• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Pertemuan Presiden dengan Kepala Daerah Harus Jadi Titik Awal Pembenahan Tata Kelola Pemerintahan Daerah

Selasa, 04/8/26 | 08:41 WIB
in Berita
0
Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN, Djohermansyah Djohan. (Foto : Dok)

JAKARTA, AmanMakmur –— Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para kepala daerah yang konon akan diadakan dalam waktu dekat ini dinilai tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial atau sekadar ajang pengarahan.

Forum tersebut harus menjadi titik awal pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola pemerintahan daerah yang selama ini terus dibayangi maraknya operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN, Djohermansyah Djohan, menilai pendekatan yang selama ini ditempuh pemerintah belum mampu memutus mata rantai korupsi kepala daerah. Buktinya, setelah berbagai pembinaan, pelatihan, hingga retret kepala daerah, kasus korupsi tetap bermunculan.

LihatJuga

Dankodiklatad Letjen TNI Mohamad Hasan Bersama Prajurit dan PNS Panjatkan Doa Syukur untuk Negeri

Dankodiklatad Letjen TNI Mohamad Hasan Bersama Prajurit dan PNS Panjatkan Doa Syukur untuk Negeri

Senin, 17/8/26 | 22:02 WIB
5
Bupati Tanah Datar Eka Putra Temu Ramah dengan Veteran Pejuang

Bupati Tanah Datar Eka Putra Temu Ramah dengan Veteran Pejuang

Senin, 17/8/26 | 20:54 WIB
3
Bupati Agam Benni Warlis Serahkan Penghargaan Satyalancana Karya Satya pada ASN

Bupati Agam Benni Warlis Serahkan Penghargaan Satyalancana Karya Satya pada ASN

Senin, 17/8/26 | 20:50 WIB
4

“Kalau pertemuan itu hanya berisi pengarahan satu arah, hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan sebelumnya. Presiden perlu membuka ruang dialog dua arah agar kepala daerah menyampaikan langsung akar persoalan yang mereka hadapi,” ujar Djohermansyah kepada media, Senin (3/8/2026).

Menurut mantan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu, Presiden sebaiknya terlebih dahulu mendengar langsung pandangan para gubernur, bupati, dan walikota mengenai penyebab maraknya OTT KPK. Setelah itu, pemerintah menawarkan solusi kebijakan yang konkret, lengkap dengan target waktu pelaksanaannya.

Ia menilai sedikitnya terdapat tiga persoalan utama yang harus dibahas.

Pertama, tingginya biaya politik dalam pemilihan kepala daerah. Djohermansyah menyebut mahalnya ongkos Pilkada masih menjadi akar persoalan yang mendorong sebagian kepala daerah berupaya mengembalikan modal politik setelah terpilih.

“Kalau akar masalahnya biaya politik, maka obatnya adalah memperbaiki sistem Pilkada agar lebih sederhana, lebih murah, dan menutup praktik mahar politik maupun politik uang,” ujarnya.

Ia mengusulkan pemerintah segera mengevaluasi sistem elektoral, mekanisme pencalonan, hingga tata kelola partai politik agar kompetisi politik berlangsung lebih sehat.

Kedua, Presiden juga perlu mendengar persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan pemerintahan daerah.

Banyak kepala daerah, kata dia, dituntut meningkatkan kualitas pelayanan publik, menekan angka kemiskinan, memperbaiki indeks pembangunan manusia (IPM), hingga menurunkan stunting, tetapi di sisi lain ruang fiskal mereka semakin sempit akibat berkurangnya transfer ke daerah.

“Kepala daerah harus datang membawa data. Jangan hanya menyampaikan keluhan, tetapi menunjukkan fakta sehingga Presiden dapat mengambil kebijakan yang tepat,” katanya.

Ketiga, pembenahan sistem pengawasan internal daerah juga mendesak dilakukan. Selama ini, inspektorat dinilai belum mampu menjalankan fungsi pengawasan secara independen karena berada di bawah kepala daerah yang justru menjadi objek pengawasan.

“Kalau kepala daerah bermasalah, sulit mengharapkan inspektorat bertindak independen. Karena itu diperlukan desain baru pengawasan yang lebih kuat dan lebih berani,” ujarnya.

Selain pengawasan, Djohermansyah juga menyoroti lemahnya efek jera terhadap pelaku korupsi. Ia menilai penegakan hukum harus diperkuat melalui hukuman yang lebih berat disertai pemiskinan koruptor.

