirkan Pemilu yang akan datang, seorang Negarawan selalu memikirkan generasi yang akan datang,” tuturnya.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia, Hamri, Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan, Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Zaitun Rasmin, Wakil Ketua Umum PP Persis, Ustadz Jeje Zainuddin, Pangdam XIV Hasanuddin, Kapolda Sulawesi Selatan, Para Ketua OKP Nasional dan Para Ketua PW dan PD LIDMI seluruh Indonesia.

(Rel/dpd)

Post Views: 216
ShareSendShare
Previous Post

LaNyalla Dukung Pemprov Jatim Buka Akses Perdagangan ke Daerah Lain

Next Post

Ketum LKAAM dan Kapolda Sumbar Teken MoU Restorative Justice

Next Post
Ketum LKAAM dan Kapolda Sumbar Teken MoU Restorative Justice

Ketum LKAAM dan Kapolda Sumbar Teken MoU Restorative Justice

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,275)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,469)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,105)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,747)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,725)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,066)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,126)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,576)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,527)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,577)

Berita Lainnya

Tidak Dipagari Ideologi Partai, DPR Perseorangan Bakal Maksimal Perjuangkan Aspirasi

Tidak Dipagari Ideologi Partai, DPR Perseorangan Bakal Maksimal Perjuangkan Aspirasi

Kamis, 15/6/23 | 21:36 WIB
17

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memberikan Keynote Speech. (Foto : dpd) JAWA TIMUR, AmanMakmur --- Gagasan tentang perlunya...

Wawako Padang Ekos Albar: Memberantas Narkoba Perlu Sinergi Semua Pihak

Wawako Padang Ekos Albar: Memberantas Narkoba Perlu Sinergi Semua Pihak

Senin, 27/11/23 | 16:59 WIB
8

Wawako Padang Ekos Albar berfoto bersama dengan peserta penyuluhan anti narkoba. (Foto : adr) PADANG, AmanMakmur--- Pemerintah Kota (Pemko) Padang...

Rangkul Karang Taruna dan PKK, GKR Hemas: Budaya Istimewa Yogyakarta Sebagai Solusi “Mental Health” Remaja Indonesia

Rangkul Karang Taruna dan PKK, GKR Hemas: Budaya Istimewa Yogyakarta Sebagai Solusi “Mental Health” Remaja Indonesia

Jumat, 31/1/25 | 20:39 WIB
4

Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas, memberikan sambutan pada acara Focus Group Discussion (FGD). (Foto : dpd) YOGYAKARTA,...

Upacara Peringatan HJK Sijunjung ke-75 Berlangsung Khidmat

Upacara Peringatan HJK Sijunjung ke-75 Berlangsung Khidmat

Selasa, 20/2/24 | 12:50 WIB
7

Upacara Peringatan HJK Sijunjung ke-75 yang dipimpun Bupati Sijunjung Benny Dwifa berlangsung khidmat. (Foto : Alex/Dok) SIJUNJUNG, AmanMakmur---Pemerintah Kabupaten Sijunjung...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.