• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Senator Filep Wamafma: Pendidikan Nasional Unggul Dibangun dengan Memajukan Pendidikan di Daerah

Jumat, 06/12/24 | 19:21 WIB
in Berita
0
Ketua Komite III DPD RI Dr Filep Wamafma, SH, MHum. (Foto : dpd)

JAKARTA, AmanMakmur —-Ketua Komite III DPD RI Dr Filep Wamafma, SH, MHum menekankan pentingnya memajukan pendidikan di daerah, di seluruh penjuru nusantara.

Menurutnya cita-cita mencapai pendidikan nasional yang unggul hanya dapat dibangun dengan memajukan pendidikan di daerah sebagai pondasi yang kokoh.

“Apabila kita ingin membangun dan mewujudkan pendidikan yang bermutu di NKRI ini, maka dimulai dari daerah. Inilah yang saya sebut Pendidikan yang Berkeadilan yakni kesetaraan yang dimulai dari daerah,” ujar Filep dalam keterangannya, Jumat (6/12/2024).

LihatJuga

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

Senin, 27/4/26 | 11:17 WIB
16
Bupati Benni Warlis Hadiri Silaturahmi dan HBH IKAT Kota Padang, Harap Perantau Dukung Program Pemkab Agam

Bupati Benni Warlis Hadiri Silaturahmi dan HBH IKAT Kota Padang, Harap Perantau Dukung Program Pemkab Agam

Minggu, 26/4/26 | 19:45 WIB
26
Kecam Kekerasan Terhadap Anak, Senator Yashinta Dukung Langkah Pemda Tertibkan Seluruh Daycare

Kecam Kekerasan Terhadap Anak, Senator Yashinta Dukung Langkah Pemda Tertibkan Seluruh Daycare

Minggu, 26/4/26 | 17:52 WIB
4

Artinya pendidikan itu adalah kebutuhan dasar manusia, hak semua warga negara tanpa terkecuali. Maka memenuhi hak pendidikan itu adalah kepentingan bersama, dengan memastikan peningkatan mutu pendidikan di daerah dikelola secara profesional.

Hal itu harus didukung dengan keberadaan SDM pengelola yang memiliki nilai-nilai profesionalitas, utamanya berpikir kritis, kreatif, inovatif dan bila perlu didukung pengalaman yang mumpuni.

“Itulah yang saya maksud dengan sistem Pembangunan Pendidikan di Daerah,” jelas Filep.

Secara konseptual, senator Papua Barat itu menguraikan bahwa Sistem Pendidikan dibangun atas dasar 3 hal pokok antara lain; pertama, substansi/regulasi hukum yang berkualitas. Dimana dalam hal ini, aturan nasional terkait pendidikan harus diikuti secara terintegrasi dengan pendidikan di daerah, tanpa melupakan kearifan lokal daerah.

“Kedua, struktur atau para penyelenggara pendidikan yang berkualitas. Artinya, guru-guru, pengasuh, pendamping, pembimbing, yang punya kemampuan mumpuni untuk mengajar. Guru-guru di daerah juga harus selalu meng-upgrade diri sehingga tingkat pengetahuan dan kemampuan peserta didik selalu terjaga kualitasnya melalui transfer ilmu yang berjalan dengan baik,” ujar Filep.

“Selain unsur regulasi dan struktur yang berkualitas, maka harus dilengkapi dengan unsur ketiga, yakni fasilitas/sarana prasarana sebagai penunjang pendidikan,” kata Filep.

“Gedung-gedung sekolah dan semua fasilitas yang lain di daerah, harus bisa membuat murid merasa “at home”, memiliki rumah. Untuk sampai pada titik ini, dukungan anggaran harus kuat dengan alokasi yang tepat sasaran. Maka ketiga unsur ini kalau dibangun secara kuat di daerah, maka pasti pendidikan akan berhasil dan terjaga kualitasnya,” sambungnya.

Filep lantas menyinggung sederet persoalan pendidikan di sejumlah daerah, utamanya di daerah 3T yang masih terjadi hingga saat ini, seperti kekurangan tenaga guru, akses ke sekolah yang sulit, fasilitas yang minim, keterbatasan ekonomi orangtua, kualitas pendidikan yang tidak merata.

Masalah kekurangan guru di daerah terpencil dan terluar, di daerah pedalaman masih menjadi kendala. Kita lihat data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), terdapat 3,36 juta guru di Indonesia pada semester ganjil tahun ajaran (TA) 2023/2024.

“Meski begitu, wilayah Indonesia Timur, terutama Papua memiliki jumlah guru terendah. Tak jarang kita temui sekolah di Papua itu hanya ada satu atau dua guru yang mengajar semua kelas, bahkan ada sekolah yang saya temui di Papua Barat dipalang orangtua, karena proses belajar-mengajar mandek sejak Januari lalu karena tidak ada guru,” kata Filep.

Data menunjukkan, wilayah Indonesia bagian timur memiliki ketersediaan tenaga pengajar yang lebih rendah dari wilayah lainnya.