“Hukuman penjara saja belum cukup. Koruptor juga harus dimiskinkan agar benar-benar menimbulkan efek jera,” katanya.

Mengenai usulan kenaikan gaji kepala daerah yang kerap dikaitkan dengan upaya mencegah korupsi, Djohermansyah meminta pemerintah bersikap realistis. Dalam kondisi keuangan negara yang masih terbatas, kenaikan gaji bukan menjadi prioritas.

“Kalau fiskal negara masih defisit, Presiden sebaiknya meminta kepala daerah bersabar. Dahulukan kepentingan rakyat. Persoalan korupsi tidak selesai hanya dengan menaikkan gaji,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar setelah bertemu kepala daerah, Presiden melanjutkan dialog dengan pimpinan partai politik. Menurutnya, reformasi tata kelola kepala daerah tidak akan berhasil tanpa pembenahan proses rekrutmen politik.

“Partai politik adalah pintu utama lahirnya kepala daerah. Karena itu, komitmen untuk menghapus mahar politik dan memperbaiki rekrutmen calon harus menjadi bagian dari agenda reformasi,” katanya.

Bagi Djohermansyah, maraknya OTT terhadap kepala daerah merupakan gejala dari persoalan yang lebih mendasar. Karena itu, penyelesaiannya tidak cukup melalui pembinaan moral atau retret, melainkan harus menyentuh akar persoalan berupa reformasi sistem Pilkada, penguatan pengawasan, pembenahan tata kelola partai politik, serta penegakan hukum yang memberikan efek jera.

“Jika pertemuan Presiden dengan kepala daerah mampu melahirkan paket reformasi itu, maka forum tersebut akan dikenang sebagai titik balik penyelamatan otonomi daerah, bukan sekadar pertemuan rutin yang berlalu tanpa perubahan.” pungkasnya.

(R/Wiztian Yoetri)

Post Views: 64
ShareSendShare
Previous Post

Ribuan Jamaah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Sumbar Tumpah Ruah di Agam

Next Post

BPKD Padang Pariaman Gandeng LPER FEB Unand untuk Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah

Next Post
BPKD Padang Pariaman Gandeng LPER FEB Unand untuk Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah

BPKD Padang Pariaman Gandeng LPER FEB Unand untuk Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,322)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,512)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,148)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,791)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,768)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,120)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,165)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,620)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,577)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,618)

Berita Lainnya

Perang Bawa Dampak Buruk bagi Perempuan dan Anak, Edriana Puji Tawaran Proposal Damai Rusia-Ukraina Menhan Prabowo Subianto

Perang Bawa Dampak Buruk bagi Perempuan dan Anak, Edriana Puji Tawaran Proposal Damai Rusia-Ukraina Menhan Prabowo Subianto

Selasa, 13/6/23 | 15:57 WIB
19

Edriana, SH, MA, Aktivis Perempuan dan Wakil Ketua Umum Perempuan Indonesia (PIRA). (Foto : Dok) JAKARTA, AmanMakmur --- Aktivis Perempuan...

Didominasi Wajah Baru, DPD RI Siap Wujudkan Parlemen Modern

Didominasi Wajah Baru, DPD RI Siap Wujudkan Parlemen Modern

Selasa, 24/9/24 | 17:22 WIB
20

Suasana Orientasi Anggota Terpilih DPD RI Periode 2024-2029 di Jakarta. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur ---Anggota DPD RI terpilih periode...

DPD RI: Paradigma Pembangunan Indonesia Masih Terlalu Sentralistik, Daerah Kepulauan Kehilangan Ruang Berkembang

DPD RI: Paradigma Pembangunan Indonesia Masih Terlalu Sentralistik, Daerah Kepulauan Kehilangan Ruang Berkembang

Kamis, 09/7/26 | 21:19 WIB
5

Ketua Tim Kerja RUU Daerah Kepulauan DPD RI Andi Sofyan Hasdam. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur --- Ketua Tim Kerja...

Tumbuhkan Semangat Berkarya, RPI dan KPM Bedah Buku Kumpulan Cerpen Dua Pilar Rindu

Tumbuhkan Semangat Berkarya, RPI dan KPM Bedah Buku Kumpulan Cerpen Dua Pilar Rindu

Rabu, 19/1/22 | 15:55 WIB
68

Leaflet informasi bedah buku kumpukan cerpen Dua Pilar Rindu. (Foto : Fir) PADANG, AmanMakmur.com ---Rumah Produktif Indonesia (RPI) Sumatera Barat...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.