• Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
AmanMakmur.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
AmanMakmur.com
No Result
View All Result

T a u h i d

Selasa, 06/6/23 | 14:34 WIB
in Opini
0
Ahniyus Ahmad, Pengamat Sosial dan Politik. (Foto : Dok)

Oleh: Ahniyus Ahmad

AQIDAH adalah merupakan akar agama, kebenaran aqidah hanya terdapat di dalam diri seorang hamba yang meyakini bahwa ALLAH itu Esa.

ALLAH adalah asal kejadian dan tempat bergantung segala sesuatu.

LihatJuga

Rajo Sampono: Ninik Mamak Harus Berperan dalam Pembebasan Lahan Tol dan Tarok City

Rajo Sampono: Ninik Mamak Harus Berperan dalam Pembebasan Lahan Tol dan Tarok City

Minggu, 11/10/26 | 19:09 WIB
2
Jakarta Jangan Khianati Yogyakarta

Jakarta Jangan Khianati Yogyakarta

Sabtu, 10/10/26 | 13:24 WIB
6
MK Menutup Pintu PHPU, DPR Jangan Tutup Mata

MK Menutup Pintu PHPU, DPR Jangan Tutup Mata

Rabu, 07/10/26 | 23:18 WIB
9

ALLAH adalah sang Pencipta dan selain dari pada NYA adalah makhluk ciptaan, oleh karenanya tidak ada seorangpun yang menyerupai-NYA.

Aqidah yang benar haruslah bersandar kepada keyakinan bahwa ALLAH itu Esa, karena eksistensi setiap dzat, mustahil berjalan dengan wajar kalau pengendalinya lebih dari satu, karena setiap pengendali memiliki maunya sendiri.

Dengan ber-tauhid seorang hamba akan mengenal diri sehingga dia mengenal siapa sang PENCIPTA diri.

Sesungguhnya segala sesuatu berasal dari ALLAH dan akan kembali kepada NYA.

Dengan keyakinan seperti ini seorang hamba akan memperhitungkan setiap tindakannya, atau dengan kata lain dia akan berperilaku sesuai dengan petunjuk dan ajaran agama yang diyakininya, karena dia sadar bahwa setiap perilakunya sekecil apapun tidak akan luput dari pertanggung jawaban dan pasti akan diperhitungkan di Hari Pembalasan, yang mana pada hari itu hati dan penglihatan menjadi goncang.

Orang-orang yang ber-Tauhid menyadari dengan sepenuh hati bahwa setiap diri adalah pemimpin, dan setiap kepemimpinan akan dipertanggung jawabkan, semakin besar wilayah kepemimpinan, semakin besar pula beban amanah yang akan dipertanggung jawabkan.

Jadi kalau hari ini kita melihat orang-orang memperebutkan jabatan dan kekuasaan, maka sudah dapat disimpulkan bahwa orang-orang itu adalah sekumpulan orang-orang yang ber-Aqidah tidak benar.

Orang-orang ini tidak memahami apa arti amanah yang sesungguhnya, di dalam fikiran mereka, jabatan atau kekuasaan itu adalah sebuah peluang atau kesempatan yang tidak boleh dilewatkan untuk meraih keuntungan pribadi atau kelompok yang sebesar-besarnya, sehingga tidak tertanam semangat pengabdian di dalam diri mereka untuk mengupayakan dengan sunguh-sungguh kemaslahatan hidup orang banyak sebagaimana tujuan dari diberikannya amanah kepemimpinan.

Dengan berbekal Aqidah yang benar inilah kemudian ALLAH menciptakan manusia dan memberitahukannya kepada Malaikat pada suatu kesempatan bahwa ALLAH berkata; “AKU akan menciptakan manusia sebagai Khalifah di muka bumi”.

Inilah tujuan penciptaan manusia oleh ALLAH di samping tujuan utamanya ; ” Tidak AKU ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah (mengabdi) kepada KU”.

Jadi ini adalah dua bentuk tujuan penciptaan yang di-ibaratkan seperti dua mata sisi uang yang saling melengkapi, dimana pengabdian kepada ALLAH merupakan tuntunan hidup sesuai syari’at berupa “Ibadah Ritual” yang tergolong “Habblumminallah”, sedangkan menjalankan fungsi “Kekhalifahan” untuk mengurus bumi ALLAH adalah dalam rangka menjalin “Habblumminannas”.

Begitulah ALLAH sebagai sebaik-baik pencipta yang menciptakan bumi sebagai tempat manusia diuji sebelum pulang ke-hadirat NYA, lalu ALLAH menyempurnakan penciptaan NYA itu dengan menentukan siapa yang akan ditugaskan untuk mengurusi bumi untuk dikelola berdasar tuntunan-NYA agar tidak menimbulkan kerusakan di atasnya.

