
PADANG, Aman Makmur — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tanah Datar melaksanakan Orientasi Tata Kelola Organisasi di Padang, Kamis dan Jumat (24-25/8/2023).
Agenda untuk peningkatan SDM anggota tersebut berlangsung di Aula lantai 2 gedung PWI Sumbar dan dibuka Bupati Tanah Datar Eka Putra yang diwakili Asisten I Elizar.
Kegiatan yang diikuti 21 orang anggota PWI Tanah Datar itu berlangsung sukses dengan penerimaan materi-materi terkait jurnalistik dan perkembangan organisasi PWI dari masa ke masa sejak 1 tahun setelah Indonesia merdeka.
Ketua PWI Cabang Sumbar DR Basril Basyar saat itu menyebut bahwa wartawan memang harus berkualitas dan profesionalisme. “Wartawan Tanah Datar, umumnya sudah senior, saya di sini bukan mencermati tetapi kita saling berbagi informasi,” kata mantan dosen Unand yang akrab dipanggil BB itu.
Tentang orientasi yang dilaksanakan itu, ia apresiasi kepada PWI Tanah Datar karena di Sumbar merupakan yang pertama dari seluruh PWI kabupaten/kota dan mendorong agar bisa dilaksanakan tiap tahun.
“Jika wartawan itu profesional, tidak akan ada hal-hal yang terlupakan saat menulis, kegiatan ini kesempatan yang baik untuk wartawan, sifat wartawan itu sombong, karena banyak berhadapan dengan pejabat, tetapi kesombongan itu diisi dengan ilmu, harus banyak tahu, tentu selalu diisi pengetahuan, tahu dulu sebelum bertanya,” katanya lagi.
Ketua PWI Sumbar BB juga memaparkan perkembangan pers, di antaranya terdapat sekitar 600 tiap tahun pengaduan ke Dewan Pers karena terdapat ketidak-profesionalan, itu diselesaikan Dewan Pers, katanya.
“Sebanyak 49 ribu media yang ada, belum 2 ribu yang terdaftar di Dewan Pers, yang tidak profesional itu akan tercicih dengan sendirinya,” kata BB.
Asisten I Pemda Tanah Datar Elizar mengatakan, Pemda memandang orientasi tersebut sebagai agenda strategis, PWI organisasi wartawan terbesar dan pertama berdiri, berperan dalam perkembangan pers dan salah satu pilar pembangunan, kata Putra asli Nagari Simawang itu.
“Peran media dalam peningkatan pembangunan di Tanah Datar sangat signifikan, tanpa media daerah akan sulit maju dan bekembang,” ujarnya.
Pentingnya profesi jurnalis, sebutnya lagi, sehingga media disebut pilar ke 4 dalam demokrasi dengan fungsi menyebarkan informasi secara faktual, memberikan pandangan dan analis terhadap pandangan sosial politik dan ekonomi.
Media juga memandangkan gagasan, ide ke masyarakat, jurnalis menyampaikan kebenaran yang bersifat terbuka. Makanya menurut Elizar, Pemda menyadari pers salah satu pilar pembangunan, sebagai mitra, tentu harus terjalin hubungan baik antara pers dengan pemerintah, hubungan ini tidak akan tercipta bila salahsatunya tidak menjalankan fungsi yang profesional.
“Program yang kami jalankan tidak akan maksimal dan sampai kepada masyarakat tanpa pers, pers juga merupakan media yang efektif dalam penyebaran informasi,” katanya.
Sementara, Ketua PWI Tanah Datar Yuldavery menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada Pemda yang telah memfasilitasi terlaksananya agenda tersebut melalui dukungan anggaran dana hibah APBD Tanah Datar serta kerjasama yang telah terjalin sejak lama.
“Kami juga selalu mohon bimbingan dan pencerahan dengan ilmu pengetahuan dari senior-senior PWI Sumbar seperti yang telah disampaikan oleh pemateri tersebut,” kata Yuldaferi.
Beberapa pemateri dari PWI Sumbar saat itu di antaranya Basril Basyar, Mhd Alkudri, Sawir Pribadi, Zul Effendi dan Amirudin.
Hadir juga Firdaus, Widya Navies, Syaiful Husein, Rusdi Bais, Edi Jarot serta jajaran pengurus lainnya.
(FM)











