• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Wukuf: Syiar Agung Kesempurnaan dan Universalitas Islam

Rabu, 27/5/26 | 09:15 WIB
in Opini
0
Suasana Wukuf di Arafah. (Foto : Dok)

Oleh: Fathurrahman Kamal
(Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah/Musyrif Dini PPIH Kementerian Haji Republik Indonesia 1447 H/2026 M)

JUMAT sore, 9 Zulhijah 10 H, tepatnya pada peristiwa Haji Wada’ yang dipimpin oleh Sayyidunā Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam, Arafah dan para sahabat mulia menjadi saksi atas kesempurnaan Islam. Pada momentum agung itulah Islam ditegaskan sebagai agama yang paripurna dan universal. Imam al-Bukhārī dan Muslim menukil peristiwa tersebut dalam riwayat berikut.

Dari Umar bin Khaththab radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata, “Ada seorang laki-laki Yahudi berkata, ‘Wahai Amirul Mukminin, ada satu ayat dalam kitab kalian yang kalian baca. Seandainya ayat itu diturunkan kepada kami, kaum Yahudi, tentulah kami menjadikan hari diturunkannya ayat itu sebagai hari raya.’”

LihatJuga

ASN Bukan Sekadar Datang, Absen dan Pulang

ASN Bukan Sekadar Datang, Absen dan Pulang

Selasa, 21/7/26 | 09:23 WIB
19
Usulan Insentif Berbasis PAD Memantik Perdebatan Lama tentang Mahalnya Politik Lokal

Usulan Insentif Berbasis PAD Memantik Perdebatan Lama tentang Mahalnya Politik Lokal

Minggu, 19/7/26 | 21:25 WIB
4
Dari Anak Pulau Menjadi Pamong: Kisah Pengabdian yang Menginspirasi

Dari Anak Pulau Menjadi Pamong: Kisah Pengabdian yang Menginspirasi

Sabtu, 11/7/26 | 14:59 WIB
23

Umar bin Khaththab bertanya, “Ayat apakah itu?” Orang Yahudi itu menjawab, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, telah Kucukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam sebagai agama bagi kalian.” (QS. Al-Mā’idah: 3).

Umar bin Khaththab radhiyallāhu ‘anhu kemudian menjawab, “Kami mengetahui hari dan tempat ayat tersebut diturunkan kepada Nabi shallallāhu ‘alaihi wasallam, yaitu pada hari Jumat ketika beliau berada di Arafah.” Hadis ini diriwayatkan secara muttafaq ‘alaih.

Kini, setelah empat belas abad berlalu, Selasa, 9 Zulhijah 1447 H, kaum muslimin selayaknya kembali menjadi syuhadā’, yakni para saksi atas apa yang telah dipersaksikan oleh Nabiyullah dan kaum muslimin yang berhaji bersama beliau. Islam telah paripurna sebagai the way of life bagi umat manusia secara universal. Wukuf di Arafah merupakan momentum spiritual untuk meneguhkan keimanan atas paripurnanya Islam di tengah derasnya arus globalisasi.

Era globalisasi menampilkan dunia yang seolah tanpa batas, termasuk dalam urusan agama. Dalam konteks hubungan dan dialog antaragama, kita mengenal istilah Abrahamic Faiths atau Abrahamic Religions, yakni sebuah gagasan teologis yang mengandaikan adanya kesatuan tiga agama Semitik: Yahudi, Kristen, dan Islam.

Istilah Abrahamic Faiths populer setelah diselenggarakannya The Muslim-Jewish-Christian Conference pada tahun 1979 di New York oleh American Academy of Religion. Tujuannya adalah mengupayakan komunikasi damai antaragama Semitik.

Kaum pluralis yang menggagas teologi ini berusaha mencari kompromi dan titik temu teologis di antara tiga agama tersebut. Mereka berasumsi bahwa ketiga agama Semitik itu dapat bertemu pada satu titik, baik dari sisi historis maupun teologis.

Dari aspek historis, mereka berpendapat bahwa genealogi sejarah ketiga agama tersebut bertemu pada sosok Nabi Ibrahim ‘alaihissalām. Menurut mereka, Nabi Ibrahim menurunkan dua rumpun besar: Bani Israil, yang darinya lahir agama Yahudi dan Kristen; serta bangsa Arab, yang darinya lahir agama Islam.

Klaim pluralis tersebut tentu tidak dapat dibenarkan begitu saja, bahkan mengandung kerancuan yang ahistoris. Jika ditelusuri dari sejarah Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam, tampak bahwa beliau lebih condong menghadap ke arah Ka‘bah di Makkah daripada menghadap ke Yerusalem.

Secara historis, Makkah sesungguhnya jauh lebih tua daripada Yerusalem. Yerusalem berkembang sebagai kota penting dalam sejarah Bani Israil pada masa Nabi Dawud ‘alaihissalām, sedangkan Makkah dengan Ka‘bahnya diterangkan oleh Allah Swt. sebagai rumah suci pertama di muka bumi bagi seluruh manusia. Allah Swt. berfirman:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِيْنَ
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah manusia ialah Baitullah yang berada di Bakkah, yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.” (QS. Āli ‘Imrān: 96).