Dengan demikian manusia akan memanfaatkan keberadaannya di atas bumi atau dunia ini sebagai tempat mengumpulkan bekal sebelum pulang menuju akhirat sebagai kampung asal.

Kesimpulannya; selama bumi ini dikelola dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan kehendak ALLAH sebagaimana tujuan-NYA menciptakan manusia sebagai “Khalifah” di muka bumi, maka kerusakan demi kerusakan akan melanda kehidupan seperti sekarang yang sedang terjadi di akhir zaman.

Sebuah renungan buat diri dan siapa saja yang ter-inspirasi.

Penulis @hniyus@hmad adalah Pengamat Sosial dan Politik

Views: 573
ShareSendShare
Previous Post

Ketua KI Sumbar: Milenial Pegiat Medsos Harus Terdepan Perangi Hoaks

Next Post

Komite II DPD RI Gandeng Universitas Ageng Tirtayasa Lakukan Uji Sahih Perubahan UU Perikanan

Next Post
Komite II DPD RI Gandeng Universitas Ageng Tirtayasa Lakukan Uji Sahih Perubahan UU Perikanan

Komite II DPD RI Gandeng Universitas Ageng Tirtayasa Lakukan Uji Sahih Perubahan UU Perikanan

Most Viewed Posts

  • Istri Rektor ITP Hendri Nofrianto Berpulang ke Rahmatullah (15,416)
  • Lalai Eksekusi Bupati Pessel, LBH Sumbar akan Laporkan Kejari Painan ke Jamwas dan Komjak (11,610)
  • Klaim Rinaldi sebagai Ketum IKA FMIPA Unand Ditolak Alumni (9,244)
  • Ibunda Tercinta Mulyadi Wafat, Banyak Tokoh Nasional Kirim Karangan Bunga Duka Cita (8,902)
  • Ambulans Sumbangan Warga Padang Ikut Bantu Evakuasi Korban di Palestina (8,856)
  • Mevrizal: Profesi Pengacara Syariah Menggiurkan dan Kian Diminati (8,235)
  • Menakar Peluang DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2024 (7,256)
  • Memenuhi Syarat, Bacalon DPD RI Hendra Irwan Rahim Dinilai Paling Siap (6,715)
  • Puncak Peringatan Hari Koperasi, Hendra Irwan Rahim: Dua Menteri Bakal Hadir di Sumbar (6,688)
  • DPD RI Bentuk Pansus Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (5,698)

Berita Lainnya

Soroti Perppu Cipta Kerja, Senator Filep Nilai Pemerintah Pusat Amputasi Otonomi Daerah

Soroti Perppu Cipta Kerja, Senator Filep Nilai Pemerintah Pusat Amputasi Otonomi Daerah

Jumat, 10/2/23 | 19:34 WIB
19

Senator Filep Wamafma asal Papua Barat. (Foto : dpd) JAKARTA, AmanMakmur --- Kehadiran UU Cipta Kerja menjadikan Otonomi Daerah (Otda)...

Masifkan Keterbukaan Informasi Publik di Daerah, FJKIP Pessel Resmi Terbentuk

Masifkan Keterbukaan Informasi Publik di Daerah, FJKIP Pessel Resmi Terbentuk

Senin, 19/4/21 | 08:00 WIB
32

PESISIR SELATAN, AmanMakmur.com ---Untuk ikut serta memasifkan keterbukaan informasi publik di daerah, Forum Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (FJKIP) Kabupaten Pesisir...

Raker dengan Wamenhan, Komite I DPD RI Minta Pemerintah Perhatikan Wilayah Perbatasan

Raker dengan Wamenhan, Komite I DPD RI Minta Pemerintah Perhatikan Wilayah Perbatasan

Senin, 07/2/22 | 09:08 WIB
11

Komite I DPD RI Rapat Kerja bersama Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra di DPD RI membahas UU No 43 Tahun...

Richard Pasaribu: Semangat Kelompok Cipayung Plus Harus Terus Digelorakan

Richard Pasaribu: Semangat Kelompok Cipayung Plus Harus Terus Digelorakan

Jumat, 20/8/21 | 09:25 WIB
46

Anggota DPD RI, Dr Richard Pasaribu bersama mahasiswa Kelompok Cipayung. (Foto : dpd) KEPRI, AmanMakmur.com – Anggota DPD RI, Dr...

  • Aman Makmur
  • Beranda
  • Tim Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.