• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

Pegiat Literasi Asmariah Supriyadi: Cerdaskan Anak Bangsa dan Berantas Buta Huruf dengan Menjamin Ketersediaan Bahan Bacaan

Jumat, 01/3/24 | 22:18 WIB
in Berita
0
Asmariah Supriyadi, asal Serang Banten tetapi bermukim di Kota Yogjakarta ini selain dikenal sebagai tokoh perempuan penggerak literasi, juga seorang penyair produktif yang sering juga tampil baca puisi di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. (Foto : Ist/Lasman Simanjuntak)

JAKARTA, AmanMakmur — “Alhamdulillah proses demokrasi Pemilu  2024 yang telah dijalani rakyat Indonesia berjalan dengan lancar dan sukses. Bagi kami, siapapun presidennya tetap kami dukung , terpenting support dan dukung penuh dari pemerintah akan kegiatan dunia literasi di Indonesia,” ujar Asmariah Supriyadi, Pegiat Literasi Indonesia yang juga seorang Penyair Perempuan Indonesia (PPI) dari Kota Yogjakarta dalam wawancara khusus di Jakarta, Jumat (1/3/2024).

Terlebih kami –perpanjangan dari pemerintah– sifatnya membantu dalam mencerdaskan anak bangsa serta memberantas buta huruf dengan menjamin ketersediaan sumber bahan bacaan yang layak baca.

Menurutnya gagasan Free Cargo Literacy (FCL) diserukan dan disetujui Presiden RI Joko Widodo.

LihatJuga

Diskominfo Agam Perkuat Implementasi SPMB Online 2026/2027 Melalui Sosialisasi dan Bimtek

Diskominfo Agam Perkuat Implementasi SPMB Online 2026/2027 Melalui Sosialisasi dan Bimtek

Rabu, 06/5/26 | 17:37 WIB
7
Perkuat Reformasi Birokrasi, Pemkab Tanah Datar Ekspose Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat

Perkuat Reformasi Birokrasi, Pemkab Tanah Datar Ekspose Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat

Rabu, 06/5/26 | 17:27 WIB
4
LaNyalla Sematkan Gelar “Ki” pada Beberapa Tokoh Masyarakat di Jatim

LaNyalla Sematkan Gelar “Ki” pada Beberapa Tokoh Masyarakat di Jatim

Rabu, 06/5/26 | 15:36 WIB
4

“Semoga bisa dilanjutkan oleh presiden terpilih dan sekaligus dibuatkan payung hukumnya,” pinta penyair wanita -berwajah manis dan murah senyum ini- yang karya puisinya telah diterbitkan lebih dari 100 buku antologi puisi bersama penyair seluruh Indonesia.

Sementara itu memperingati Hari Buku Nasional, Asmariah Supriyadi mengatakan ada beberapa hal yang penting dan perlu disampaikan yakni tingginya minat baca rakyat Indonesia yang terhambat oleh akses bacaan bermutu.

“Sejak dahulu, mungkin sebelum tahun 2016, telah mengundang kepedulian sekelompok masyarakat untuk membantu mengatasinya dengan cara melakukan kerjasama pengiriman buku dengan biaya seminimal mungkin, bahkan gratis jika perlu,” ucap founder sekaligus Ketua Taman Baca Temon Yogja ini.

Seperti telah dilakukan sejumlah pengusaha kargo, antara lain Aziz, Direktur Cargonesia Utama Trans yang menggratiskan pengiriman buku ke wilayah manapun, khususnya yang memiliki pelabuhan kargo di Pulau Sulawesi dan Papua .

Kemudian Keri Sui Malau yang menggratiskan pengiriman buku sepanjang jalur yang dilewati  armada kargo-nya di Pulau Sumatera dan Jawa.

Selain itu juga kelompok relawan penggiat literasi seperti ONE (Our Nation’s Education) yang dibantu sebuah perusahaan farmasi dengan jaringan distribusi yang luas, sampai mencapai 1001 buku, serta yang melakukan pengiriman buku dengan menanggung biaya sendiri.

Asmariah Supriyadi, salah satu tokoh wanita pegiat literasi di Indonesia yang juga adalah Founder dan Ketua Taman Baca Temon Sleman Yogya. (Foto : Ist/Lasman Simanjuntak)

Menerima Paket Buku

Mengingat perlunya pemecahan yang relatif menyeluruh  atas problem akses –agar semua warga bisa berpartisipasi dan mengambil manfaat– agar setiap orang yang memenuhi syarat dapat mengirim dan menerima paket buku di wilayah mana pun di Indonesia.

“Maka pada tanggal 20 Mei 2017 dilakukan pengiriman pertama kali Free Cargo Literacy melalui PT Pos Indonesia. Dimana selanjutnya akses mengirim bahan bacaan ke wilayah yang sulit dijangkau ini dibuat menjadi lebih mudah, yakni setiap tanggal 17, semua orang bisa mengirim buku donasi secara gratis tanpa membayar ongkos kirim sepeser pun, dengan mengirimkannya langsung ke kantor pos pusat,” kilahnya.

Namun, lanjutnya, gerakan pengiriman buku gratis tiap tanggal 17 yang disambut gembira oleh semua lapisan masyarakat ini dan ditahbiskan sebagai “Hari Raya Pustaka”, mulai tersendat pada bulan Oktober 2018.