Dalam catatan orang-orang Yahudi kuno, Makkah dikenal dengan sebutan “Macoraba”, yang berarti tempat berkorban atau tempat menjalankan kurban. Fakta sejarah menunjukkan bahwa Ismail dan ibundanya, Hajar, tinggal di kota tua ini. Di samping itu, di kawasan Mina terdapat Jamarat yang dapat dipahami sebagai jejak simbolik perjalanan Nabi Ibrahim ‘alaihissalām ketika menuju tempat penyembelihan putranya, Ismail. Dalam tradisi masyarakat Makkah dari masa ke masa, tempat tersebut diyakini berada di salah satu sisi perbukitan yang kini diabadikan dengan bangunan tugu.

Inilah yang dipertahankan oleh orang-orang yang meyakini ajaran keturunan Nabiyullah Ibrahim dan Ismail. Tradisi tauhid, kepasrahan, dan pengorbanan itu kemudian dibakukan sebagai syariat kurban dalam Islam dan dirayakan sebagai Iduladha sepanjang masa.

Sementara itu, hingga saat ini, di Yerusalem tidak ditemukan bekas atau jejak pengorbanan sebagaimana yang diyakini dalam tradisi Makkah, meskipun orang-orang Yahudi meyakini bahwa yang disembelih oleh Nabi Ibrahim adalah putra beliau yang lain, Ishaq ‘alaihissalām.

Dengan demikian, sangatlah logis jika Allah menegaskan dalam Al-Qur’an:

مَا كَانَ إِبْرَاهِيْمُ يَهُوْدِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلٰكِنْ كَانَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ ۝ إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيْمَ لَلَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُ وَهٰذَا النَّبِيُّ وَالَّذِيْنَ آمَنُوْا ۗ وَاللّٰهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِيْنَ
“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, melainkan dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri kepada Allah, dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya, Nabi ini, dan orang-orang yang beriman. Allah adalah Pelindung orang-orang yang beriman.” (QS. Āli ‘Imrān: 67–68).

Demikianlah profil mulia seorang hamba Allah yang telah diabadikan oleh Al-Qur’an. Semoga kita sanggup dan bersedia meneladaninya.

Allah Swt. berfirman:

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِيْنَ ۝ سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ ۝ كَذٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِيْنَ
“Kami abadikan untuk Ibrahim pujian yang baik di kalangan umat yang datang kemudian, yaitu kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Ash-Shāffāt: 108–110).

Semoga Allah menjadikan kita, khususnya melalui napak tilas ruhaniah ibadah haji, termasuk orang-orang yang meneladani ketulusan tauhid, kepasrahan, dan kejernihan iman Nabi Ibrahim ‘alaihissalām. Semoga Allah juga meneguhkan hati kita di atas Islam yang telah disempurnakan-Nya. *)

Post Views: 70
ShareSendShare
Previous Post

Pawai Obor Semarakkan Malam Takbiran Idul Adha 1447 Hijriah di Agam

Next Post

ASN Pariaman Kurban 5 Ekor Sapi, Dagingnya Dibagi-bagi ke Masyarakat

Next Post
ASN Pariaman Kurban 5 Ekor Sapi, Dagingnya Dibagi-bagi ke Masyarakat

ASN Pariaman Kurban 5 Ekor Sapi, Dagingnya Dibagi-bagi ke Masyarakat

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,274)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,467)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,105)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,746)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,725)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,066)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,126)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,576)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,527)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,577)

Berita Lainnya

Bersama Satgas, Wabup Agam Tnjau Huntara dan Jalan Putus Pascabencana

Bersama Satgas, Wabup Agam Tnjau Huntara dan Jalan Putus Pascabencana

Rabu, 11/3/26 | 21:04 WIB
5

Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal tinjau Huntara. (Foto : Kominfo) AGAM, AmanMakmur ---Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal bersama Satuan Tugas...

Ketua DPD RI Apresiasi Inovasi Program OPOP di Jatim

Ketua DPD RI Apresiasi Inovasi Program OPOP di Jatim

Rabu, 07/4/21 | 13:00 WIB
7

JAWA TIMUR, AmanMakmur.com ---Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi program One Pesantren One Product (OPOP) yang kini telah...

Usai Reses, LaNyalla Buka Masa Sidang DPD RI

Usai Reses, LaNyalla Buka Masa Sidang DPD RI

Kamis, 06/5/21 | 12:27 WIB
8

JAKARTA, AmanMakmur.com ---Setelah reses sejak 10 April lalu, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, membuka masa sidang V DPD...

Bonus PON Kontingen Jatim Caiir, LaNyalla Ingatkan Atlet Kelola Keuangan dengan Baik

Bonus PON Kontingen Jatim Caiir, LaNyalla Ingatkan Atlet Kelola Keuangan dengan Baik

Selasa, 10/12/24 | 06:49 WIB
7

Senator asal Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur ----Senator asal Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.