
PADANG, AmanMakmur —-Menurut rencananya Hamas (Himpunan Media Sumbar) bekerjasama dengan PSH Unand (Pusat Studi Humaniora Universitas Andalas) akan mengangkatkan acara; 70 Tahun Sang Penyair ASEAN Syarifuddin Arifin, pada awal bulan Juni 2026 ini.
Disampaikan Isa Kurniawan dari Hamas, pada acara berkesenian dan berkebudayaan ini, akan ada Orasi Budaya yang disampaikan oleh Riri Satria (Penyair, Penulis dan Dosen) dari Jakarta, dengan tema; Deepfake dan Disrupsi Dunia Kepenulisan.
Kemudian Testimony Speech berupa kesan-kesan terhadap sosok Syarifuddin Arifin selama ini dari orang-orang yang pernah mengenal dan dekat dengannya.
Terus ada pula Achievement Award berupa pemberian penghargaan kepada Syarifuddin Arifin yang telah mengharumkan nama Ranah Minang, atau Sumbar, melalui karya-karyanya yang diakui bukan saja secara nasional, tapi ASEAN.
Selanjutnya akan ada pula; Parade Baca Puisi karya Syarifuddin Arifin oleh para penyair senior Taman Budaya Sumbar, dan juga para dosen/alumni Unand, serta penyair dari FIB dan PSH Unand.

“Di antara dosen/alumni Unand yang akan ikut baca puisi itu, yakni Prof Henny Herwina dan Dr Wirda Nengsih. Beliau-beliau ini sudah kita hubungi, dan menyatakan bersedia untuk ikut baca puisi,” ujar Isa Kurniawan, Selasa (14/4/2026).
“Prof Henny Herwina merupakan Guru Besar dari Departemen Biologi FMIPA Unand. Sementara Wirda Nengsih, dosen di FIS UNP yang rajin menulis buku, membahas kearifan lokal Minang. Keduanya adalah alumni Unand,” tambah Isa.
Disampaikan Isa, acara 70 Tahun Sang Penyair ASEAN Syarifuddin Arifin ini sekalian juga untuk memperingati HUT ke-70 Tahun Unand, tepatnya pada tanggal 13 September 2026. “Kita meriahkan dengan berpuisi,” kata Owner forumsumbar.com ini.

Menurut Isa, tujuan acara ini diangkatkan untuk menghargai para seniman yang telah mengharumkan nama Ranah Minang, atau Sumbar, melalui karya-karya mereka yang fenomenal dan melegenda.
Kemudian, menggelorakan semangat berkesenian dan berkebudayaan, serta sakaligus memberitahukan/mengingatkan kepada publik, khususnya generasi muda –termasuk mahasiswa, bahwa Ranah Minang memiliki banyak seniman-seniman hebat yang karya dan prestasinya luar biasa, bukan saja di tingkat nasional, tetapi diakui oleh internasional.
“Mudah-mudahan acara ini bisa pula memantik semangat generasi muda Sumbar untuk bisa berkarya dan berprestasi seperti para pendahulu, bahkan kalau bisa lebih,” pungkas Isa, yang merupakan alumni Kimia FMIPA Unand ini.
(Ika)