Hal ini dikarenakan PT Pos Indonesia selaku pelaksana pengirim buku belum mendapat kejelasan berupa legalitas formal maupun pembagian beban pengiriman yang telah dilakukan.

Untuk merespons hal ini, maka Kemdikbud melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, pada tanggal 23 Januari 2019, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Pos Indonesia.

Melalui PKS ini, maka urusan pendanaan dan mekanisme pembiayaan program Free Cargo Literacy menjadi tanggung jawab Kemdikbud.

Pada bulan Februari 2019, diperoleh kabar bahwa mekanisme pengiriman buku donasi akan mengalami perubahan dari yang biasanya dilakukan.

Asmariah Supriyadi, penggerak literasi dari Taman Baca temon Sleman Yogja yang mengharapkan kepada pemerintah untuk tetap mendukung kemajuan dunia literasi di Indonesia.(Foto : Ist/Lasman Simanjuntak)

Dimana hal ini selanjutnya menjadi keprihatinan kita bersama, dengan terbitnya Surat Edaran dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa No. 0009/G/BS/2019 tentang Program Pengiriman Buku dalam Pelaksanaan Gerakan Literasi Nasional, yang diperkuat dengan Surat Edaran dari Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan No. 3381/G1/TU/2019 tanggal 2 April 2019, justru menghambat dan mempersulit akses masyarakat untuk melakukan pengiriman buku donasi.

Menurut Mbak Asma –panggilan akrabnya–  mekanisme pengiriman buku donasi dari masyarakat yang semula mudah kini menjadi rumit.

Jika sebelumnya donatur buku dapat mengemas dan mengirim buku langsung ke kantor pos, kini mereka diwajibkan datang ke salah satu dari 32 Satker Kemdikbud yang telah ditunjuk untuk menerima buku donasi.

Selanjutnya, Satker Kemdikbud lah yang akan menentukan dan mengirim ke alamat tujuan, dimana alamat tujuan itupun dibatasi hanya dalam 1 provinsi dan yang sudah terdaftar di aplikasi Donasi Buku daring Kemdikbud.

Atas perubahan mekanisme tersebut, maka “Hari Raya Pustaka” yang biasanya dirayakan secara meriah tiap tanggal 17 dengan saling berbagi buku, menjadi tak bermakna. Kini masyarakat harus kembali dihadapkan pada kesulitan akses akan bahan bacaan.

“Para donatur buku, relawan dan penggiat literasi, harus kembali mengeluarkan biaya lebih untuk melanjutkan gerakan donasi buku jika tak mau repot dengan mekanisme yang telah diatur Kemdikbud. Kita semua kembali ke titik awal sebelum gagasan Free Cargo Literacy diserukan dan disetujui Presiden RI Joko Widodo,” pungkas ibu satu anak ini.

Informasi mengenai Asmariah Supriyadi: Kontak : 087839765352 (WA); Email : asmariah592@gmail.com; Facebook : Asmariah Supriyadi; dan Instagram : Asmariah Supriyadi.

 

(Lasman Simanjuntak)

 

Post Views: 367
ShareSendShare
Previous Post

Surat Terbuka untuk Bapak Prabowo dan Gubernur Sumbar Bapak Mahyeldi: Jangan Abaikan Pembangunan Kabupaten Solok Karena Komunikasi Bupati yang Buruk

Next Post

Muhayatul Terpilih Jadi Ketua Hizbul Wathan Sumbar Periode 2023-2028

Next Post
Muhayatul Terpilih Jadi Ketua Hizbul Wathan Sumbar Periode 2023-2028

Muhayatul Terpilih Jadi Ketua Hizbul Wathan Sumbar Periode 2023-2028

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,167)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,366)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,000)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,647)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,636)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (7,943)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,052)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,473)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,415)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,491)

Berita Lainnya

Sultan B Najamudin Puji Jokowi Hentikan Ekspor Bahan Mentah Mineral

Sultan B Najamudin Puji Jokowi Hentikan Ekspor Bahan Mentah Mineral

Senin, 03/1/22 | 16:31 WIB
29

Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur.com ---Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin mengapresiasi...

Piala Soeratin U-17 Sumbar: Derby Persikota dan Josal FC Berakhir Imbang 0-0

Piala Soeratin U-17 Sumbar: Derby Persikota dan Josal FC Berakhir Imbang 0-0

Selasa, 26/11/24 | 16:22 WIB
12

Persimopa dan Josal FC. (Foto : Kominfo) PARIAMAN, AmanMakmur --- Persatuan Sepakbola Indonesia Kota Pariaman (Persikopa) ditahan imbang Josal FC...

Bupati Eka Putra Apresiasi Budidaya Melon Sistem Green House oleh SMKN 2 Batusangkar

Bupati Eka Putra Apresiasi Budidaya Melon Sistem Green House oleh SMKN 2 Batusangkar

Kamis, 14/12/23 | 23:25 WIB
43

Bupati Tanah Datar Eka Putra meninjau budidaya melon sistem green house yang dilakukan oleh SMKN 2 Batusangkar. (Foto : Feri...

Angkasa Pura II Siap Sambut Jutaan Pemudik di 20 Bandara

Angkasa Pura II Siap Sambut Jutaan Pemudik di 20 Bandara

Rabu, 20/4/22 | 13:18 WIB
30

Kantor PT Angkasa Pura II (Persero). (Foto : Dok) JAKARTA, AmanMakmur.com --- PT Angkasa Pura II memperkirakan jumlah pemudik melalui...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.