Berikut 10 provinsi dengan jumlah guru terendah di Indonesia pada semester ganjil Tahun Ajaran 2023/2024 1. Papua Pegunungan (6.932 orang) 2. Papua Selatan (8.283 orang) 3. Papua Barat Daya (9.855 orang) 4. Papua Tengah (9.936 orang) 5. Papua Barat (10.181 orang) 6. Kalimantan Utara (12.889 orang) 7. Papua (15.989 orang) 8. Gorontalo (18.735 orang) 9. Kep. Bangka Belitung (19.196 orang) 10. Maluku Utara (27.057 orang).

“Lalu, kendala akses dan jarak tempuh ke sekolah juga masih jadi kendala berarti. Tentu kita tahu tiga siswa Sekolah Dasar (SD) di Pangkep, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan harus berjalan kaki sejauh 10 km ke sekolah. Dua siswa SD di Bone harus menyeberangi sungai besar dengan perahu kecil setiap harinya, ini juga terjadi di NTT, di Banggai Sulteng, Lampung, Padang Galo, Mamuju dan banyak daerah lainnya. Para siswa ini harus berjuang bahkan mengancam keselamatan jiwa untuk mencapai sekolah, untuk mendapat pendidikan,” urai Filep.

Lebih lanjut, Filep yang berlatar belakang akademisi itu juga mengungkapkan minimnya akses internet yang kini menjadi penunjang pendidikan. Ia menyinggung, hasil Survei APJII menyampaikan bahwa jumlah penduduk Indonesia yang masih belum tersentuh internet pada 2024 ada sebanyak 57 juta jiwa.

“Survei itu menunjukkan, tingkat penetrasi internet di Maluku dan Papua mencapai 69,91 persen, bahkan masih lebih baik dari Pulau Sulawesi yang hanya 68,35 persen. Tingkat penetrasi di 3T juga belum signifikan, tingkat penetrasi internet 67,6 persen. Akses internet semakin dibutuhkan sebagai langkah alternatif mengakses sumber pengetahuan di daerah yang belum memiliki ketersediaan buku secara memadai,” katanya.

“Atas persoalan itu, diperlukan perhatian dan kolaborasi semua pihak, utamanya kebijakan pemerintah pusat, sinergi pemerintah daerah hingga dukungan masyarakat. Harapannya pembangunan pendidikan di daerah dapat terwujud dengan sinergi baik dari semua lini untuk mewujudkan pendidikan nasional yang unggul dan berkualitas, tentunya untuk mencapai generasi Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

(Rel/dpd)

Post Views: 120
ShareSendShare
Previous Post

Satgas YTP 411 Kostrad Gelar Donor Darah di Tengah Latihan Intensif

Next Post

Sekda Agam: Peningkatan Kompetensi Guru Jadi Kunci Utama dalam Memajukan Pendidikan

Next Post
Sekda Agam: Peningkatan Kompetensi Guru Jadi Kunci Utama dalam Memajukan Pendidikan

Sekda Agam: Peningkatan Kompetensi Guru Jadi Kunci Utama dalam Memajukan Pendidikan

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,155)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,355)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (8,986)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,635)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,620)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,930)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,039)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,461)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,404)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,483)

Berita Lainnya

Ketua Umum PB PSI Puji Kepedulian LaNyalla di Bidang Olahraga

Ketua Umum PB PSI Puji Kepedulian LaNyalla di Bidang Olahraga

Sabtu, 05/2/22 | 13:22 WIB
4

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Squash Indonesia (PB PSI), Sylviana Murni, bersama Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, saat...

Nevi Zuairina Minta Biar Bulog yang Urus Soal Minyak Goreng

Nevi Zuairina Minta Biar Bulog yang Urus Soal Minyak Goreng

Kamis, 09/6/22 | 03:58 WIB
11

Anggota Komisi VI DPR RI Hj Nevi Zuairina. (Foto : nzcenter) JAKARTA, AmanMakmur.com --- Anggota Komisi VI DPR RI Hj...

Bertemu Walikota Nara, Ketua DPD RI Konkretkan Rencana Sister City antara Indonesia dan Jepang

Bertemu Walikota Nara, Ketua DPD RI Konkretkan Rencana Sister City antara Indonesia dan Jepang

Sabtu, 27/5/23 | 19:07 WIB
7

Rombongan.DPD RI bertemu Walikota Nara, Nakagawa di Jepang. (Foto : dpd) JEPANG, AmanMakmur ---Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti...

Anggota DPR RI Nevi Zuairina Bagi-bagi Sembako di Pasaman

Anggota DPR RI Nevi Zuairina Bagi-bagi Sembako di Pasaman

Jumat, 02/9/22 | 13:32 WIB
12

Anggota DPR RI Hj Nevi Zuairina bagi-bagi sembako ke konstituen di Kabupaten Pasaman. (Foto : nzcenter) PASAMAN, forumsumbar--- Anggota DPR...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.