
PADANG, AmanMakmur— Perguruan tinggi punya peran strategis dalam membangun kehidupan demokrasi bangsa dan negara yang perujudkannya adalah Pemilu sekali lima tahun.
Untuk itu, Universitas Andalas (Unand) sebagai perguruan tinggi yang sudah berdiri semenjak tahun 1956, membuka diri kepada tokoh politik untuk berbagi ilmu politiknya kepada mahasiswa, maupun civitas akademika Unand.
Hal itu disampaikan Rektor Unand Prof Yuliandri saat acara Kuliah Umum yang diberikan oleh Dr Hasto Krisyiyanto, Sekjend DPP PDI Perjuangan, bertempat di Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang, Rabu (5/7/2023).
Prof Yuliandri menegaskan, hadirnya Hasto di Unand menjadi pembuka pintu untuk membuka diri bahwa pendidikan politik di kampus tidak lah tabu.
“Yang tabu itu, kampus dijadikan ajang politik praktis, dengan membawa-bawa atribut. Kampus jadi ajang kampanye partai politik, capres, caleg, dan lainnya. Itu yang tidak boleh,” terang Prof Yuliandri.
“Hadirnya Hasto di Unand saat ini dalam rangka memberikan pendidikan politik. Apalagi doktor Pak Hasto itu Geopolitik,” imbuh rektor.
Kemudian, di Unand sendiri ada fakultas yang mendalami ilmu politik, yakni Fisip, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Bahkan ke depan, kata Prof Yuliandri, semua capres akan diundang untuk share ilmu kepada mahasiswa di Unand.
“Kapan perlu capres nanti kita undang mengisi kuliah umum di kampus ini,” tegas Prof Yuliandri.
Hasto Kristiyanto menyampaikan materi tentang Tantangan Geopolitik Mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dimana Hasto merupakan pengarang buku Geopolitik Bung Karno dengan judul “Progressive Geopolitical Coexistence“.
Kuliah Umum yang dimoderatori WR 3 Unand Insannul Kamil itu dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Bupati Dharmasraya Sutan Riska, tokoh Minang Irjen Pol (P) Fakhrizal, dan banyak lainnya.
Sementara itu, akademisi muda Unand Ilham Adelano Azre menyebut fine-fine saja hadirnya tokoh politik di Unand.
“Fine-fine saja, asal tokoh itu kuat background akademisinya. Mas Hasto itu strata kesarjanaannya doktoral. Bahkan menghadirkan tokoh dalam sebuah pembelajaran akademis sejak dulu sudah jadi branding Unand,” ujar dosen Fisip ini.
Apalagi, sebut Azre, penyampaian tokoh sekaliber Hasto sarat nilai-nilai akademis.
“Geopolitik itu adalah ilmu yang bagi mahasiswa perlu memahaminya dan Mas Hasto ke Unand tidak terkait kepentingan elektoral atau kampanye kok,” ujar Azre.
(Rel/Adr)











